Indonesia jadi pusat kendaraan listrik? Mustahil bila mengandalkan pabrikan Jepang


Penulis setuju dengan pendapat dari roda2blog soal ambisi pemerintah berikut:
Pemerintah Berambisi Indonesia Jadi Pusat Kendaraan Listrik di ASEAN

Ngimpii, itulah kesan pertama kami saat melihat ambisi pemerintah sekarang ini yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat kendaraan listrik terbesar di ASEAN, baik pengguna maupun produksi.

btw, nggak setuju dengan yang berikut tapi. dijelaskan belakangan:

Di Indonesia, sudah ada produk motor listrik namun harganya masih sama mahalnya dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Sebenarnya kendaraan listrik sudah hadir lama sekali. Ini contohnya:

Mungkin penulis dianggap nggak fair pakai contoh itu. Tapi kan sampai sekarang bisa dibilang teknologi motor listrik masih nggak jauh jauh amat dari situ?

Pemerintah juga masih baru rencana (masih baru keluar peraturannya) akan mulai meyakinkan produsen kendaraan loka:
SIARAN PERS KEMENPERIN: Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Pusat Kendaraan Listrik di ASEAN

Agus menambahkan, pemerintah juga mentargetkan sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 adalah sepeda motor listrik. Dari jumlah tersebut, diharapkan terjadi peningkata hingga tahun 2029. Sehingga, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan ASEAN

“Untuk merealisasikan target tersebut, kami secara agresif mengajak para produsen otomotif agar membuka kegiatan produksi di Indonesia. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan pada sektor otomotif, sehingga target pada tahun 2030 tersebut, bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” tegas Menperin.

Tinggi sekali targetnya.

Mungkin memang Indonesia ada unggulnya di sektor otomotif. Indonesia bisa ekspor motor. Pemerintah disebut agresif untuk mengajak produsen otomotif. Yakin kemampuan mereka hebat. Pemerintah juga sangat super yakin bahwa produsen lokal bisa mencapai kandungan lokal 100% pada tahun 2025:

Karena pada tahun 2025, pemerintah menargetkan 100% lokal konten pada produk otomotif Indonesia.

Dari sisi kemauan, semua pabrikan Jepang bilang nggak siap.

Honda bilang kalau mau 100% lokal maka pemerintah lokal harus punya kebijakan soal daur ulang baterai dulu.
Honda shies from all-electric option

“If we wanted to sell the 100% electric motorcycles locally, we would have to make our own battery recycling facility by ourselves,” Mr Mizutani said. “The country needs to enact laws on this matter, as lithium-ion batteries have to be recycled and disposed of under a strict method.”

Kebijakan sudah ada, peraturan penerapannya bagaimana rasanya masih belum.
Bingung perpres kendaraan listrik dan masuk APBN, Viar dan PCX nggak kediskon? Emang harga GESITS turun?

Hambatan Honda yang lain adalah harga. Di Thailand, negara yang kita kenal harga motornya jauh lebih mahal dari Indonesia, motor listrik buatan Honda juga masih dianggap sangat terlalu mahal:
Electric motorcycles: Honda EV scooter in 2019

But Mr Suchat said the key stumbling blocks for Thailand in this field are hefty retail prices because the electric platform relies on a higher technology than conventional motorcycles.

The Honda EV-Cub is available in Taiwan for 120,000-130,000 baht. This is too expensive for Thai buyers. A conventionally powered Super Cub or Wave costs only a third of this price or 45,000 baht.

Disebut pakai teknologi tinggi. Mungkin karena Honda masih termasuk pemula di dunia motor listrik dibanding pengalamannya bikin motor bensin. Karena kan teknologi motor penggerak listriknya sendiri sudah lama tidak berkembang. Begitu pula baterai lithium yang sudah mulai dijual sejak 30 tahun yang lalu.

Produk motornya (PCX Electric) juga masih lambat. Mahal tapi performa cuma setara matik 50 cc.

