Oli mesin PAO tanpa esternya itu jelek daya pelicinnya + efeknya ke mesin


Penulis merupakan salah satu orang yang skeptis dengan pemakaian oli diesel di motor. Menurut penulis, kalau pabriknya sama, maka kemampuan oli diesel yang dipakai di motor itu kalah bagus dibanding bila pakai oli motor.

Tapi kan oli dieselnya PAO?

Kalau pakai PAO, daya pelumasan / lubricitynya pasti bagus dong?

Enggak, kebetulan barusan bro Andri Eldana kasih penulis link yang bagus banget yang menjelaskan secara eksplisit hal ini.
Noria Corporation – Polyalphaolefin (PAO) Lubricants Explained

Diperlihatkan bahwa oli PAO bisa memberikan perlindungan baik walau pada suhu tinggi:

Tentu harus diingat bahwa suhu kerja motor itu rata rata di bawah 100°C. Jadi oli mineral itu kalau untuk motor masih cukupan.

Oli PAO sendiri disebut sangat nggak polar. VI nya tinggi, yang artinya kalau panas nggak bakal encer banget atau masih lebih kental dari bahan lainnya. Oli juga bagus karena di suhu rendah masih tidak membeku. Tahan oksidasi lebih baik, tapi tetap bisa kompatibel (tidak bikin masalah) ketika dicampur sama oli mineral.

Kelemahannya disebut bisa membuat seal mengkerut dan susah melarutkan aditif yang umum dipakai. Untuk bisa mengurangi itu harus dicampur dengan ester. Oli PAO juga sulit terdegredasi saat jadi sampah. Harga bahan juga sangat mahal.

Ada lagi kelemahan yang fatal, yaitu:

– Lower natural lubricity than mineral oil, Polyalphaolefin base oil not necessarily less wear than mineral base oil (additive-dependent property)
– very non-polar problems(low natural solvency, additive solubility, lower lubricity and film strength)

oli PAO disebut lebih nggak licin daripada oli mineral. Tergantung dari aditif, pakai oli PAO tidak berarti ausnya lebih sedikit daripada pakai oli mineral.

Oli disebut punya masalah karena sangat nggak polar. Ini menyebatkan daya pembersih dan daya larut terhadap aditif lemah. Jadi kalah licin dan film strength lebih lemah.

Lalu efeknya apa?

Kita lihat dulu apa sifat dari oli mesin dari grafik berikut. Sumbu datar anggap saja rpm nya motor (bisa juga kekentalan, kebalikan dari beban atau kebalikan dari suhu), dan sumbu tegak adalah hambatan.

Di rpm di bawahnya rendah, gesekan antar logam menjadi penyebab hambatan. Sementara itu di rpm tinggi kekentalan oli lah yang jadi penyebab hambatan.

Oli yang lebih licin itu punya film strength yang lebih kuat. Ini seakan membuat grafiknya digeser ke kiri:

Kasarannya untuk beban yang sama atau rpm yang sama, suara mesin akan lebih halus karena gesekan lebih sedikit. Oli licin punya sifat polar kuat sehingga akan menempel ke permukaan logam lebih kuat:

Efeknya kira kira sama dengan produk aditif oli eco racing, yang dari pabrik aslinya menunjukkan bahwa efeknya paling besar di rpm rendah:
Aditif Eco Racing Nano Tech ternyata sebenarnya cuma MoDTC yang nambah irit cuma 1,7%, apa lagi konsekuensinya?

Namun ingat bahwa aditif seperti itu terutama punya efek ketika logam sama logam sudah ketemu langsung (tanpa ada oli diantaranya)
Piston ring tribology

organomolybdenum compounds MoDTC and molybdenum dithiophosphate (MoDTP) strongly reduce the coefficient of friction under boundary lubricated sliding conditions

Boundary lubrication:

Oli licin akan punya efek terutama di mixed dan EHL.

Ingat juga bahwa kalau kebanyakan aditif seperti itu efeknya tidak bagus. Link yang sama memberikan solusi sebagai berikut:

Must blend in 5 to 20 percent ester base oil for seal swell, additive solubility and lubricity

Harus dicampur sama oli ester. Jadi baru setelah dicampur dengan oli ester, kemampuan oli PAO bisa meningkat.

Lalu kembali ke HDEO. Dari penjelasan di atas penulis harap sudah pada setuju kalau PAO nggak pakai ester itu jelek daya pelicinnya. Dan ternyata, dari analisa reverse engineer oli berdasarkan pengujian lab SuperMajor oleh Cauthelia Nandya di tahun 2014, oli HDEO yang pakai PAO pada nggak pakai ester semua:
Daftar oli mesin PCMO, HDEO dan MCO yang cocok atau tidak cocok untuk kopling basah beserta informasi base oilnya

