Kerak dan tidak kompatibel bikin minyak jarak tidak baik dipergunakan untuk aditif oli motor


Bro adhe145 menanyakan kompatibilitas minyak goreng dengan oli mesin. Menanyakan apakah penulis sudah pernah mencoba mendiamkan campuran minyak goreng dengan oli mesin.

Jawabannya sudah. Campuran tetap tidak terpisah walau didiamkan lebih dari sebulan. Dari referensi, kompatibel merupakan salah satu keunggulan minyak nabati:
Chemical modification of vegetable oils for the production of biolubricants using trimethylolpropane: A review

The major property of any biolubricant is viscosity, which is responsible for preventing friction between two surfaces in contact. Other important qualities of biolubricants include temperature stability, prices, availability, environmental friendliness, toxicity, chemical stability, corrosiveness, flammability, and compatibility.

Sebagai buktinya campuran minyak kelapa sawit dengan oli mesin ada yang meneliti. Contohnya:
Development of engine oil using palm oil as a base stock for four-stroke engines

The blend consists of 50.6% (wt.) palm oil, 41.6% mineral oil, and 7.8% additive package. The properties evaluated include viscosity, viscosity index, flash point, foaming characteristics, and wear scar. The engine performance and emission tests were carried out with a 125-cc motorcycle on a chassis dynamometer using a Bangkok Driving Cycle. Compared to a mineral-based commercial oil, the palm oil-based lubricant exhibits superior tribological properties, but offers no clear advantage on engine and emission performance.

Namun perlu diketahui bahwa ini tidak berlaku untuk castor oil atau minyak jarak. Ini karena minyak jarak mempunyai kandungan yang paling berbeda dari minyak nabati yang lain. Khas karena satu satunya yang punya kandungan ricinoleic acid.
Walau castor oil itu dari bahan nabati, ternyata beda dari yang lain dan aslinya tidak boleh ditambahkan ke oli mesin biasa

Perhatikan juga bahwa kandungan palmitic acid, oleic acid dan stearic acid sedikit. Padahal ketiganya merupakan friction modifier dari pelumas, seperti sudah dijelaskan sebelumnya. Bisa dibandingkan berikut ini:

 

Minyak jarak juga punya kelemahan fatal karena kandungan yang khas tersebut, yaitu jadi tidak kompatibel dengan oli mesin. Ini dijelaskan di oli dengan bahan minyak jarak yang masih diproduksi sekarang:
MORRIS MLR 30, 40, 50 – CASTOR BASED MOTORCYCLE ENGINE OILS

Silkolene Castorene R40.

Note: Castorene R40 is not a detergent grade, and more frequent oil changes are required than with additive treated mineral oils. Castorene R40 must not be mixed with mineral oils.

Pada referensi terakhir disebutkan bahwa oli tidak mengandung detergent. Hal ini wajar karena aditif yang biasa dipakai di oli sekarang tidak bisa dipakai di minyak jarak. Pada contoh berikut disebut ZDDP tidak bisa dipergunakan:
The History of Castor Oil

Another disadvantage with castor based lubricants is that modern chemical additive systems cannot be blended with them. As earlier mentioned, castor is highly polar, but the film strength or load carrying capacity is much lower than a mineral oil treated with ZDP.

Lalu minyak jarak juga disebutkan menghasilkan kerak lebih banyak:

On the negative side there was a problem with excessive gum deposits resulting in almost continual oil changes, whilst also sharing the same problem encountered with mineral oils that being high viscosity at low temperatures and a very rapid drop of viscosity as temperatures increased. The problem of excessive gum deposits due largely to very poor oxidation stability

Penyebabkan karena pembentukan varnish:
Access Norton Motorcycle Forum – Castor oil

Although bean oil is very slick and a good lubricant. heat tends to make it form varnish on the pistons, especially in the ring and ring land areas.

CASTOR OIL

These esters do not even begin to decompose until the temperature hits about 650 degrees F (343 deg C). Castor oil forms huge molecular structures at these elevated temperatures – in other words, as the temperature goes up, the castor oil exposed to these temperatures responds by becoming an even better lubricant! Unfortunately, the end byproduct of this process is what we refer to as “varnish.” The synthetic burns or simply vaporizes, but castor oil decomposes into a soft varnish.

 

Sebenarnya ada cara untuk membuat minyak jarak bisa tercampur sempurna dengan oli mineral:
CASTOR OIL

Castor oil is not normally soluble in ordinary petroleum oils, but if you polymerize it for several hours at 300 degrees F (149 deg C), the polymerized oil becomes soluble. Hydrogenation achieves somewhat the same effect.

