Suzuki Saluto 125, cocok jadi saingan Honda PCX atau Yamaha NMAX


Suzuki memamerkan motor matik baru di Taiwan:
Suzuki Saluto 125, Matic Klasik Yang Menarik

Mungkin ada yang bilang bahwa dengan model yang klasik, maka saingannya adalah Honda Scoopy. Namun kalau lihat fiturnya, motor ini lebih cocok jadi saingannya Honda PCX (termasuk harganya).

Lampu depan sudah model LED dengan pakai label segala. Kita tahu sendiri bila lampu depan dikasih label merek, harga motor akan melonjak tajam:
義式風情全球首發,SUZUKI Saluto 125 搶先曝光亮相!

Apalagi DRLnya unik, nggak di lampu depan tapi di lampu belok:

Lampu belakang juga sudah teknologi LED:

Bisa dimaafkan lampu belok belakang seperti ini:
義式浪漫的質感小車:SUZUKI Saluto 125汽車大展搶先亮相

Speedometer juga sudah kombinasi, inverted LCD pula:

Motor juga sudah dilengkapi tombol lampu darurat gaya gayaan:

Model kunci juga sudah smartkey:

Warnanya nggak kalah keren dengan merek sebelah. Dan chargernya pun top, nggak perlu pakai adaptor lagi. Harga sistem ini tentunya lebih mahal (beberapa ribu rupiah) dari merek sebelah:

Bagasi depan sayangnya terbuka. Tapi sip tangki bensin ada di depan:

Ini artinya bagasi belakang jadi lebih besar:

Mungkin memang rem belakang masih tromol. Tapi suspensi belakang ganda, dan kelihatannya model twin tube yang terkenal nyaman (penulis juga pakai 🙂 ). Dan sudah menjadi kebiasaan bahwa motor matik dengan suspensi belakang ganda itu harus dijual mahal.

Rem depan cakram sih:

Motor juga ramah penumpang. Joknya rata:

Tampilan samping yang seperti Lambretta itu bikin motor pastinya dijual mahal:

Dek kelihatannya lebar:
【2020台北車展】台鈴 SUZUKI 日義台三國合作新車 Saluto 125 悄悄曝光!

Tapi sayang kelihatannya ground clearance rendah dan posisi dek tinggi. Sepertinya memang untuk motor cewek. Kalau cowok yang pakai mungkin duduknya kebelakang sambil selonjor.

Mesin katanya sama dengan Suzuki Swish 125. Tenaga maksimal 9,4 PS di 7000 rpm, torsi maksimal 10 Nm di 6000 rpm. Konsumsi bahan bakar 51,1 km/liter.

Knalpot oversize, mudguard kelihatan mantap menutup full roda (tapi terlalu rapat kalau untuk offroad):

Ada yang nyeletuk motor ini nggak mungkin masuk Indonesia. Bisa saja sih masuk Indonesia kalau Suzuki berani menyaingkan motor ini dengan Honda PCX atau NMAX (lama). Karena rasanya harga nggak bakal kurang dari Vario 150.

13 respons untuk ‘Suzuki Saluto 125, cocok jadi saingan Honda PCX atau Yamaha NMAX

  1. Kalau masuk Indonesia pengen laku
    mindset harus dibenturkan dgn Piagio, Scoopy, Fino,
    Dan bukan berdasar pada range harga
    Melainkan pada desain dan garis desainnya
    Hapuskan itu Nex
    Jadikan ini sebagai motor murah Suzuki, tanpa mengurangi fitur, performa dan kualitas
    Ground clearance harus tinggi dan tertinggi dikelasnya, bisa diakali dengan memasang velg minimal 13 inchi.
    Plus diimbangi suspensi yang ajaib. Stabil di kecepatan tinggi, namun bantingan gak bikin sakit perut atau membuat biji panas & berbenturan saat melibas track buruk.
    Agar bisa melibas jalanan rusak, maupun jalanan yang sengaja dibikin rusak (pemasangan polisi tidur/speed bump/ speed trap yang sembarangan)
    Jual “gimmick” retro modern termurah, ternyaman, terlengkap dibandingkan produk eropa maupun sesama Jepang

    Eh,
    tapi sepertinya kalau untuk bersaing dengan Y & H gak mungkin deh. Karena S selalu “melawan” keinginan pasar/konsumen.
    Kadang berpikir, apakah memang ada “kesepakatan rahasia” bahwa H harus no.1 dan Y no.2 dalam berbagai hal

    Suka

    • Nex lumayan laku lho dibanding Suzuki yang lain. Model cukup lumayan. Untuk suspensi sebenarnya punya spin sudah bagus. Stabil di kecepatan tinggi, enak di kecepatan rendah atau jalan kerinting, asal tidak untuk melabrak polisi tidur.