Heavy Duty Engine Oil
Company Name Viscosity Grade MTBF (Km) MTBF (Hours) MTBF (Years) Base Stock Wet Clutch
Amsoil OE 10W-30 5,000 N/A 1 VHVI Fully Synthetic Yes
Amsoil OE 15W-40 5,000 N/A 1 VHVI Fully Synthetic Yes
Amsoil Premium Diesel 5W-40 25,000 600 2 PAO + VHVI Yes
Amsoil Premium Diesel 15W-40 25,000 600 2 PAO + VHVI Yes
Amsoil Series 3000 10W-30 15,000 N/A 1 VHVI Fully Synthetic Yes
ExxonMobil Mobil Delvac 1 ESP 5W-40 25,000 500 2 PAO + VHVI Yes
ExxonMobil Mobil Delvac 1 LE 5W-30 25,000 500 2 PAO + VHVI No
ExxonMobil Mobil Delvac MX 15W-40 8,000 200 1 Mineral Yes
ExxonMobil Mobil Delvac Super 1300 10W-30 8,000 200 1 Mineral Yes
ExxonMobil Mobil Delvac Super 1300 15W-40 8,000 200 1 Mineral Yes
Pertamina Fastron Diesel 15W-40 15,000 N/A 1 VHVI + Mineral Yes
Pertamina Meditran SC 15W-40 8,000 N/A 1 Mineral Yes
Pertamina Meditran SX 15W-40 8,000 N/A 1 Mineral Yes

Jangan tanya penulis alasannya apa, penulis juga nggak tahu kenapa. Tapi itu faktanya.

Jadi kesimpulannya tetap, rugi pakai oli HDEO untuk motor, walau bahannya PAO.

Tapi ada yang menambahkan minyak goreng dan merasa puas:

19 Februari 2019 – NN – Saya pengguna oli sesat sejak 2016, dari mulai Mesitran SX, Fastron Techno,Fastron Diesel, sampai saat ini Delvac 1 MX, untuk motor megapro 2005 mesin modif 230cc, kendala pada pemakaian oli adalah menguapnya oli karena suhu mesin ekstrim padahal sudah ditambah oil cooler. Dalam sebulan bisa berkurang 200cc. Yang paling sedikit menguap adalah Delvac 1 MX, suara mesin memang lebih kasar tapi responsif. Saya membaca dari beberapa artikel bahwa penambahan minyak goreng maksimal adalah 20%, maka saya mencobanya walaupun umur oli sudah 3 minggu setelah pemakaian. kapasitas oli motor adalah 1200cc karena ada penambahan oil cooler dan antisipasi penguapannya, saya tambahkan minyak goreng merk Fortune (krn didapur adanya itu), oli dalam bak oli diukur ulang dengan stik oli, trus disedot dengan suntikan bekas tinta printer untuk memastikan oli kira2 1 liter trus baru tambahkan minyak goreng 200cc. kemudian motor dihidupkan, 2 detik pertama mesin masih kasar detik ke 3 langsung senyap. Sore itu langsung tes luar kota perjalanan 100Km,
Yang terjadi,,,Mesin lebih halus, dan lebih responsif, untuk putaran tinggi sangat mudah, getaran motor berkurang, jadi nyaman rasanya. Sampai rumah cek oli kembali , ternyata tidak berkurang dan warna oli masih bagus ketika dites dengan tisu.
Saat ini pemakaian sudah bulan ke 2 dengan oli dan aditif minyak goreng tsb, Interval pergantian oli biasanya 3 bulan atau kalo suara sudah kasar. Sampai saat ini masih sangat nyaman dan ketinggian oli masih minim banget penguapannya.
Semoga bisa memberi inspirasi bagi teman2. Walaupun saya tahu ada pro dan kontra. Kalo anda belum pernah mencobanya, maka anda tidak akan bisa menilainya.
Salam LDIC

9 respons untuk ‘Oli mesin PAO tanpa esternya itu jelek daya pelicinnya + efeknya ke mesin

    • info dari mana itu? Mestinya nggak cuma Honda saja yang pakai diasil. Kalau sampai ada pengecualian, mestinya sudah disebut oleh Noria. Saya juga tidak menemukan info bahwa PAO lebih cocok untuk diasil. Menurut saya itu hoax.

      Suka

  1. intinya, mending pake oli yg basicnya mineral aja, plus kasih migor biar licin kayak oli yg lebih mahal, dan ganti olinya sebelom waktu tempuh yg disarankan manual book.

    sbg catatan, jupie z 110 ane pasca oversize 150 daya tahan olinya (mesran super) susah untuk dipaksa diatas 1.500 km meskipun dah dikasih migor, dg pemakaian optimal jaraknya sekitar 900-1000 km aja terasa enaknya. mungkin lantaran dipake tiap hari PP 44 Km dg lebih sering dipake kencang, sehingga oli lebih cepat mendekati “eol”, pun juga karena oversizenya lumayan sementara boring masih standar sehingga jadi tipis, mesin lebih panas.

    Suka

    • Iya 🙂

      Mestinya ganti oli sesudah yang disarankan pabrikan juga bisa.

      Wah, kalau cuma 1500 km berarti memang panas itu yang jadi bikin oli tidak awet. Mungkin lebih cocok pakai macam fastron techno atau oli GTL (grup III+ / VHVI) yang lain. Kalau untuk kencangnya mestinya nggak masalah.

      Suka

      • fastron techno yg bisa buat bebek kopling basah kayaknya yg ungu Om, yg SAE 15W-50 tapi harga oli pertamina fastron series sekarang tergolong mahal banget kenaikannya cukup tinggi, dulu pft ijo aja masih dapet 65 rebu sekarang 80an rebu

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.