Nggak usah menghujat Alex Marquez, masuk Repsol Honda kan bukan untuk kerja tapi untuk sekolah?


Bila melihat hasil uji coba pertama dari Alex Marquez di tim Repsol Honda, rasanya apa yang disebutkan bro Kobayogas itu memang cocok, alasan Honda merekrut Alex Marquez adalah demi Marc Marquez:
Gaet Alex Marquez, Usaha HRC Pertahankan Marc Biar Betah Di Repsol Honda?

Karena aneh kalau sampai sebagai tim yang sekarang ini menjuarai MotoGP, tim nomer satu, tim papan atas, Alberto Puig bilang begini:
MotoGP: Repsol Honda explains Alex Marquez signing

Putting a rookie on one of the most prestigious bikes in the paddock is a risk Honda hasn’t taken since Marc stepped up at the end of 2012. “Racing is a risk!” shrugged Puig. “It’s also true that in Honda we are trying to find riders for the future, young generation riders. So we decided to give him this opportunity, based on the fact that he’s the new Moto2 world champion, that he is young and we believe it can be a good opportunity for him.”

Menempatkan rookie di motor yang paling berharga itu adalah resiko yang tidak pernah diambil oleh Honda semenjak merekrut Marc. Tapi Puig bilang balapan itu resiko. Puig bilang bahwa Honda sekarang sedang cari bakat baru dari pembalap muda. Alex Marquez itu masih muda dan juara, jadi dianggap pantas diberi kesempatan.

Aneh kan, sebagai tim nomor satu kok membina pembalap. Bukannya pembinaan itu biasanya dilakukan tim satelit? Tapi ini malah dilakukan oleh tim inti.

Jelas juga disebut rider for the future. Jadi bukan rider yang sekarang sudah kencang. Jadi alasan Honda merekrut Alex Marquez tidak untuk membuat tim jadi lebih kompetitif. Tapi untuk membina.

Yang diharapkan Puig pada Alex Marquez apa kemenangan? Enggak, yang diharapkan adalah Alex Marquez belajar:

“I think the pressure is not the story. The story is the difficultness of the category. This is the real problem,” Puig said. “I mean. the MotoGP class is really complicated and the pressure is something that I think you have to handle when you are racing to win a championship.

“At this stage for Alex it’s not about pressure, it’s about learning the class, learning and understanding the tyres, and improving his level for these types of bikes. The pressure I would put as a secondary factor.”

Disebut bahwa yang perlu diperhatikan Alex saat ini bukan tekanan, karena tekanan itu cuma kalau pembalap ingin jadi juara. Yang perlu dilakukan Alex adalah belajar soal MotoGP, belajar dan mengerti soal ban dan meningkatkan levelnya untuk tipe motor MotoGP.

Jelas kan? Intinya keberadaan Alex Marquez di Repsol Honda itu bukan untuk kerja, tapi untuk sekolah. Itu yang ngomong bosnya Repsol Honda lho.

Jadi mau crash, kalah sama Lorenzo yang lagi cedera, mau finish paling belakang, mau nggak pernah menang, sama Honda pasti dimaklumi, lha wong namanya sekolah, lha wong namanya belajar. Fans harus maklum.

Dan terbukti, waktu Alex Marquez crash, Puig bilang nggak apa apa, nggak usah khawatir, yang penting bisa terus coba lagi:
MotoGP, Puig: “Alex Marquez’s fall? I told him not to worry.”

“The first day with the MotoGP is always difficult,” Alberto began. “Every fall is always unexpected, but Alex was able to resume his work. I told him not to worry, even though he lost some time. He got back on the bike, showing some progress, and I’m convinced that he’ll do better tomorrow. I think Alex is becoming more familiar with the bike, step by step.”

Beda dengan pendapat fans:
Alex Marquez Jatuh di Moto2 Valencia 2019, Netizen Hujat Habis-habisan

@BlueArnie58 : Hal serupa akan banyak terjadi, dia enggak pantes ada di Honda tahun depan.????

@AhmadYushairy : Belum cukup bagus untuk Honda.

@aliridwanpro : Masih belum pantas masuk MotoGP bagiku.

@how_rhodri : Jika dia bergabung dengan Repsol Honda musim depan(yang bagiku belum pantas), berharaplah untuk melihat yang seperti ini!!

@whatshouldidox : Sangat apes.

@rory_bamford : Jika Honda memilih Alex Marquez ketimbang Cal Cruchlow, mereka bodoh. Dia belum konsisten.

@Fautlsavoirhein : Dia langsung masuk HRC dari Moto2? Lelucon tahun ini.

@mpicks212 : Enggak bakal hasilin apapun selain tagihan kecelakaan motornya di MotoGP.

@ simonmiles2 : Dan inilah tepatnya mengapa dia tidak pantas atau cukup baik untuk naik kelas MotoGP apalagi dengan Honda. Keputusan konyol jika itu terjadi dan terlalu banyak membawa sensasi. Marc masih akan mendapatkan, hasilnya saudaranya tidak mampu.

Kalau jadi kecewa karena tim Repsol Honda kok seperti jadi turun levelnya, jadi tim sekolahan, ya salahkan saja sang kakak, si Marc Marquez. Bisa jadi Marc minta Honda untuk membina adiknya untuk bisa jadi pembalap hebat di MotoGP.

Penulis tidak dengar Alex Marquez dapat bayaran berapa. Bisa jadi justru Marc Marquez yang harus bayar biaya kursus adiknya di tim Repsol Honda.

Masuk akal sih bila Marc memilih menyekolahkan Alex di Honda, tim Repsol Honda kan sekarang yang paling top, sekolah favorit istilahnya. Tapi tentu ada resikonya, kalau tidak bisa menyesuikan diri dengan motornya, apalagi karena Marc masih mementingkan motor yang cocok bagi dirinya, bukan bagi yang lain, Alex Marquez bisa drop out dan dilanda cedera.

5 respons untuk ‘Nggak usah menghujat Alex Marquez, masuk Repsol Honda kan bukan untuk kerja tapi untuk sekolah?

  1. Yg kejutan banget justru bukan Alex.. tapi Marc jaman dulu.. vini Vidi Vici.. kl dulu HRC liat sesuatu di Marc kali ini kaya cuma basa basi nyenengin Marc doang 🤪🤪

    Suka

  2. Yg terbaik adalah melihat bagaimana nanti musim 2020 hingga final race…trlalu dini kalo skrg sudah berandai2 dan mengira2…y dinikmati aja dinamika balap GP ini…toh kita juga nontonnya ada yg gratisan…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.