Nggak mobil nggak motor, dunia suspensi masih primitif dan sport damper pun jadi laku


Penulis sudah beberapa kali menjelaskan betapa primitifnya dunia suspensi di Indonesia, termasuk yang dari pabrikan. Bahkan sampai ada pabrikan yang bangga motornya akhirnya punya skok tabung padahal di aftermarket skok tabung sudah ada semenjak puluhan tahun yang lalu.

Keprimitifan pun bahkan melanda pabrikan skok. Ada merek Jepang yang justru kalah sama bajakan (pengalaman pribadi). Dengan harga sama secara kualitas dan teknologi juga kalah dengan buatan Cina.

Sampai sekarang motor baru masih sepakat pakai skok primitif. Padahal skok aftermarket buatan lokal sekalipun nggak ada yang jual yang model primitif berikut:

Logika yang dipakai pun kadang nggak masuk akal. Entah idenya dari mana skok matik kok pada pakai model single action semua, tapi berani beraninya disebut sebagai motor yang nyaman. Ada juga pabrikan skok yang justru memilihkan per yang keras untuk pasar lokal. Padahal seharusnya per disesuaikan dengan berat badan ridernya.

Sayangnya banyak yang percaya omongan sales pabrikan atau blogger yang pakai acuan ngawurnya pabrikan. Sehingga bisa terjadi motor dengan per mudah jeduk polisi tidur justru dianggap oleh konsumen lebih keras suspensinya daripada motor yang mental di polisi tidur. Sesuatu yang bertolak belakang dengan review dari kebanyakan blogger atau media.

Ini membuat masyarakat menjadi mudah dibohongi atau salah arah pada saat modifikasi suspensi.

Mendapatkan suspensi yang empuk itu sebenarnya mudah. Cuma butuh cari yang pernya sesuai dengan berat badan rider dan cari yang shockbreakernya bekerja dengan baik. Kalau di luar negeri pabrikan skok atau bahkan pabrikan motor memberi informasi soal ini.

Kalau di lokal?

Pabrikan skok tidak memberi tahu. Orang tahunya skok racing itu nggak nyaman. Bahkan sepertinya pabrikannya (pabrik motor dan skok) sendiri bisa jadi sama sekali awam. Sesuatu yang kebalikan dari orang luar negeri. Di luar negeri itu justru beli skok aftermarket dengan tujuan lebih nyaman.

Dan mereka tahu lebih nyaman tapi lebih enak dipakai kencang itu sesuatu yang bisa dicapai.

Kalau di lokal?

Sudah tertanam di masyarakat bahwa harus pilih salah satu. Oleh karena itu skok dengan setelan di populerkan. Padahal skok yang mahal banyak tombolnya itu belum tentu sesuai kebutuhan.

Nggak cuma di dunia motor, di dunia mobil pun sama. Barusan penulis berdikusi dengan penjual sport damper (anggap mengacu semua merek) yang protes dengan artikel penulis. Disebut mematikan pasaran. Penulis sendiri lebih menganggap artikel tersebut membuat produk mereka lebih halal.

Ada cerita yang memprihatinkan. Penulis beri saran bahwa mobil yang ada di video demo mereka suspensinya rusak. Diskusinya begini:

Penulis:
btw, contoh berikut ini contoh suspensi yang jelek:

Sales sport damper:
di video tsb itu pakai Per TEIN coilover Flex Z baru gress om. Harga per TEIN coilover Flex Z om bisa cek di marketplace. Rp18.500.000 di Tokopedia dengan Bebas Ongkir

Jadi saya ralat kembali om, per yg dipakai di xxxxxxx itu bukan per jelek apalagi rusak Seperti yg om bilang barusan🙏🏻

Itu per mahal after market yg banyak dipakai komunitas dan kondisi baru gress saat dipasang xxxxxxxxxxx

Penulis:
Ok. yang saya maksud jelek bukan per nya, tapi shock breakernya.

Sales sport damper:
Shockbreker nya juga baru om.. Saat pembuatan video, mobil tsb baru keluar dr dealer dan baru aja di set audio dan suspensi nya oleh owner nya ketua xxxxxxxx xxxxxxxx Club Indonesia

Penulis:
shock breaker ori ya?

Sales sport damper:
Ori Honda om dan baru gress
Baru keluar dr dealer
Dipastikan bukan shockbreker rusak 🙏🏻😇

Di jalan Rusak pakai xxxxxxxxxxx jadi lebih stabil om dibandingkan tanpa pakai xxxxxxxxxxx

Yang memprihatinkan adalah, itu pemilik mobil beli per mahal mahal tapi shock breaker tetap pakai yang standar. Tragisnya, praktek seperti contoh itu sepertinya sangat banyak terjadi. Sehingga mobil berjalan mentul mentul terus. Dan dalam keadaan begitu dengan bangganya mereka mengatakan handling mobil mereka mantap. Padahal jelas nggak stabil. Yang di balap mobil eropa pun rasanya nggak ada yang mentul mentulnya seheboh mobil dengan suspensi “racing” lokal.

