Sudah fix, eco racing bikin boros, lalu bagusnya untuk apa dong?


Sudah hari keempat mencoba eco racing:

Dan ternyata sudah harus isi bensin. Ini artinya 15 ribu hanya bisa dipakai dua hari, dari sebelumnya bisa 3 hari. Lebih boros 30%.

Motor penulis sepertinya jadi tantangan yang terlalu berat untuk eco racing. Sebelumnya penulis sudah jelaskan kondisi motor penulis:
Coba coba pakai eco racing, hari kedua mesin lebih halus tapi tenaga ngedrop?

Penulis akan coba pada motor Suzuki Spin dengan kondisi sebagai berikut:
– bensin premium
– oli mesin pakai merek federal (tanpa minyak goreng), perkiraan umur 3000 km. Kalau pakai minyak goreng 5000 km.
– konsumsi bahan bakar saat ini 55-60 km/liter, gaya berkendara non eco riding, 10% gas pol, 20% macet.
– mesin pakai teknologi PECS (tukang bubut nggak bisa bubut dinding silinder).
– karburator tipe vakum. Gas dibetot yang terbuka cuma aliran udara masuk, aliran bensin mengikuti volume udara masuk. Nggak enak kalau setelan motor irit.
– pakai pro capacitor, menambah tenaga 25%:

Tapi ada satu kondisi amat penting yang penulis lupa sebutkan, yaitu:
– motor disetel setengah mati iritnya. Bahkan kalau nggak ada pro capacitornya, suara mesin langsung jadi sangat kasar bila pakai bensin premium. Setelan irit dalam kondisi mesin standar = main jet rapat, pilot jet rapat, ring pada jarum karbu pada paling ujung.

Dalam kondisi sekarang, motor Honda Beat sudah lebih boros dari Suzuki Spin.

 

Motor jadi boros sudah penulis perkirakan sebelumnya karena respon gas saja sudah berkurang. Biasanya gas sedikit sudah melaju, setelah pakai eco racing jadi harus ngegas lebih banyak.

Bila yang hobi modif bilang setelah modif motor jadi boros karena jadi sering gas pol merasakan kenikmatan penambahan tenaga, maka yang penulis rasakan adalah jadi sering harus gas pol karena merasakan nggak enaknya tenaga berkurang.

Karena penasaran penulis bahkan sempat menambahkan satu pil lagi saat kondisi bensin kurang dari separuh.

Hasilnya? Pengurangan tenaga makin parah.

Di pagi ini penulis beli bensin 15 ribu ternyata juga masih belum full. Artinya selama dua hari pemakaian bensin lebih dari 15 ribu.

Untuk mencoba reaksinya, penulis tambahkan satu pil lagi. Kalau satu kurang, barangkali dosis ditambah bisa makin ok.

Hasilnya? Tenaga tetap parah.

Rekomendasinya sih satu pil untuk 4 hingga 8 liter:

 

Dari hasil ini apa rekomendasinya? Apa ada yang bisa merasakan manfaat bila pakai eco racing?

Menurut penulis ada. Ini sepertinya tidak beda dari kasus premium dan pertalite. Kan ada yang motornya pakai premium lebih enak. Ada juga yang pakai pertalite lebih enak. Dan motor penulis termasuk yang pakai premium lebih enak. Sehingga aditif eco racing jadi bikin nggak enak.

Motor yang cocok pakai eco racing adalah motor yang bila pakai pertalite lebih enak daripada pakai premium.

Motor macam apa itu?

– motor yang olinya pakai oli di bawah standar, yang sekarang masih pakai oli resmi atau oli rekomendasi pabrikan. Karena olinya di bawah standar, begitu pakai bensin yang banyak pelumasnya maka mesin jadi lebih licin dan jadi lebih irit.
– motor yang kompresinya bocor karena keseringan pakai oli jelek. Bensin yang diberi pelumas akan mengurangi bocornya kompresi. Apalagi seperti eco racing yang ada aditif tambal kompresi.
– motor yang setelannya boros. Ini karena bensin dengan oktan lebih tinggi atau pakai aditif eco racing mempunyai kandungan energi yang lebih rendah. Jadi setelah pakai aditif reaksi seperti bila campuran bahan bakar lebih kering / lebih sedikit. Pemakaian eco racing membuat mesin jadi terasa lebih irit. Untuk kendaraan boros ini akan bisa membantu meningkatkan tenaga juga.

Menurut penulis eco racing kurang cocok untuk kendaraan yang terawat atau kendaraan baru yang pakai oli mesin berkualitas. Untuk yang merasakan kendaraan jadi lebih irit pakai eco racing, coba dibandingkan dengan bila menambahkan satu sendok teh minyak goreng ke bahan bakar.

 

Apa eco racing sama sekali tidak ada manfaatnya untuk motor penulis?

Ada beberapa yang sesuai dengan klaim. Seperti misalnya mesin lebih halus dan getaran mesin berkurang. Tapi wajar bila tenaga berkurang mesin jadi lebih halus. Selain itu di rpm rendah tarikan terasa lebih mantap, sepertinya kompresi mesin menjadi lebih baik. Tapi sayangnya eco racing sepertinya membuat kandungan energi di bensin berkurang sehingga di kecepatan lebih dari 20 km/jam tenaga terasa berkurang, karena memang motor penulis setelannya super irit banget.

Sekarang ini eco racing yang penulis miliki tinggal 4 pil. Biar lebih cepat habis (karena untuk penulis lebih banyak merugikan), maka penulis akan pergunakan setiap isi bensin premium 15 ribu rupiah.

16 respons untuk ‘Sudah fix, eco racing bikin boros, lalu bagusnya untuk apa dong?

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.