Produk eco racing lama vs baru vs palsu vs kapur barus, sama sama berbahaya semua?


Asli penasaran. Penulis kan sudah coba eco racing dan hasilnya negatif, tenaga malah ngedrop.

Lalu ada yang komen berikut ini:

Muhammad Rinaldy: Sorry nih bro2 semua tapi gue udah nyobain pake eco racing ke mobil Xtrail ane tahun 2016.. dan ada perubahan setelah pemakaian eco racing ini.. biasanya pake Pertamax 400 ribu per sekali isi dengan rata2 konsumsi 1:8-9 km/liter untuk dalkot, pas pakai eco racing dengan konsumsi bbm pertalite 300 rb per sekali isi.. hasilnya? Rata2 konsumsi cukup signifikan jadi 1:10-11 km/liter.. dan untuk motor pun udah gue coba ke Yamaha Aerox dan Honda Scoopy thn 2019.. dan hasilnya lebih bagus lagi menurut gue.. aerox yg dari 1:34 km/liter jadi 1:40 km/liter (pakai pertalite) dan Honda Scoopy dari 1:58 km/liter jadi 1:66 km/liter dan pakai pertalite juga..

Sebelumnya juga ada yang menyebutkan hasil yang positif:

Alexius Vian haris: Saya rasa blm ada produk serupa yg sebooming eco racing..malahan setau saya ecoracing udah sampe ke berbagai negara.
Memang susah produk anak bangsa, sebagus apapun, sllu berbagai cara kompetitor mnjatuhkan. Byk orang2 hebat indonesia…bisa buat psawat sndiri…tp ttp saja kembang kempis…pnemu mobil listrtik…K.O juga….pnemu kmpor…pnmu 4G, terapi kanker…dll….sll dtnggelamkan di negeri sndiri. & akhirnya kmampuannya diambil ngara lain. Kita lihat aja nnti…sperti apa ecoracing mampu bertahan. Jujur, saya hanya konsumen. 1 tahun lebih..apa yg tertera di brosur, sejauh ini saya rasakan manfaatnya. Saya pk di smua kndaraan yg ada di rumah. N memang benar irit..tarikan enteng…gk prnah ada msalah. Setahun lebih… Anak…istri… Smua pake. Mobil, motor, gk ada msalah. Tp gk tau juga kl ada yg sampai rusak seperti yg dimuat di sini. Motif n kebenaran tulisan admin juga gk jelas. Gak tau jUga udah prnah pakai sndiri…atau uji sndiri dgn benar atau gk. Gk tau juga orang yg ngaku pake eco racing setahun katanya motor rusak berat itu benar2 pake atau gk…atau bisa jadi juga itu desain kompetitor…sbab apa ada yg tau di benar2 pake eco racing? Saya udah 1 tahun lebih lo..pake. Baik2 n benar2 bagus. N kndaraan gk prnah ada masalah. Jdi utk smntara…analisa saya tntang tulisan ini..mngkin bisa jadi adalah kompetitor….tpi kl bukan…gk ttau juga maksudnya apa…sampe bahasannya sebegini. ..heheheh. Sbab kl emang benar. Knapa gak seviral manfaat ecoracing ya? Coba buat tulisan di media massa….atau buat laporan produk penipuan. Kan beres.😁

Sebelumnya bro Andri Eldana juga bila merasakan peningkatan tenaga juga.

Penulis penasaran karena mengapa yang penulis alami tenaganya jadi anjlok?

Yang pertama penulis curiga adalah dari olinya. Sayangnya kedua komenter di atas itu komen lari, tidak menjawab saat ditanya oli mesinnya apa. Karena dulu waktu penulis masih termasuk korban dari oli resmi, penulis merasakan betul bagaimana performa mesin terhambat oleh oli yang nggak licin. Dalam kondisi itu maka kasih satu sendok saja oli mesin pasti bisa membuat kendaraan lebih irit. Dan penulis anggap eco racing itu seperti pertalite, membuat oktan naik, membuat mesin lebih licin, tapi bikin busi jadi lebih hitam.

