Saat habis lewat banjir, ngerem depan belakang bersamaan ternyata bahaya, CBS juga


Silahkan bila yang berikut dianggap teori, tapi penulis bahas ini karena dari hasil merasakan sendiri. Kasus ini mestinya terjadi pada semua motor yang rem depan cakram dan rem belakang tromol.

Kalau hujan sampai agak deras, kadang kita harus lewat air yang tergenang:

https://www.gridoto.com/read/221656640/agar-motor-enggak-rusak-begini-cara-melewati-banjir-saat-berkendara

Nah dalam situasi seperti itu, kadang kampas rem akan juga basah.

Bisa tebak apa yang terjadi bila kampas rem sampai basah?

Kalau rem depan sih tidak masalah. Mungkin sempat nggak pakem, tapi cuma sebentar. Yang rem belakang tromol yang jadi masalah Karena rem jadi nggak pakem. Tapi kalau ditekan keras maka lama lama jadi pakem atau mendadak jadi pakem.

Yang seperti itu membuat teknik mengerem bersamaan menjadi berbahaya. Mungkin kalau jalan kering dengan menekan kedua rem (depan dan belakang bersamaan) akan membuat kedua rem bekerja berbarengan. Kalau kampas rem sampai basah akan beda reaksinya. Yang belakang nggak akan bekerja cukup lama, mungkin sekitar 2 – 6 detik. Jeda ini cukup lama untuk membuat rem depan bekerja lebih dulu.

Ada beberapa bahaya kalau rem bekerja lebih dulu di saat hujan. Mulai dari yang umum dulu:
– kondisi jalan di saat jalan basah itu beda dengan jalan kering, lebih licin, kadang bisa terjadi juga hydroplanning, dimana ban akan mengambang di atas air:

– Pada saat belum mengerem, beban di ban depan tidak sama dengan setelah melakukan pengereman. Gripnya lebih lemah

– bila pada kondisi tersebut kita ngerem pakai depan dulu, maka resiko ndelosor akan sangat besar. Apalagi bila kita lupa menekan rem sekuat ketika jalan masih kering. Apalagi kalau kebiasaan mengeremnya tidak bertahap tapi langsung di panteng sekian.

– mengerem bersamaan efeknya jadi sama dengan mengerem depan dulu.

Penulis penganut mengerem belakang dulu. Pada saat motor penulis rem belakangnya masih nggak pakem, maka penulis akan tetap pakai rem belakang dulu. Begitu rem belakang sudah mengigit, baru penulis pakai rem depan.

Dengan mengerem pakai cara begini, ngerem jadi pede, walau hujan sederas apapun. Oleh karena itu biasakan mengerem pakai belakang duluan biar nggak lupa pas waktu lagi panik.

Dan tentu saja dalam kondisi seperti ini maka sistem pengereman ala Honda CBS menjadi berbahaya. Karena rem belakang belum bisa berfungsi tapi rem depan sudah ketarik duluan. Dan perhatikan bahwa walau memang tenaganya cuma separuh dari biasanya, di jalan licin bisa jadi itu masih tetap berlebihan.

2 respons untuk ‘Saat habis lewat banjir, ngerem depan belakang bersamaan ternyata bahaya, CBS juga

  1. Salah dari awal.. harusnya yg jadi trigger buat CBS itu handle rem depan.. bukan yg belakang.. ban belakang butuh mandiri..
    coba aja kalo ga percaya.. pake matik honda combro brek sistem meluncurlah diturunan sewaktu hujan dengan jalan sedikit belok tekan rem belakang anda yg dalam tapi tidak perlu kuat2 dijamin kepleset dan gubrak karena ban depan slip..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.