Cara hampir sama juga dilakukan 78deka:
Cara Mencampur Minyak Jarak dengan Oli Mesin

Karena ngadimin hanya akan memakai castor oil sebagai additive yang kurang dari 10%, maka menggunakan metode patent yang satunya lagi, yaitu dehidroksilasi melalui pemanaan bertahap saja, tanpa blending agent. Caranya adalah dengan memanaskan bertahap minyak jarak dengan pemanas kompor biasa. nyala kecil 5 menit, nyala sedang 5 menit, sedang besar 5 menit dan terakhir api besar 5 menit. Hasil akhir, minyak akan lebih encer dan berwarna lebih gelap dibanding saat mentah.

Cara ini cukup berbahaya, sehingga ada warning berikut:
Hati-Hati Mengolah Minyak Jarak, Salah Sedikit… Boom!!

Bagaimana hasilnya?
Review Sesaat Penambahan Minyak Jarak 5% Ke Gulf Max SL 10-40 ( 2 bulan ) Satria F150

pengujian di motor suzuki satria F150 yang mana oli mesinnya memakai gulf max sl 10-40 yang sudah berumur 2 bulan atau 2000 km. Sebelum perlakuan, satria F150 ini ada sedikit keluhan bahwa saat dibawa turing jarak jauh atau 2 jam perjalanan, suara menjadi lebih kasar walau performa tetap oke. Intinya secara performa dia puas, hanya terganggu suara lebih kasar saat dipakai lebih dari 2 jam daripada saat kondisi mesin awal hidup.

Baru malam harinya ditest dengan cara berkeliling kota bogor sejauh 10 km berboncengan. Motor dipakai secara agresive, ada celah kosong betot….mesin diajak main rpm tinggi sekitar 9000-10.000 rpm jika ada kesempatan. kemudian merayap pelan saat kondisi macet.

Disinilah berbedaan mulai nampak. suara lebih kasar saat kondisi panas terminimalisir, shifting gera enak, netralin walau sering miss tapi berhasil dan nggak keras, suara cklak-cklak khas satria fu berkurang. Respon mesin enteng seperti karakter gulf sae 10-40 di satria F150, tapi suara mesin menjadi lebih adem….noisless…. bahkan saat sudah menempuh 10 km dengan kondisi padat dan macet, suara benturan kem dengan shim klep menjadi halus ( pemakai satria pasti paham ).

Bagaimana dengan kerak?
Review Gulf Superfleet+Minyak Jarak 5000 KM Di Suzuki Skywave

Kemudian yang paling mengganggu pikiran ngadimin adalah soal pembentukan gum atau lapisan sejenis plastik yang dihasilkan oleh minyak jarak saat terjadi pemanasan diatas 250°c. Walaupun sebelum dicampurkan sudah dilakukan deguminasi sederhana, tapi pertanyaan itu tetap hadir.

Sayangnya pengecekan dilakukan di filter oli. Menurut penulis suhu oli mesin mestinya tidak akan sampai di atas 250°c.

Untuk sementara, pengecekan pembentukan gum ngadimin indikasikan dari kotoran di filter oli. Beruntung semua motor suzuki menggunakan filter oli, bukan hanya stainer. Setelah dicek, filter oli yang masa pakainya selama 12.000 km bisa dilihat gambar diatas. Tidak terlalu banyak kotoran kasar, tidak terlihat lendir gum, tidak terlihat butiran logam. Hanya nampak lebih gelap warnanya, menandakan hasil saringan additive oli yang terbakar menjadi lebih hitam.

Jarak tempuh 5000 km juga ngadimin anggap cukup bukti bahwa minyak jarak mau diajak longdrain. Padahal tingkat oksidasi minyak jarak kurang stabil dibandingkan oli. Kenapa kok bisa 5000 km? Keberadaan additive oli adalah jawabannya. Minyak jarak kurang tahan oksidasinya jika berdiri tunggal. Saat dicampur dengan oli mesin, disitu kan ada additive salah satunya anti oksidan. Jadi minyak jaraknya “numpang” ikut memakai antioksidan.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa minyak jarak bisa memberikan hasil positif. Sayangnya harus membutuhkan pemanasan sebelum ditambahkan dan soal kerak masih belum bisa diverifikasi.

Hasil yang dicapai kira kira sama dengan hasil testimoni pemakaian minyak goreng:
Testimoni dari yang pakai minyak goreng sebagai aditif oli mesin sangat positif

btw, ada yang sharing bahwa campuran minyak jarak dan bensin di motor 2 tak bikin karbu berkarat:
Castor based oil and gasoline

A friend came over the other day with a hedge trimmer and a grass trimmer which he couldn’t start. I dismantled the carburettors and found them badly corroded. He had been nice to the engines, and had used the best oil he could find, Castrol R, which obviously don’t work too well with modern gasoline!