HDEO juga menurut penulis film strengthnya kurang begitu bagus mengingat banyak yang LDIC atau di serayamotor tidak memperdulikan kasar halusnya suara mesin, banyak yang mengaku tidak bisa mendeteksi. Penulis dianggap tidak masuk akal membandingkan kualitas oli mesin berdasarkan kasarnya suara mesin. Padahal kalau sebelahan dengan motor lain, penulis sering tidak bisa mendengar suara mesin motor penulis, saking kasarnya motor yang di sebelah.

 

Selain itu angka konsumsi bahan bakarnya termasuk jelek, terutama untuk Aerox. Ada yang sharing berikut ini:

Anto: Soal irit selain faktor mesin jg banyak kan ? aerox 155 ane buat harian average fuel consumption bisa 51 atau 52 km/l Malah pernah mentok di 57,5 km/l Saya mo upload foto ga tahu caranya

Untuk scoopy, bila jalannya tidak pernah gas pol, menurut penulis 66 km/liter itu termasuk normal. Untuk yang mobil Xtrail, yang penulis tahu itu ada beberapa yang setelah pakai pertalite justru lebih irit. Menurut penulis ini salah dari oli mesin juga.

 

Selain itu ada yang menyebut ini terjadi karena produk yang sekarang beda dengan jaman dulu.

Ridwan Soleh Suriadi Nata: Gosipnya sih, si Febri masih sibuk nyiapin setingan produk, biar hasil ujinya bagus.. gosipnya, produk Eco ini memang ada dua jenis, edisi awal yg masih bagus dari formulator aslinya, dan edisi KW bikinan dia.. uji coba awal produknya masih bagus, mangkanya hasilnya spektakular.. produk berikutnya sudah abal abal, mangkanya banyak laporan mobil dan motor sampai turun mesin.. member selalu dapat produk random berkualitas buruk.. itu sebabnya si Andri ini selalu minta produk harus random, bukan yg disiapin khusus untuk ujicoba, dan sy setuju itu.. harus produk random

Produk jaman dulu itu seperti berikut ini.

Terlihat jelas beda dari yang penulis pakai:

Perhatikan bensin yang dipakai di Lamborghini si bos itu yang cerah hijaunya:

Jaman dulu baunya pun seperti kamper:
Membongkar rahasia pil eco racing yang tidak pernah diungkap kepada pelanggan secara terbuka.

Apakah sobat mencium baunya ? Bau apa kira-kira yang sobat rasakan? Yup…. sobat betul…Bau kamper ya….hehehe

Berarti eco racing terbuat dari kamper dong ? Nanti dulu sobat, sini saya jelaskan pelan-pelan ya agar tidak gagal paham bahkan berujung fitnah…. hehehe

Baiklah sobat…Bahan utama dari eco racing mobil & eco racing motor adalah “laurel cammpercus” Eith…. tunggu dulu, inilah sebabnya ada bau kamper yang biasa tercium dari produk eco racing. Akan tetapi ini sangat berbeda dengan kamper yang kita tau selama ini… Eco Racing lebih pada “laurel” yang di ambil dari serat alami tumbuhan yang ada di Indonesi.

Sementara itu yang penulis dapatkan baunya lebih mirip balsem yang tidak menyengat sama sekali walau bikin pusing. Jadi eco racing yang penulis beli sudah beda dengan produk lama yang katanya jos. Nah sekarang, bagaimana caranya dapat eco racing produk lama?

 

Sayangnya (bikin curiga) pada penjelasan beda produk palsu dan yang asli tidak dijelaskan beda bau dari produk asli dan yang palsu. Dijelaskan perbedaan cuma dari bentuk, padahal tentunya bentuk mudah dirubah:

Disebut bahwa yang bau kapur barus ini dibilang merusak mesin tapi penulis tidak menemukan informasi kerusakan apa yang bisa terjadi karena penggunaan kapur barus sebagai aditif.

Contoh yang sering dipakai (videonya Project Farm) menunjukkan kerusakan karena pemakaian kapur barus itu nggak valid, karena kapur barus yang dipakai jumlahnya gila gilaan:

Wajar bila hasilnya seperti berikut ini:

Kalau yang begitu disebut berbahaya, maka eco racing juga berbahaya, karena sama sama menimbulkan yang lengket lengket juga, videonya Doni Senoaji:

Katanya penggunaan kapur barus itu dilarang karena beracun dan menghasilkan zat yang bisa menimbulkan kanker. Kalau kapur barus dianggap beracun mengapa eco racing yang juga sama sama berbau kapur barus tidak dianggap beracun?