      Tapi iya, Suzuki sering merasa sok tahu kebutuhan konsumen.

      Suka

      • iya, nexII memang cukup laku
        mungkin karena ;
        1. loyalis suzuki
        2. nyari matic ramping selain H (beat), plus harganya paling rendah
        3. Model/desain memang sudah agak membaik (mendekati selera konsumen). Mungkin kalau tangki bensin pindah di depan, dan area bawah jok sebagai bagasi. Terus, dek tengah bisa meletakkan galon benar-benar pada posisi center (di jadikan salah satu “selling point”). Hampir pasti peminatnya lebih banyak lagi.

        Suka

          • Sebenernya,
            Mungkin ada yang berpikir punya motor kok buat angkut-angkut macem-macem. Gak sayang sama motornya dll. Lebih baik pesen galon, minta anter sama yang jual, dsb. Lebih murah dan gak ngerusak motor.
            Faktanya, gak semua orang Indonesia itu sejahtera. Gak semua orang Indonesia itu rela keluarin uang lebih, meski mungkin selisih beli sendiri atau di antar penjual bisa 1000-2000 rupiah. Belum lagi misalnya gas 3kg – 12kg antara beli sendiri dengan di antar bisa jauh lebih besar lagi.
            Bahkan Yamaha Lexi pun menggunakan fitur bisa angkut galon sebagai “selling point” mereka. Walau sangat disayangkan penempatannya masih horizontal dan bukan berdiri/vertikal.
            Motor matic seperti inilah yang kurang di sasar oleh para pabrikan. Dimana dek luas untuk bisa untuk membawa galon gas LPG 3kg-12kg secara normal. Fitur bagasi besar, kapasitas tangki BBM besar, kemudahan mengisi tangki BBM ala freego dibutuhkan oleh masyarakat kecil di Indonesia. Terutama di daerah yang pedesaan, dimana motor juga digunakan sebagai motor kerja, “workhorse”, dan ketangguhan serta kehandalan diperlukan.
            Sayangkan konsumen macam ini yang kurang disasar oleh beberapa pabrikan.
            Padahal, potensinya besar, mengingat kesejahteraan, pemerataan fasilitas jalan, SPBU, gas LPG, air bersih masih belum merata di seluruh rakyat & wilayah Indonesia.
            Percaya atau tidak, ada wilayah di Indonesia yang terkenal sebagai kota minyak, dan propinsinya penghasil migas & batubara besar Indonesia, memiliki kilang pengolahan minyak, dan pengisian LPG, namun ironisnya masih kesulitan air, jalanan yang buruk, kesulitan mendapatkan gas LPG, antri panjang di SPBU

            Suka

            • Itu sepertinya menjelaskan motor TVS XL 100 ha ha:

              Tapi iya, memang butuh yang bisa angkut angkut begitu karena punya mobil pun kadang malas karena bisa kena macet kalah tempatnya agak jauh. Beli di tukang antar antara terlalu mahal (karena refil asli) atau nggak yakin sama yang jualan.

              Iya, angkut galon itu mestinya tegak. Ditaruh miring berceceran.

              Setuju, tangki bensin juga sangat penting. Dan sepertinya sudah terkonsep kalau matik itu cuma untuk dalam kota. Padahal sekarang banyak yang dipakai lebih jauh juga. Motor matik yang lincah dan tangkinya besar lebih sip.

              Iya, tempat produksi minyak ada yang kesulitan BBM.

              Suka

            • Sory bro, dek lega bisa angkut galon vertikal sama ban besar (14′) hampir mustahil, kecuali kayak ini ban 10′ masih bisa desainnya
              Ntar dibikinin matik ban kecil (non vespa desain) dikatain motor indiahe

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.