Bahas film strength oli mesin kok disuruh UoA dan lihat buku kitabnya teknik kimia


Pada saat menjawab pertanyaan bro Andri Eldana, penulis sempat emosi karena ada yang pakai referensi bukunya kuliahan, tepatnya buku teknik kimia:

Awalnya bermula dari pertanyaan bro Andri Eldana berikut ini:

Data darimana film strength MD1 itu kecil?

MD1 maksudnya adalah Mobil Delvac 1. Penulis sudah menjelaskan sebelumnya bahwa menurut penulis film strength oli diesel itu jelek. Saat itu penulis memberi jawaban dengan memberikan gambar berikut ini. Penulis tandai bahwa PAO itu low lubricity:
Orang tahu oli sintetik itu daya pelumasannya baik tapi tidak tahu itu kecuali PAO yang justru jelek

Bro Andri Eldana tidak setuju, dan memberikan link berikut:

Link tersebut adalah link ke websitenya Noria:
Polyalphaolefin (PAO) Lubricants Explained

Alasannya sebagai berikut:

PAO coatingnya medium dan seal compatibilitynya above average. 2 point itu yg menurut saya definisi dari film strength. Atau tepatnya lebih mendekati. Saya sungguh bingung pak 🙏🏿

Penulis tetap ngotot bahwa film strength dari PAO itu lemah dengan menunjukkan catatan di bagian bawah artikel di websitenya Noria tersebut:

Problems – very non-polar (low natural solvency, additive solubility, lower lubricity and film strength)

Penulis terjemahkan sebagai: oli PAO itu punya sifat sangat non polar. Oleh karena itu mempunyai daya larut yang lemah, termasuk untuk aditifnya (solvency = daya larut, solubility = daya larut). PAO juga punya lubricity (daya pelicin) dan film strength lebih rendah.

Diskusi berlanjut, namun sepertinya tidak bisa sepakat.

Lalu kemudian ada yang menyeletuk:

Semua pelumas itu punya sifat bipolar, sama aja gak ada beda

bisa buka buku organic chemistry dan perrys engineering book.. karena memang ada dimata pelajaran kimia organik dan operasi teknik kimia

Kalau mau yang versi generalnya bisa dipelajari sifat surfactant. Oh ya BTW kalau mw bisa baca tentang Amphiphilic molecules

Untuk melihat sejauh mana hipotesa atau mungkin ingin membuktikan keampuhan dari pelumasnya bisa dengan uji lab UoA misalnya

Namanya tidak terbaca dari komputer penulis, tapi namanya Cecep Rusdi:

Penulis sangat tidak setuju dengan pernyataan pertama. Disebut semua pelumas punya sifat bipolar, dan kemudian disebut sama aja nggak beda. Bagi penulis ini hal yang tidak masuk akal.

Di link sebelumnya disebut PAO punya sifat yang sangat non polar. Ini penulis terjemahkan sebagai PAO masih termasuk polar, cuma lemah banget. Mungkin benar bipolar, tapi lemah banget. Menurut Noria, ini bikin ada keunggulannya dan ada kelemahannya:

Polyalphaolefin does not contain ring structures, double bonds, sulphur, nitrogen components or waxy hydrocarbons. The absence of these structures and materials results in a very non-polar base oil with a high viscosity index (of approximately 130), excellent low-temperature flow and pour-point characteristics, good oxidation stability and compatibility with mineral oils, paints and seals commonly found in lube oil systems. Because of their controlled structure, PAOs do not contain lighter, more volatile (small) hydrocarbons. This lowers their volatility, creates less hydrocarbon tailpipe emissions and raises the flash point.

However, nothing is perfect, and polyalphaolefin base oils do have a few negative characteristics. These include the tendency to shrink seals and trouble dissolving common oil additives. Therefore, they are commonly blended or combined with organic ester synthetic base oils to provide a blended base oil that does not have these negative characteristics. Polyalphaolefins also have poor fire resistance and biodegradability.

Apa maksudnya “sama aja nggak beda”?

Begitu penulis baca komentar disuruh pakai referensi buku kuliah, penulis langsung emosi. Karena ini membuat penulis teringat cerita lama saat “diskusi” di grup LDIC. Mereka suruh buka buku kuliah dengan topik tribologi. Penulis coba cari online dan menemukan banyak buku tribology, termasuk juga yang di books.google.com, dimana kita bisa lihat cuplikan buku yang harganya jutaan. Penulis copas 100% nggak dimodif. Tapi yang penulis copas itu dibantah. Menurut penulis itu nggak masuk akal dan ini jadi luka lama.

Kita lewati dulu. Lalu soal disuruh test UoA. UoA adalah used oil analysis, analisa oli bekas yang biasanya harus dibarengin dengan VoA, virgin oil analysis atau analisa oli baru.

Penulis tidak setuju UoA dipakai untuk menguji film strength. Memang yang duuji di UoA apaan sih? Di UoA hasil berikut ini yang bisa dilihat:
Mengenal dasar pelumasan, ada saat dimana perlindungan tidak ditentukan oleh anti wear

Dari situ yang ditunjukkan contohnya adalah wearnya, aditifnya, fuel dilution, dan kebocoran coolant. Nggak ada film srength.

Lha itu ada wear?

