Hubungan gas buang dengan AFR sehingga bisa paham hasil uji emisinya bos eco racing


Saat melakukan uji emisi, kita sering melihat yang berikut ini:
Testimoni ECO RACING Toyota Kijang Innova

Jadi bisa tahu polusinya berapa.

Tentu kita ingat juga bahwa di motor ada sensor oksigen. Lalu di motor Yamaha ada setelan CO. Berarti kan gas buang itu ada hubungannya dengan campuran bahan bakar atau air to fuel ratio AFR.

Bagaimana sih hubungannya?

Hubungan antara keluaran gas buang dengan AFR bisa disederhanakan sebagai berikut, ingat bahwa ini bensin adalah bensin yang ideal. Kalau buatan pertamina bisa beda jauh ya.
Understanding EXHAUST EMISSIONS

Angka sumbu X adalah rasio antara udara dengan bahan bakar. 14 artinya 14 : 1.

Garis abu abu = tenaga. Maksimal bisa beda beda karena tergantung pada kandungan energi dari bensinnya (bukan oktannya). Kandungan energi makin banyak bensin bisa dikurangi. Penulis pernah dengar kalau pakai pertamax mau maksimal, AFRnya bisa mendekati 10, karena kandungan energinya sedikit. Biasanya oktan makin tinggi kandungan energi makin sedikit, sehingga bensinnya harus makin banyak. Idealnya tenaga maksimal butuh AFR 12:1.

Garis coklat = NOx. NOx paling banyak terjadi ketika pembakaran agak kekeringan. Selain dari itu akan rendah. Pabrikan mobil biasanya akan membuat setelan jadi agak boros untuk menghindari NOx yang berlebihan. Juga muncul ketika suhu mesin sangat panas dan mesin terbebani karena reaksi O2 dan N2. NOx juga meningkat ketika timing pengapian dimajukan.

Garis Hijau = HC. HC merupakan sisa pembakaran. Makin banyak bensin tidak terbakar, makin banyak HC nya. Perkiraannya kalau ada bahan bakar tersisa 1%, maka HC nya adalah sekitar 200 ppm. Oleh karena itu pembakaran paling efisien paling kecil HCnya. HC dan NOX akan jadi penyebab SMOG atau kabut asap.

Garis ungu = O2. O2 merupakan gas O2 yang tidak sempat terbakar. Makin kering campuran bahan bakarnya, makin banyak O2 yang tersisa. Kandungan O2 akan meningkat tajam ketika Lambda lebih dari 1. Juga menjadi indikator ketika manifold atau exhaust bocor atau ketika terjadi kegagalan pembakara (misfire).

Garis merah = CO2. CO2 paling banyak terjadi bila pembakaran sempurna. Selain itu akan turun. Dan dari rasio tersebut, biasanya dicapai pada kisaran 14,7 : 1. Kalau sampai 0% biasanya kendaraan akan sulit jalan. Katanya maksimum biasanya 16%.

Garis biru = CO. CO merupakan hasil pembakaran tidak sempurna. CO merupakan racun untuk makhluk hidup. Makin kering campuran bahan bakar atau makin sempurna proses pembakaran, akan makin sedikit COnya. CO jadi ciri kalau rasio bensin dan udara terlalu kaya atau terlalu kering.

Lambda = 1 adalah 14,7 : 1. Lambda = 0.8 adalah (0.8 x 14,7) : 1 = 11,76 : 1.

Angka CO besar biasanya menunjukkan campuran bahan bakar yang terlalu kaya. Angka O2 besar biasanya menunjukkan campuran bahan bakar yang terlalu miskin. Angka HC dan O2 yang sama sama tinggi menunjukkan adanya misfire. Di kasus kasus tersebut, angka CO2 akan rendah.

Angka HC dan O2 tinggi dengan CO yang rendah menunjukkan misfire terjadi karena campuran bahan bakar terlalu kering atau tercampur keluaran sirkulasi udara balik. Angka HC dan O2 tinggi dengan CO yang tinggi menunjukkan misfire yang terjadi karena campuran bahan bakar yang terlalu basah. Angka HC dan O2 tinggi dengan CO yang menengah hingga agak kecil menunjukkan misfire yang terjadi karena masalah mesin atau sistem pengapian. Angka HC normal hingga tinggi dari HC, angka tinggi di O2, dan angka normal hingga rendah dari CO menunjukkan adanya kebocoran udara atau campuran agak kering.

 

Nah sekarang dari hasil uji emisi.

Bila AFR atau lambda tetap sama dan bila pembakaran makin sempurna maka CO, HC dan O2 akan berkurang. CO2 akan bertambah.

Contoh uji Kijang Inova 2014:

Tapi kalau campuran bahan bakar dibuat sangat kering, maka banyak yang akan turun, seperti bisa dilihat pada uji Toyota 86 milik bosnya eco racing berikut:
Uji Emisi Eco Racing

AFR berubah dari 15 (kering) jadi 21 (berlebihan keringnya). CO, CO2 dan HC turun. O2 meningkat.

Kalau memang benar ini terjadi karena eco racing, maka eco racing jadi membahayakan mesin. Penulis jadi teringat bahwa memang motor terasa jadi lebih kering campuran bahan bakarnya. Apa mungkin karena ini?

Perhatikan bahwa kalau mobil sudah close loop maka ECU akan menyesuaikan diri, sehingga AFR berubah irit seperti itu tidak akan terjadi. Mungkin Toyota 86 punya bos eco racing itu sudah pakai ECU aftermarket jadi nggak deteksi otomatis. Sementara itu motor penulis pakai karbu, yang nggak berubah secara otomatis.

Butuh hasil uji emisi dari kendaraan karbu yang pakai eco racing untuk bisa lebih yakin.

BTW, ada beberapa hasil uji emisi yang nggak jelas. Seperti contohnya berikut ini. CO2 jadi nol juga?
ECO RACING, UJI EMISI DI DISHUB PALANGKARAYA

Uji emisi eco racing di Padang 081266141010

Kedua alat itu sepertinya nggak beres. Karena kan yang namanya hasil pembakaran, kalau sempurna itu pasti menghasilkan CO2. Lha itu kok nol.

Mestinya seperti berikut:
Testimoni Eco Racing – Mobil Avanza (Uji Emisi

Tapi kata referensi di atas, CO2 itu maksimal 16% ?

4 respons untuk ‘Hubungan gas buang dengan AFR sehingga bisa paham hasil uji emisinya bos eco racing

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.