Anyone have an idea what has happened?

Menurut penulis mending pakai minyak goreng saja. Toh efek sama dan lebih mudah didapat.

12 respons untuk ‘Kerak dan tidak kompatibel bikin minyak jarak tidak baik dipergunakan untuk aditif oli motor

  1. [paste] Menurut penulis mending pakai minyak goreng saja. Toh efek sama dan lebih mudah didapat…

    Turut mendukung berdasarkan fakta, data dan sudah dicoba 🙂

    Terima kasih sharingnya!

    Suka

  2. Salam pak Cahyo, maaf sedikit bertanya tentang kerak di ruang bakar, saya pakai vario 150 FI, pemakaian baru satu tahun dari baru. saat awal belum terjadi gejala gredeg, … setelah 8 bulan gejala gredeg semakin parah, jika habis di service di beres, .. gejala tsb hilang, .. namun setelah sebulan pemakaian (motor dipakai hanya jarak dekat (PP +- 30-40 KM)) gejala gredeg kembali muncul, setelah ada artikel penambahan margarine ke BBM, hal tsb saya coba, .. hari pertama pemakaian, gejala gredeg msh terasa namun sedikit lebih smooth dari sebelum pakai margarine.. hari ke dua terasa lebih smooth dibandingkan hari pertama, hari ke tiga, gejala gredeg ada tp sdh minim dibanding hari pertama dan kedua, padahal motor blm saya bawa ke beres utk di service, pertanyaan saya, apakah gejala gredeg dpt juga diakibatkan dari ruang bakar yg banyak keraknya (saya pakai BBM pertalite), krn selama ini asumsinya bahwa kampas kopling ganda kotor, .. namun jika saya bandingkan dan perhatikan motor rekan saya, yg seumur pemakaiannya dengan motor saya, tapi gejela gredegnya tidak separah motor saya. dimana rekan saya itu selalu pakai BBM RON95. Jika margarine dpt mengikis kerak akibat kapur barus, apakah margarine dapat juga mengikis kerak di ruang bakar? apakah gejala gredeg timbul sbg akibat dari kotornya ruang bakar? … Terimakasih .. Salam

    Suka

    • wah, saya sama sekali nggak menyangka bahwa pakai margarin bisa mengurangi gredeg !!! terima kasih banyak sharingnya 👍

      Kalau dilihat dari cirinya, iya sepertinya itu karena kerak. Kalau margarinnya menaikkan oktan, maka harusnya dipakai pertama langsung sudah smooth. Tapi ini bertahap, nggak langsung. Berarti ada proses. Dan prosesnya sepertinya adalah mengurangi kerak.

      Kerak akan meningkatkan kebutuhan oktan. Dan oktan bensin pertalite jadi kurang. Setelah kerak dibersihkan maka oktan bensin jadi lebih cukup.

      Salah satu efek oktan bensin kurang adalah busi kadang gagal menyala. Di motor manual ini akan terasa sebagai mesin yang tersendat sendat kalau rpm rendah. Mungkin kalau di motor matik terasa gredeg ya?

      Suka

      • pak Cahyo, seandainya memang krn kerak BBM, logikanya kejadian gredeg akan kontinyu, tidak hanya terjadi pada tarikan awal, selain itu, sedikit sekali saya lihat motor beat (bicara satu pabrikan) dan PCX mengalami gredeg parah seperti vario. apakah hal ini dipengaruhi juga krn berat roller nya? bagaimana jika berat rollernya diturunkan satu atw dua tingkat. krn lihat di Youtube ada solusi yg mengurngi jumlah roller dari enam menjadi 4, tapi tentunya tidak baik utk jangka panjang. terimakasih

        Suka

  3. klo migor & oli compatible & blend berarti anti oksidan yg ada d minyak goreng bs mempengaruhi oli jg yah ato sebaliknya & aditif yg ada d oli bs mempengaruhi migor jg.

    Suka

    • Menurut saya anti oksidannya dari minyak goreng bisa membantu, yang di oli mesin juga membantu. Tapi menurut saya yang membuat oli mesin jadi lebih awet setelah pakai minyak goreng itu karena shear stabilitynya meningkat. Oli jadi nggak gampang rusak karena shear / putaran mesin.

      Jadi oli motor cepat teroksidasi itu karena olinya rusak karena rpm (oli jadi encer banget lalu rusak lalu mengental).

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.