Yamaha WR155R, tapi rpmnya tinggi? dan mahal


Yamaha telah memperkenalkan motor trailnya, Yamaha WR155R:
Yamaha WR155R Hadir di Indonesia, Harga 36 Jutaan!

Dari tampilan dan ban jelas bahwa ini adalah motor spesialis offroad

Speedometer pakai digital yang sepertinya jadi yang terlengkap:

Rangka disebut kokoh, mungkin untuk alasan motor yang lebih berat, 134 kg. Karena KLX bisa cuma 114 kg.

Suspensi depan mungkin dihujat karena cuma pakai yang teleskopik:

Tapi spek tenaga jadi yang paling besar:

Cuma yang jadi masalah adalah tenaga maksimalnya di rpm yang tinggi. Di 10 ribu rpm. Sementara itu saingannya ada di 8500 rpm. Torsi mungkin sama sama maksimal di 6500 rpm. Harus dibuktikan dulu apakah motor ini mampu untuk dipakai melewati jalan terjal atau mendaki pelan – pelan. Karena motor ini pakai mesin 4 valve sementara saingannya adalah 2 valve.

Tapi harus diakui tenaga paling tinggi di kelasnya. Topspeed juga pastinya. Mungkin cocoknya untuk balap off road sirkuit?

Masih jadi pertanyaan apakah kampas koplingnya kuat. Slipper clutch nggak disebut sih, mungkin dihilangkan.

Ini ringkasan fiturnya:

Dengan fitur seperti itu, apa ya pantas dijual dengan harga 36,9 juta rupiah? Mengandalkan tenaga? Honda CRF150L 33,6 juta, Kawasaki KLX150 30,1 juta.

Mungkin lebih cocok disebut motor kompetisi daripada motor petualang. Cocok dibuat melawan satria yang dikonversi jadi trail.

29 respons untuk ‘Yamaha WR155R, tapi rpmnya tinggi? dan mahal

  1. Karena gak punya pengalaman naik motor model begini, senang saja pilihan makin banyak, bisa jadi pertimbangan buat punya kalau harus lewatin banjir nanti di musim hujan….:-D tapi kalau harus beli saya pasti cari yang paling murah karena butuhnya hanya pas musim hujan.

    Suka

  2. Motor begini mainnya putaran bawah, mungkin dikira seperti motor SE ya….. Kelihatannya lebih boros dari rival, tuh lihat rpm dan kapasitas tangki.

    Suka

  3. Yamaha tau konsumen trail sekarang bukan trabaser doang, lebih banyak umum buat aspal sama light adventure, ga kebayang ntar gimana alaynya di jalan, yg sekarang tenaga pas2an aja pada alay sruntulan di jalan
    Sok depan emang bukan USD, tapi 41mm, itu mirip sok byson dipanjangin

    Suka

  4. Kalo ane sih yg disayangkan justru malah pemakaian mesinnya kenapa harus pakr mesin berpendingin cairan yang jelas2 ribet dalam hal kepraktisan perawatan, dah gitu pake teknologi variable pengaturan katup lagi, kalo motornya diperuntukkan buat adventure, motor buat trabas gitu mestinya dari segi mesin yg simple2 saja berpendingin udara sehingga mudah perawatannya, 2 klep SOHC pun juga gak masalah asalkan diameter valve in nya dibikin besar sehingga kalo di bore up atau dikorek tak perlu ganti lebih lebar

    Suka

    • Sebetulnya yamahmud punya engine yg terbilang bagus buat enduro yaitu dari basis engine yamaha agriculture mereka, type TW200 dan AG200F, berkubikasi (hampir) 200cc berpendingin udara SOHC 2 valve, kalo saja ini mesin yg dipasang tentu saja bakal menarik, jual aja sejutaan lebih mahal dari kompetitor pasti bakal banyak sekali kaum mending2 bermunculan, bukan kearah negatif tapi kearah positif, karna ada value lebih. Malah kalo mau memberangus kompetitor, yamahmud bisa downgrade fitur, kayak panel cockpit kasih yg simple aja, analog takometer dan digital speedometer, secara fungsi justru lebih bagus daripada takometer bar graph gitu yg kurang akurat.