Selama ini eco racing disebut aman karena ujinya pakai dimakan:

Tentu kalau dibakar efeknya jadi beda.

Kapur barus itu dibuat dari bahan Cinnamomum camphora. Kalau tidak dibakar, kapur barus bisa untuk kesehatan juga:
Nggak Disangka, Ini 7 Manfaat Kapur Barus untuk Kesehatan!

 

btw, untuk rasio kapur barus dengan 99,95% naphtalene yang disarankan adalah 1 buah untuk 15 liter:
In case you are wondering, your gasoline already contains 1% Naphthalene.

  • Add 1 Naphthalene mothball to 4 gallons (15 liter) of gasoline or diesel fuel.
  • Add 2 mothballs to 8 gallons.
  • Add 3 mothballs to 12 gallons
  • Add no more than 5 to 20 gallons.

Disarankan juga menambahkan 30 ml oli mesin untuk 38 liter bensin.:

Use 1 oz. per 10 gals.

Kalau untuk motor (tangki 3,5 liter) berarti kapur barusnya butuh 1/4 dan oli mesinnya butuh 3 ml.

MSDS kapur barus

Berikut ini penjelasan soal eco racing palsu dari versi pusatnya:

Berikut yang dari member, beda beda, dan sepertinya juga menyertakan eco racing model lama:

8 respons untuk ‘Produk eco racing lama vs baru vs palsu vs kapur barus, sama sama berbahaya semua?

  1. halo pak Cahyo, salam dari saya selama ini silent reader saja

    mengikuti bahasan eco racing cukup menarik
    saya sebagai konsumen awam memang senang mencoba aditif agar mobil saya selamat minum Pertalite saja namun tenaga engga lemot dan akselerasinya masih cukup untuk aktivitas harian, serta ruang bakar bersih (minimal tidak kotor2 amatlah). Pakai pertalite memang karena harganya lebih bersahabat di kantong…
    (bikin full-tank tangki mobil ke 40 L cukup 250 ribu pakai pertalite, jika pertamax perlu 350 ribu, lumayan selisih sekitar 100 ribu.)

    Saya coba macam2 aditif, termasuk juga coba pakai acetone, yang minyak atsiri, dan PEA
    Lalu tibalah rasa penasaran saya pada Eco Racing.

    Saya beli 2 butir Eco Racing mobil di marketplace yang harga resmi Rp 25.000 rupiah sebutir.
    Kata yang jual barang asli ambil langsung dari sumbernya jadi harga jualnya Rp 25.000.
    Okelah saya beli 2 supaya dapat free ongkir dari marketplace tsb, hehe.
    Bungkusnya doff dan baunya harum saya suka.. (bukan bau balsem ya). Lalu kabin mobil jadi ikut harum selama 2-3 hari karena sisa bungkusnya sengaja saya tinggal di kabin.

    Langsung ke SPBU Pertamina Retail isi 35 L pertalite biar jadi full tank sekitar 45 liter termasuk kapasitas cadangan.
    Masukin satu butir saja… biar gak terlalu mahal total per liternya dengan eco racing… meskipun dosisnya bilang 1 butir untuk 20 liter.

    oh ya warna agak ijo tua.. baunya wangi

    Setengah hari mobil saya bawa putar2 tol dalam kota, rasanya tidak ada efek apa2, beda semisal dengan acetone dan minyak atsiri..
    Lalu saya tinggal tidur semalaman, barangkali besok terasa efeknya.

