Apakah film strength oli mesin bisa diperbaiki dengan aditif? Tidak, kecuali minyak goreng


Artikel ini menjawab pertanyaan dari bro Andri Eldana:

Anda menilai oli hanya dari base oil

Sekaligus membantah komentar berikut, dari bro rusdi cecep yang sebelumnya menyarankan belajar oli dari buku perry:

Sementara suatu pelumas itu dinilai setelah tercampurnya base dan adpack

Dan harus selalu di ingat, pelumas itu kesatuan base dan adpack kemudian dibuktikan dengan berbagai test dan sertifikasi

Yang perlu diketahui bahwa saat itu yang dibahas adalah film strength atau daya pelicin dari oli mesin. Soal film strength akan dijelaskan selanjutnya, yang jelas jangan diasumsikan seperti berikut ini

Gambar ini bikin salah persepsi soal oli sintetik

Pernyataan di atas mengesankan bahwa film strength dari oli bisa ditingkatkan dengan aditif. Intinya adalah mereka berdua tidak percaya dengan pernyataan di website berikut:
Noria Corporation – Polyalphaolefin (PAO) Lubricants Explained

Must blend in 5 to 20 percent ester base oil for seal swell, additive solubility and lubricity

Link ini diberikan oleh bro Andri Eldana:

Dijelaskan pada link tersebut bahwa PAO harus ditambahkan dengan 5 hingga 20 persen bahan oli ester untuk memperbaiki melarnya seal, bisa melarutkan aditif dan daya pelicin. Dengan kata lain kalau tanpa ester, maka PAO itu olinya nggak licin dan film strengthnya nggak bagus, walau sudah ditambahi aditif lain.

 

Ok lah, kita turuti saja, anggap saja link itu link sampah. Tetap jadi pertanyaan, adpack atau additive pack apa yang bisa memperbaiki film strength?

Sebelum membahas ini kita harus sepakat dulu tentang apa itu film strength. Sebetulnya sudah pernah penulis bahas, tapi penulis copas saja biar gampang dimengerti. Berikut penjelasan versi 540 RAT:
MOTOR OIL ENGINEERING TEST DATA by 540 RAT

the normal flow of oil between the crank journals and rod or main bearings, is “liquid” oil. And the “liquid” oil in that hydrodynamic wedge is incompressible, just like any liquid is. For a crank journal to ever touch the bearings, the oil has to be reduced to only a film, and that film has to be PENETRATED. Because of course, to achieve metal to metal contact, and thus wear/damage, you have to go THROUGH the oil’s film strength to get there.

If conditions cause a flow of liquid oil to be squeezed out of the way, you are right back to being left with only an oil film, and the need for good film strength. And this is PRECISELY why we perform OIL FILM STRENGTH testing. The ONLY thing that separates one oil from another oil, in terms of wear prevention, is the DIFFERENCE between their film strength capabilities. So, if an oil has sufficient film strength capability, then you are good to go when it comes to wear protection, no matter how much zinc is present.

Katanya film strengthnya oli itu adalah yang bisa mecegah ketemunya logam dengan logam. Sebelum terjadi logam ketemu logam (yang efeknya bikin aus atau rusak), logamnya harus merusak film strengthnya oli dulu. Disebut satu satunya yang membedakan kemampuan oli untuk mencegah aus adalah kemampuan film strengthnya. Kalau film strengthnya bagus, maka perlindungan terhadap aus akan bagus, tidak perduli berapapun kandungan zincnya (aditif anti wear).

Jadi intinya begitu olinya sudah nggak kuat, maka akan terjadi logam ketemu logam. Bila ini terjadi, maka aditif anti wear yang akan mulai bekerja. Seperti dijelaskan oleh profesor Widman:
Selection of the Right Motor Oil for the Corvair and other Engines By Richard Widman

When the oil is displaced completely, the lubrication is provided by the anti-wear additives. These polar compounds are attached to the metal surfaces, although they can be stripped off by continued use in this mode (starved for oil) or fuel in the oil.

Disebut juga bahwa aditif anti wear nggak bisa melindungi terus menerus karena lama lama kan habis tergerus.

Ingat juga grafik sebelumnya, dimana ditunjukkan bahwa aditif anti wear bekerja ketika logam bertemu logam yang bisa terjadi bila rpm terlalu rendah, oli terlalu encer, beban terlalu besar atau film strength terlalu rendah:

Ilustrasi tahap pelumasan:

 

Jadi aditif anti wear dan aditif extreme pressure (aditif yang biasa disebutkan baru bekerja pada suhu sangat tinggi) bukanlah solusi untuk memperbaiki film strength.

Lalu apa yang bisa? Kalau dari penjelasan profesor Widman, aditif tersebut adalah ester atau fatty acid:
Selection of the Right Motor Oil for the Corvair and other Engines By Richard Widman

Friction Modifiers: Every oil is designed for a specific purpose. In general, motor oils are designed to be as slick as possible and to reduce friction as much as possible. These are generally esters (group V synthetic) and fatty acids whose molecules also attach to the metallic surfaces to reduce friction during sliding action. If the contact is heavy they are pulled off, allowing friction and wear unless there are enough anti-wear additives to take over. Friction modifiers or better base oils reduce the dependence on ZDDP.