Kawasaki bilang nggak siap juga, bahkan kepikiran nggak produksi motor lagi. Terakhir demo motor dengan bodi moge, beratnya ala moge tapi tenaga ala matik 150 cc:
Motor listrik Kawasaki ada engine brakenya tapi dipisah, juga aneh transmisi kok seperti motor bebek

Suzuki bilang nggak siap juga, dan dibilang motor polusinya cuma 0,3%, terakhir pilih buatin bodi untuk Gogoro:
Ini alasan Suzuki masih tidak buru buru buat motor listrik, pakai data Yamaha

Yamaha juga nggak siap, menyinggung teknologi baterai yang masih nggak berkembang:
Mengapa motor listrik Yamaha EC-01 dan EC-02 nggak ada yang memberitakan ya? Padahal keren banget

Yang dijadikan contoh itu adalah Yamaha eVino yang dipakai di acara TV jalan jalan Degawa Charging:

 

Jadi jelas bahwa pabrikan Jepang nggak siap. Kalau menunggu mereka, walau pemerintah mengajak segencar apapun percuma, karena sudah dari pusatnya sikapnya begitu.

Dan kalau yang diandalkan adalah pabrikan Jepang, maka bisa dipastikan harga motor listriknya akan sangat sangat mahal, karena teknologi Jepang untuk motor listrik masih ketinggalan. Beda sama India atau Cina.

Bahkan Honda pun minta ada subsidi. Untuk soal subsidi, yang diberikan pemerintah sepertinya cuma pemotongan pajak jual. Jangan harap harga bisa turun 50%.

Dari sisi riset nggak ngerti gimana hitungannya bisa berkurang 200-300%?

Sejalan dengan itu, pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2019, di mana salah satunya mengatur tentang super deduction tax bagi kegiatan riset, inovasi dan vokasi yang dapat diberikan pengurangan penghasilan bruto sampai 200%-300%.

Dari sisi produksi dijanjikan akan diberi potongan pajak kalau kandungan lokalnya banyak. Padahal kan terbukti GESITS yang produk asli lokal saja nggak mampu mencapai itu. Malah jadi jauh lebih turun dari klaim semula, 95% lokal. Terakhir malah dibilang cuma di atas 50%, hampir mirip dengan PCX Electric:
Mengapa kok kandungan lokal motor listrik GESITS makin lama justru makin menurun?

Itu padahal motor yang sudah dikembangkan lebih dari 5 tahun yang lalu. Tapi sampai sekarang masih saja nggak bisa dilokalkan.

6 respons untuk ‘Indonesia jadi pusat kendaraan listrik? Mustahil bila mengandalkan pabrikan Jepang

  1. Aye lebih merindukan jaman dulu..
    Dimana transportasi ga begitu sok jadi kebutuhan..
    Romantisme jalan kaki, berkuda, andong, dokar, becak, delman, ojek gendong..
    Ah Indahnya masa itu..
    Harapan hidup pun panjang walau hanya penganan gadung..

    Suka

  2. Sepertinya bukan cuma pabrikan motor jepang yang ogah2an pindah ke listrik, pabrikan mobilnya juga sama baru nissan yang aktif jualan sisanya masih demo teknologi dan menunggu malah ada yang masih ngembangin fuel cell. Paling-paling jalan keluarnya hybrid yang di motor kurang feasible tanpa terobosan teknologi. Kebijakan pemerintah soal mobil listrik saya rasa juga kurang agresif karena harusnya yang di dorong duluan adalah penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum dulu, baru didorong ke kendaraan pribadi. Sekarang ini boleh dibilang cuma panik dan ikutan trend saja sekadar terlihat sadar lingkungan.

    Suka

    • iya, memang sekarang kendaraa listrik belum siap. Dukungan pemerintah sepertinya hanya dari pemotongan pajak. Nggak seperti di luar negeri yang sampai konsumen di subsidi beneran.

      Iya, ikut ikut.

      Suka

  3. Sdh sy bilang, pabrikan jepang saat ini gak bakalan serius di kendaraan listrik..pdhal klo mau itumah ecesslah buat HYSK ato mgkin Toyota Suzy Nissan dsb… coz mereka akan rugi besar2an dr usaha manufaktur mereka yg sdh stay mapan di produksi part mesin bakar…
    lha klo serius bikin kendaraan listrik, mau dikemanakan tuh insudtri piston, conrod, valve, spring, clutch, gear2, dsb… masak cm produksi dinamo aja… rugi kaaannn???
    Belum lagi lobby dr perush minyak…. bgmn pertamina akan rugi besaaaarrr klo masyarakat dah pd punya kendaraan listrik , apalagi pada punya solarcell buat charge kendaraanya….

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.