Di oli, yang tugasnya mengurangi wear itu adalah anti wear. Noria juga sependapat. Mengurangi wear itu jadi tugasnya anti wear dan aditif Extreme Pressure:
Tribology Explained

Penulis sudah jengkel, ya sudah, penulis pilih berhenti diskusi.

Namun hari ini penulis ternyata dapat pinjaman buku yang dimaksud (buku perry). Ok, penulis lupakan luka lama dan mencoba positif thinking, barangkali informasinya benar. Perry merupakan buku pegangan utama mahasiswa yang belajar di jurusan teknik kimia.

Perry’s Chemical Engineers’ Handbook

Penulis coba cari kata kata bipolar. Ternyata nemu banyak, tapi kok beda dari yang dimaksud?

Penulis coba cari kata surfactant, tapi kok nyasar juga?

Penulis coba cari kata Amphiphilic, langsung copas, tapi lho kok nggak nemu?

Penulis coba cari kata polyalphaolefin, lho nggak nemu juga:

Cari di index, lho kata itu juga nggak ada:

Cari kata tribology ada, tapi nggak sesuai harapan:

Cari kata lubricity juga nggak sesuai harapan:

Cari kata viscosity index cuma nemu satu dari ribuan halaman!

Rasanya ini buku lebih banyak bahas mesin produksi. Bener nih ini buku dipakai referensi untuk dunia perolian?

Senjata terakhir, cari kata kata yang dimaksud, film strength, tapi lho nggak ada juga

Padahal film strength itu penting di pelumasan:
The Importance of Lubricant Film Strength

Dan luka pun bertambah. Disuruh cari buku kuliah, eh begitu dicari beneran, nggak ada pembahasan soal pelumas, atau PAO, atau film strength. Setahu penulis teknik kimia itu mempelajari cara bikin pabrik, sehingga yang dibahas adalah proses produksi atau cara produksi. Kalau untuk kimia beneran, jurusannya adalah ilmu kimia. Buku cara buat pabrik menurut penulis nggak bisa dijadikan referensi oli mesin.

Maaf penulis nggak kasih screenshot buku perrynya, semoga paham alasannya. Edisi ketujuh.

Artikel tentang film strength:
Ini alasan mengapa film strength jauh lebih penting daripada kadar moly atau ZDDP

Bantahan bro rusdi cecep:

Pak Aji Condro siapa yang bilang film strength dicari di perry? Saya kasih 1 M kalau saya yang buat statement bgtu, tapi kalau bukan Anda bisa saya tuntut loh..
Cek aja ke atas saya bilang mengenai kepolaran bisa dipelajari di Kimia Organik,
Ketahui dahulu bentuk molekulnya yang menyebabkan bahwa lubricant bisa memiliki dua kepolaran atau amphipilic, jika ingin masukan kedalam perhitungan engineering bisa mekihat perry’s sebagai acuan tabel perhitungannya..
Kasih saya SS kalau saya mengatakan film strenght ada di perry
Saya kira pak Aji ini tidak bisa memahami konteks diskusi ilmiah sehingga kita lebih baik menutup saja karena dirimu gak faham konsep dasar kimia dan molekul..
Hal yang gak bisa didapetin dari artikel majalah atau bahan marketing
Maaf dan terima kasih

Postingan bro rusdi cecep sebelumnya:

Sementara suatu pelumas itu dinilai setelah tercampurnya base dan adpack

Semua pelumas itu punya sifat bipolar, sama aja gak ada beda

bisa buka buku organic chemistry dan perrys engineering book..
Tidak ada linknya karena harga bukunya mayan
Kalau mau yang versi generalnya bisa dipelajari sifat surfactant

Harus diingat bahwa pembahasan adalah soal film strength. Dari sumber yang diberikan oleh bro Andri Eldana disebutkan bahwa PAO bersifat sangat non polar. Sementara itu ia mengklaim semua pelumas sama saja, gak ada beda. Padahal pada diskusi yang dilakukan, penulis tidak menyebut bahwa PAO bersifat non polar, yang bilang begitu adalah bro Andri Eldana.

Dari referensinya bro Andri Eldana bisa disimpulkan bahwa oli itu bipolar, tapi kekuatannya beda beda. Jadi mengklaim semua oli sama saja nggak ada beda itu adalah hal yang salah salah.

Data sifat polar ditunjukkan sebagai beriktu:
Lube-Tech – New base oils pose a challenge for solubility and lubricity

A Simple Explanation of Viscosity Index Improvers

Terlihat oli mempunyai sifat polar yang tidak sama / berbeda.

Yang jelas tetap buku perry itu tidak relevan untuk diskusi oli. Disebut bila ingin melakukan perhitungan engineering bisa pakai acuan perry. Menurut penulis nggak masuk akal karena PAO tidak disebut di buku tersebut. Mau hitung apanya?

9 respons untuk ‘Bahas film strength oli mesin kok disuruh UoA dan lihat buku kitabnya teknik kimia

  1. Setahu saya perry ga pernah bahas mengenai pelumasan mesin otomotif. Kalo untuk surfactant air (water) dan pelumasan pompa memang ada. Buku perry memang handbook nya tekim

    Suka

    • Spek sepertinya tidak mensyaratkan film strength, film strengthnya hanya dari kekentalan saja. Padahal bahan beda maka film strength bisa beda walau kekentalan sama.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.