Yamaha WR155R itu bakal menggerogoti pasarnya Honda atau pasarnya Kawasaki? Beda ternyata


Yamaha telah meluncurkan motor trail WR155R:

Katanya bakal saingan dengan Honda dan Kawasaki. Tapi penulis baru tahu bahwa hadirnya Honda CRF150L tidak mengurangi pasarnya Kawasaki KLX150 series:
Honda CRF Goyang Kawasaki KLX?

“Jadi backbone kita kan, masih baik sangat baik. Nggak kemakan sama CRF. hadirnya kompetitor marketnya jadi double, berkembang, sama sekali nggak kemakan,” tutur Michael. “Nggak ada penurunan. Produksi kita full kapasitas terus terpakai,” tukasnya.

Mengapa sama sekali nggak kemakan?

Mungkin yang berikut bisa jadi jawabannya:
Motor Trail Kawasaki KLX Jadi Tumpuan Penjualan, KMI Bingung Motornya Jarang Kelihatan di Jalan

“Saya bingung, padahal (motornya) jarang kelihatan di jalan tapi penjualannya bagus,” ungkapnya sambil tertawa.

Jadi sepertinya segmen pasarnya beda. Yang beneran serius adventure masih setia sama Kawasaki. Sementara yang mau kelihatan gaul belinya Honda. Katanya market share Honda bisa 3 kalinya Kawasaki:
Laris-Manis… Beli Honda CRF150L Mesti Indent Satu Sampai Dua Bulan!

Sebagai gambaran, di Jawa Timur CRF150L mampu membukukan market share 75% di segmen motor trail 150 cc.

Menarik sekali karena kehadiran CRF150L tidak mengurangi pasarnya motor Kawasaki. Rasanya ini cerminan bahwa pemakai motor trail Kawasaki nggak percaya sama Honda.

Perbedaan harga:
KLX 150 Vs CRF150L, Berikut Daftar Harga Trail 150 Cc Merek Jepang Semua Varian

Tipe Harga
Honda
CRF150L Extreme Black Rp. 33.637.000
CRF150L Extreme Red Rp. 33.637.000
CRF150L New Extreme Grey Rp. 33.637.000
Kawasaki
KLX 150 Rp 30.100.000
KLX150L Rp 30.800.000
KLX150L Special Edition Rp 31.900.000
KLX 150BF Rp 33.800.000
KLX150BF SE Rp 35.800.000
KLX150BF SE (X-TREME) Rp 36.300.000
D-Tracker Rp 32.800.000
D-Tracker SE Rp 34.500.000

Nah jadi pertanyaan motor Yamaha WE155R akan masuk pasar mana.

Rasanya bakal sulit. Masuk ke pasarnya Kawasaki dari sisi ketahanan, kenyamanan dan kemampuan belum teruji.

Yamaha WR155R kan pakai radiator. Apa bisa tahan digeber berjam jam masuk hutan? Bagaimana bila radiator belepotan lumpur atau kena kotoran dst? Terus oli mesin bagaimana? Apa nggak kehabisan? Kan mesin Yamaha terkenal vampir?

Soal kenyamanan juga jadi pertanyaan. Motor Kawasaki itu skoknya dibilang ok. Yang Yamaha masih tanda tanya. Masih pakai yang murahan lagi kah? Terus mesin alus atau bergetar? Karena kan katanya mesin sport 155 VVA itu getar? Parah dong kalau harus menahan getaran selama berjam – jam.

Lalu soal kemampuan. Walau disebut sebagai motor adventure, apa motor bisa dipakai menanjak?pelan pelan? Jangan sampai seperti nasib saudaranya yang kebanyakan pulang harus digotong bebek kalau habis dari Bromo. Dan kalau sampai butuh ancang ancang maka jelas motornya bukan motor adventure.

6 percepatan itu apa benar merupakan suatu keunggulan untuk motor trail? Apa nggak makin repot? Top speed memang berapa? Masa disetel seperti motor jalanan?

 

Kalau masuk ke pasarnya Honda. Sori, itu motor nggak pakai upside down. Lagian warnanya juga nggak ngejreng. Warnanya jelas bukan warna ABG.

Dan lagi lagi sistem transmisi perlu dipertanyakan. Bila top speed dibuat sama dengan R15, apa motor itu aman dipakai di jalan raya dengan ban seperti itu?

Rasanya Yamaha WR155R itu motor nanggung. Dibuat murni offroad diragukan. Dibuat murni gaya diragukan.

9 respons untuk ‘Yamaha WR155R itu bakal menggerogoti pasarnya Honda atau pasarnya Kawasaki? Beda ternyata

  1. Kalo menurut saya 6-speed di WR155R itu oke. Mungkin di hutan kita nggak pake gigi 5 dan 6. Rata-rata pakai 1 sampai 3. Tapi dengan 6-speed itu jarak antar gigi justru lebih rapat. Pengalaman pakai KLX150 dan CRF150L itu buat nanjak ekstrem (hill climb) gigi 1 terlalu pelan dan rawan backflip, gigi 2 ngos-ngosan. Saya aja mesti ganti gearbox KLX150 pakai gearbox KLX140G (USA) biar rato gigi 1-3 lebih rapat.

    Suka

  2. https://www.yamahamotorsports.com/trail-motorcycle/models/tt-r230

    Yamaha ttr-230, seharusnya yamahmud ID pake basis type ini untuk trail yang dilaunching bukan malah WR155R, alasannya :
    1. mesin cc gede 223 cc pendingin udara yang jelas2 Low Maintenance dan “bullet proof” ketimbang mesin VVA 155 yg liquid cooled dan sarat akan elektronik yg besar kemungkinan bisa terjadi error dilapangan, apalagi buat trabas.
    2. masih karburator jelas lebih gampang disetting, lebih mudah dirawat dan gampang dioprek.
    3. rem belakang masih tromol, suspensi teleskopik jadi harga bisa diteken murah mendekati kompetitor yg termahal
    4. mesin basisnya bisa dipake untuk bikin sport murah kelas menengah di range harga 20 – 30 juta
    5. Yamahmud harusnya tau dan menyadari, bahwa user KLX 150 dan CRF150 itu banyak yg tidak puas dengan performa standar motornya, oleh karena itu banyak sekali resing part dari kedua motor itu mulai dari paket bore up dan stroke up, hingga pengapian banyak varian, sehingga banyak yg upgrade performa tunggangannya, dari bore up dan stroke up hingga 200 cc pun ada, sehingga duit yg dikeluarin lebih banyak, bisa sampe 5 juta lebih, belom masalah daya tahannya, sedangkan kalo pake engine TTR 230 ini, mesinnya udah gede cc nya, tinggal main korek harian yg tidak ekstrim udah enak untuk diajak trabas, kalo mesin 155 VVA kan tanggung, gede sih powernya tapi kan high RPM, ya kali trabas mainnya di RPM tinggi mulu, justru yg berguna itu power low to mid nya klo main adventure atau trabas.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.