Harusnya seimbang. Bila per pakai yang keras, maka shock breaker juga harus pakai keras agar seimbang.

Grafik berikut bisa dicapai ketika kekuatan per bisa setara dengan kekuatan shock breaker.

Hambatan dari shock breaker juga harus diperhatikan. Per progressive jelas butuh shock breaker beda dari yang per linier.

 

Pemilik kendaraan seperti itu pun akhirnya jadi konsumen dari sport damper. Karena memang dengan membuat skok makin keras, maka mobil menjadi lebih stabil, karena goyangan jadi cepat berhenti karena pernya lebih keras. Cara ini juga manjur dilakukan untuk motor semacam matik Honda yang skok belakangnya cepat sekali rusak. Bila dipasang sport damper maka motor terasa lebih empuk. Sama seperti ceritanya bro Rio yang bilang istri lebih suka naik mio lama daripada vario, karena masalah ini juga.

Padahal solusi yang benar bukan itu. Dengan menggunakan sport damper maka per jadi makin keras. Goyangan jadi makin cepat. Bodi akan jadi kocak semua.

Solusi yang benar adalah dengan membeli shock breaker. Harga shock breaker yang sip bisa jadi akan bersaing dengan sport damper bagus. Apalagi kalau di mobil yang kadang disarankan pakai 2-3 sport damper tiap pernya.

Kalau untuk motor memang ada yang menawarkan ganti bagian dalamnya saja (bagian shock breaker). Sayangnya yang buat itu sama sama ngawurnya, dibuat single action sehingga hasilnya justru malah jadi makin parah. Padahal sebenarnya dari sisi biaya implementasi sama saja, atau bahkan lebih murah kalau mau dibuat double action. Tapi ya begitu itu tradisinya.

Sangat sulit untuk membayangkan motor Jepang bakal produk matik pakai suspensi seperti misalnya punya matik Benelli VZ125i.

Artikel lain soal sport damper:
Kelemahan dari ganjal per, efek negatif ke suspensi dan resiko mobil tidak stabil saat kencang di jalan tidak mulus
Sport damper / ganjal per itu nggak masuk akal untuk motor apalagi untuk mobil, ada unsur penipuan

22 respons untuk ‘Nggak mobil nggak motor, dunia suspensi masih primitif dan sport damper pun jadi laku

    • Pertama diluar sisi Per dan shocknya, suspensi mobil eropa itu desainnya kompleks, ga usah yang pakai air suspension, untuk yang biasa istilahnya Independen dan multi link, suspensi punya travel shock panjang dan 4 rodanya bisa gerak secara Independen.
      Jangan lupa rigiditas sasis mobil eropa yang lebih baik sehingga goncangan bisa diserap dengan baik.
      Saya pakai sedan eropa tua lalu ganti ke low slung medium big MPV Jepang yang noticeable suspensi lebih nyaman dari All New Innova, tetap saja Dibeberapa area ga bisa mengalahkan suspensi mobil eropa yang 20 tahun lebih tua.

      Suka

      • setuju kalau untuk kenyamanan mobil eropa lebih unggul. Mungkin karena pabrikan Jepang itu memaksakan diri pakai suspensi buatan Jepang. Apa karena di Eropa masih banyak jalan jelek (paving) ya?

        Apalagi sepertinya pabrikan Jepang itu terbawa semangatnya driver lokal, yang begitu beli langsung dipasang sway bar amit amit besarnya. Suspensi jadi nggak independen.

        Suka

    • maaf 🙂 intinya sih karena banyak yang tidak tahu bagaimana ciri suspensi yang baik. Dianggap mentul mentul terus itu bagus. Kalau di mobil maka per saja yang dipentingkan. Kalau di motor maka shock breaker rusak nggak sadar.

      Suka

  1. Salut om terus berusaha mengedukasi konsumen soal shock…saya pakai mobil murah yang shocknya buat saya paling nyaman di kelasnya karena pas dan memang di poldur akan bersuara keras dan itu 90% oleh reviewer (yang mungkin pantatnya sekelas nicky lauda) dibilang keras, sementara saya dan abang saya yang kebetulan punya mobil sama (dan gonta-ganti mobil tiap berapa tahun) sama-sama bilang shocknya enak….sengaja gak bilang merknya karena takut dibilang bias soalnya di motor merk yang sama shocknya termasuk enak…cuma sekali ngalamin shocknya gak enak di merk itu jaman trend bebek murah.

    Suka

    • terima kasih. Wah jadi penasaran skok mereknya apa. Memang kenyamanan relatif karena preferensi orang beda beda. Ada yang kalau di jalan goyang kiri kanan nggak karuan dan kursi getar parah tapi dibilang mobil nyaman.

      Skok untuk motor dan untuk mobil sepertinya beda perlakuan. Yang mobil biasanya lebih enak, walau kadang ada pabrikan yang pasang underdamped untuk di mobil.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.