      Suka

      • jelas capek Om jika fisik pengendara belom terlatih. apalagi ditambah mesin stroke panjang gituan bikin power delivery terlalu liar alias ngejambak jambak, yg IMHO malah justru menguras stamina lebih lantaran kita harus extra konsentrasi dlm menghandle motor saat dimedan trabas, yg dibutuhkan dari motor adventure itu adalah motor yang bisa melahap medan yg dilalui secara terkontrol namun selalu ada cukup tenaga ane rasa, tapi kalo pake mesin dari type agriculture nya itu ane rasa ngga akan terlalu liar lantaran mesinnya pake overbore

        Link Yamaha AG200 : https://www.yamaha-motor.co.nz/products/motorcycle/off-road/agriculture/ag200f

        Suka

  5. Tapi konon byk netizen yg mengharapkan motor trabas sohc bervva ini, sklian dohc overbore paling powerfull milik tetangga…y kmbali ke konsumen, moga saja bisa ditrima dengan bail hati…

    Suka

  6. Kalau kemahalan bikin motor garuk tanah

    Pasti warga dan rakyat Indonesia tidak kekurangan akal
    Beli motor bebek supra, jupiter, vega, dsb yang murah. Lalu dimodif model trail

    Tahukah anda?
    Pernah ada video di youtube, Bahwa motor yang terlahir sebagai motor garuk tanah dan mahal, ternyata di medan hutan motor-motor mahal tersebut kalah oleh motor bebek.

    Jadi,
    jika pabrikan ngotot bikin produk mahal, silahkan. Tapi kami warga negara RI tidak pernah kekurangan akal untuk bertahan dan melawan kemahalan dengan cara yang kami sanggupi. Hehehe….
    Saran saya, lebih baik para pabrikan bikin produk yang bisa dinikmati dan terjangkau oleh seluruh rakyat. Daripada bikin produk mahal tapi dimiliki oleh segelintir orang yang ber-uang.
    Ingat, orang ber-uang terkait produk, baik yang sedang, sudah atau pernah dimilikinya, bisa memilih produk apapun dan switching their mind or other people mind based on their own experience. Gak suka jual, ganti baru.

    Tapi orang yang berketerbatasan, akan berusaha mempertahankan yang dia miliki dan dia yakini untuk bisa menemani dirinya dalam menjalani kehidupannya. Dan mereka ini cenderung setia.
    Ingat, jualan motor itu gak cuman jual unitnya. Ada bisnis spare part yang bisa secara kontinyu mengalir. Kalau produknya gak common part, gak laku, maka bisnis sparepartnya juga gak jalan.
    Itu artinya mandeg total.

    Hihihi…..

    Suka

    • Pada kalah sama motor bebek lantaran ketika dipake di medan trabas atau adventure yg menanjak, mesin bebek yg awalnya tiduran akan menjadi mesin tegak ( IYKWIM ) yg ini jelas muaranya bikin lontaran tenaga piston hasil ledakan di ruang bakar makin kuat (dipengaruhi gravitasi) sehingga pas nanjak terasa lebih bertenaga, sebaliknya motor sport yg awalnya bersilinder tegak malah jadi mesin tiduran ala bebek tatkala dipake nanjak di medan trabas yg naik, begitulah kira2 korelasinya CMIIW

      Suka

    • Ha ha, iya. Bebek modif kadang lebih unggul.

      Iya, untuk motor yang belum teruji, harga tersebut terasa tidak pantas.

      Ada triknya kok biar orang nggak bisa mempertahankan motor lama lama. Contoh bisa dilihat di motor yang baru beli pun banyak masalah 🙂 .

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.