Disebutkan bahwa oli didesain untuk bisa selicin mungkin dan mengurangi friksi sebanyak mungkin. Yang bisa begini adalah bahan oli ester dan fatty acid, dimana molekulnya akan menempel pada permukaan logam untuk mengurangi friksi ketika logam saling sliding. Baru ketika beban terlalu berat lapisannya akan hilang dan akan terjadi friksi atau aus kalau anti wearnya nggak cukup. Keduanya termasuk friction modifier. Adanya keduanya atau bahan oli yang lebih baik akan mengurangi kebutuhan ZDDP.

Jadi disini jelas bahwa kerja ester tidak bisa digantikan oleh anti wear (ataupun aditif extreme pressure). Yang bisa menggantikan ester adalah fatty acid.

Fatty acid apa yang termasuk di dalamnya?

Link berikut memberikan tiga contoh, yaitu stearic acid, elaidic acid dan oleic acid:
FRICTION MODIFIER ADDITIVES, Hugh Spikes, Tribology Group, Imperial College London, UK, backup

Efeknya lumayan besar. Penambahan sangat sedikit bisa sangat mengurangi friksi:

Palmitic acid juga disebut:

One aspect of OFM behaviour that has appeared intermittently in the literature is that of “chain matching”. This is improved performance in terms of friction reduction, wear and seizure when the number of carbon atoms and thus the chain length are similar for both the OFM and solvent; for example it was found that that palmitic (C16) acid can give lower friction than C14 or C18 acid in hexadecane.

Kebetulan minyak kelapa sawit (minyak goreng) mengandung ketiganya:

Ini yang jadi alasan penulis menambahkan minyak goreng ke oli mesin.

Link di Noria sempat menyebutkan bahwa film strength dipengaruhi sifat polar oli. Data sifat polar ditunjukkan sebagai berikut:
Lube-Tech – New base oils pose a challenge for solubility and lubricity

A Simple Explanation of Viscosity Index Improvers

 

Alasan penulis mengatakan “tidak” di judul adalah karena aditif yang biasa dikenal orang kan ZDDP dan EP (moly, titanium, dst). Dan dijelaskan di referensi di atas, keduanya bekerja di situasi yang berbeda dan tidak bisa menggantikan fungsi dari ester ataupun fatty acid.

Dari yang penulis tahu, tidak ada orang yang berjualan aditif ester ataupun fatty acid (minyak goreng kan tinggal ambil di dapur). Jadi penulis simpulkan bahwa adpack tidak meningkatkan film strength.

Di referensi di Noria (referensi yang diberikan bro Andri Eldana) sudah jelas disebut PAO baru ok lubricitynya bila diberi ester. Menurut penulis ini artinya film strength oli bahan PAO bakal tetap jelek walau sudah ditambah aditif apapun bila tidak ditambah dengan ester.

Kandungan ester pada oli bisa dilihat pada daftar berikut:
Daftar oli mesin PCMO, HDEO dan MCO yang cocok atau tidak cocok untuk kopling basah beserta informasi base oilnya

 

Disebutkan juga bahwa film strength bisa di tes (analisa oli) dan sertifikasi. Dijelaskan sebelumnya bahwa untuk analisa oli, tidak ada pengujian film strength. Jadi bakal percuma kirim sampel oli:

Untuk sertifikasi juga meragukan. Karena saat dicari di astm.org, tidak diketemukan metode pengujian lubricant (pelumas) untuk film strengthnya oli:

Untuk lubricity juga tidak ada:

Kalau untuk anti wear ada:

Kalau metode pengujiannya saja nggak ada, apa yang mau didapat dengan melakukan sertifikasi?

Terus mengapa kok disebut kecuali minyak goreng?

Karena penulis nggak tahu apa ada yang jual ester untuk aditif.

13 respons untuk ‘Apakah film strength oli mesin bisa diperbaiki dengan aditif? Tidak, kecuali minyak goreng

  1. Mantap emang MiGor (MG) + Oli!, efek Instan langsung terasa lebih enak kok cuma pada gak pede aja kuatir batal/hangus garansi BeRes! Faktanya untuk klaim tetap ribet proses dan prosedurnya.

    Alhamdulillah, sudah dicoba sampai 50K Km masih pakai MG 10% + Oli 10w40 pada mesin DualVVTi 2.0 dengan siklus ganti tiap 5K dan tetap enak sampai akhir ganti oli.

    Efisiensi tertinggi bbm didapat (normal mode) 1/10-11 dalkot, 1/13-14 luarkot/tol ditambah dengan dukungan teman-temannya seperti CapPro (CP) + Pivot MR + Adadpter MAF eco block. Oli pengaruh juga lho kalau terasa enteng bisa kurangi injakan ke pedal gas 🙂

    Suka

  2. pak, kalo untuk motor bebek yg kapasitas olinya 800ml harus ditambah migor berapa banyak, bikin kopling selip ga dan migor merk apa yg bagus buat aditif oli?

    Suka

  3. […] Hubungan dari pembentukan lapisan film oli lebih mudah dijelaskan bila kita melihat sifat polar dari oli. Bahan oli ester dan oli grup I mempunyai sifat polar yang paling kuat dari yang lain. Sementara itu PAO itu yang paling payah (walau sama sama bipolar), seperti dijelaskan sebelumnya: – Orang tahu oli sintetik itu daya pelumasannya baik tapi tidak tahu itu kecuali PAO yang justru jelek – Sama orang bengkel dan grup oli, PAO dibilang licin, sama lembaga oli tidak – Apakah film strength oli mesin bisa diperbaiki dengan aditif? Tidak, kecuali minyak goreng […]

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.