    Besoknya saya bawa mobil lagi, baru terasa enak dan ringan, putaran menengah juga enak buat nambah topspeed.
    Oh iya Mobil saya CVT jadi gasnya memang harus diurut. Mesinnya Honda V-tec 1.5 L, engine L15.
    Rasanya ngalahin dan bisa gantiin aditif2 lain yang pernah saya coba. Rasanya ingin pakai terus..
    saya pakai sampai sekarang sisa sekitar 18 liter dan masih enak bawanya.

    tapi… cuma… saya takut efek jangka panjang.. meskipun yang saya rasakan positif hanya dengan dosis separuh.
    karena saya sebagai konsumen biasa merasa tidak yakin dengan kualitas dan konsistensi produknya, mengingat berita2 negatif yang beredar, ada yang palsu lah, KW lah, ganti formulasilah, dsb… menyebalkan hahaha
    (kalau ada yang palsu, masak iya sih niat banget ya bikin palsunya)

    sayang sekali ya… takut mesin mobil saya kenapa2, karena belinya juga pakai keringat patungan dengan istri saya.

    akhirnya saya memutuskan untuk hanya pakai 2 butir yang saya beli saja dan dengan dosis 1 butir untuk sekitar 40 L.
    Next nya saya lebih memilih pakai aditif dari minyak atsiri yang model tetes dan terkenal itu ditambah aditif PEA untuk jaga kebersihan ruang bakar, sehingga tetap nyaman pakai Pertalite. 🙂

    Sekian, terima kasih sudah menyimak pengalaman saya ya..
    Oh iya, coba Pak tes tablet Eco Racing yang baunya harum, bukan bau balsem ya..

    salam

    Suka

    • terima kasih banyak sharingnya. Wah jadi bingung lagi. Balsem yang dimaksud balsem apa? Kalau yang saya maksud adalah balsem balpirik kayu putih. Bisa dijelaskan harumnys seperti bau apa?

      Saya beli di yang posting gambar sama persis dengan yang asli dan bungkus luar pun sudah sama cirinya dengan yang asli. Gambar detil dan tidak hitam:

      Saya juga merasakan efek hari kedua berbeda. Namun jadi banyak berkurang tenaganya. Mungkin kalau coba lagi saya akan pakai bensin pertalite saja agar biar lebih relevan.

      Iya, cukup menakutkan juga berita kerusakan yang terjadi. Sepertinya yang mengalami adalah kendaraan injeksi bensin saja. Yang versi diesel sepertinya tidak pernah dengar. Terutama karena penyumbatan.

      Saya sendiri sekarang pakai pro capacitor untuk penambahan oktan.

      Suka

  2. Yang jelas bukan bau balsem balpirik kayu putih, Pak.
    Baunya harum mirip kapur barus tapi tidak menyengat dan masih terasa alami.. hmm..

    Mungkin saya akan pakai Eco Racing tsb tapi bukan buat aditif, melainkan lebih cocok sebagai pengharum kabin mobil. Ini serius.
    Scent nya cukup terasa mewah ya.. hmm

    Coba pengujian berikutnya di mesin injeksi ya Pak.. mesin standar aja dulu.

    Thanks

    Suka

    • Wah kalau beda, berarti di pasaran yang asli pun nggak cuma satu macam saja dong?

      Untuk uji selanjutnya mungkin untuk mengetahui dulu apakah benar eco racing bisa bikin seperti berikut ini:

      mau coba beli offline.

      Untuk coba di motor injeksi mungkin perlu tukar motor dengan istri. Tapi takut juga ya? Karena yang sering kena masalah adalah yang injeksi.

      Suka

  3. Si penulis AJI CONDRO ini Jualan penghemat BBM dengan cara membusukkan produk orang lain

    Lu mah …denger lu AJI CONDRO
    Tau kan …
    Bisa aja lu masuk di grup bekakas sama MAP LU jelekin produk orang digiring ke produk elu

    Suka

    • Sudah lama saya coba promosi lewat artikel itu terbukti nggak ngefek. Jadi kecil sekali harapan saya bisa laku cuma gara gara artikel beginian. Lagipula yang saya posting itu termasuk halus daripada postingan yang lain yang rusak kendaraanya gara gara pakai eco racing.

      Malah yang begini ini yang merusak penjualan produk penghemat BBM. Coba deh baca sendiri komentar mereka. Pada menyarankan untuk jangan pakai produk semacam. Bikin artikel ini ibarat lempar batu jatuh ke kaki sendiri. Atau shooting your own foot.

      Membusukkan produk orang lain? enggak. yang saya ungkap ini berdasarkan informasi yang tersedia. Kalau membantah mohon ditunjukkan bagian mana tudingannya salah.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.