Edisi bye bye Yamaha Serow, harusnya Yamaha WR155R meniru motor legendaris ini


Akhirnya Yamaha memutuskan untuk mengeluarkan versi terakhir Yamaha Serow, yang disebut Yamaha Serow Final Edition:
Yamaha Serow ‘Final Edition’

Bagi yang nggak punya gambaran motor ini kelas apa, kalau di Jepang motor ini jadi saingannya Honda CRF 250 Rally, Suzuki V-Strom 250 dan Kawasaki Versys X250 Tourer:
【比較インプレ】250ccアドベンチャーを徹底検証〈装備&足つき編〉ホンダ CRF250 RALLY/ヤマハ TOURING SEROW/スズキ V-Strom250/ABS/カワサキ VERSYS-X250 TOURER

Dan motor ini katanya legendaris. Pertama keluar tahun 1985. Motor sekarang sudah mendapat pembaharuan tapi tampilan tidak berubah banyak. Dan tentunya motor sudah memenuhi standar emisi terakhir di Jepang.

Motor selalu pakai ban dual sport:

Ban belakang tubeless biar kalau kena paku nggak gampang bocor:

Lampu depan halogen biar lebih terang di jalan offroad:

Tapi lampu belakang sudah LED:

Speedometer sudah full digital, namun kalah dengan punya WR155R:

Rem depan dan belakang sama sama cakram:

Cuma mesinnya jelas punya arahan beda.

SOHC 2 valve berpendingin udara 249 cc dengan 5 percepatan. Kompresi mesin 9,5:1, tenaga maksimal 14 kw (20 PS) di 7500 rpm, torsi maksimal 20Nm di 6000 rpm dan berat 133 kg. Konsumsi bensin cukup irit 38,7 km/liter dengan standar WMTC, 48,4 km/liter kalau dijalankan konstan 60 km/jam.

Versi Final Edition ada warna yang dibuat sama dengan jaman pertama keluar:

Ada model touring juga. Cukup lengkap:

Mau tambah lampu sorot juga ada:

Katanya motor ini lincah dengan suspensi yang sangat mendukung.

Harusnya motor Yamaha WR155R dibuat seperti ini baik dari tampilan maupun dari fokus tenaga. Jangan dibuat tampilan offroad murni tapi mesin ala motor aspal.

Update, penulis lupa yang paling penting. Dengan ground clearance 285 mm, seat high Serow bisa 830 mm. Dibanding punya WR155R, ground clearance 245 mm dan ride height 888 mm. Mungkin kelasnya memang beda.

9 respons untuk ‘Edisi bye bye Yamaha Serow, harusnya Yamaha WR155R meniru motor legendaris ini

  1. nanti kalo pake desain ini bakal ada blogger nganu yg bilang “wah desainnya wagu, harus berjuang keras dg kompetitor, suspensi depan masih kuno teleskopik, belum asepdon, bla . . . bla . . . bla . . . , muehehehe . . . , padahal desain dual sport gini yg multi fungsi, bisa buat off/on road, untuk mesin, kalo andalan ane tetep basisnya yamaha TTR-230, karna udah punya gearbox 6 speed, dan mesinnya klo ane bilang adalah pengembangan dari mesin Serow ini, basisnya sih sama, terbukti strokenya jg sama, namun pada mesin TTR letak busi sudah dipindah di sebelah kanan seperti umumnya,

    Suka

  2. Dan kayaknya serow mau diclose karena model paling jadul diantara kompatriotnya, juga karena next yamaha punya 2 model baru (tenere dan tracer seperti kakaknya 700cc) yg bejaban
    Btw ngaca dari traumanya suzuki sama calon DR150 yg layu duluan sebelum berdaun, yamaha indo ‘ga mungkin’ bikin trail model serow (apalagi mau close), setelah WR next yamaha tinggal main2 deh mau bikin tracer atau tenere karena sudah ada sasis dua2nya (basis WR buat tenere, basis MT buat tracer)

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.