Review eco racing dan bio 1 racing dengan dilelehkan dan dibakar, beda kok


Bro Toni Setiawan memberikan contoh produk Eco Racing asli (ia punya ID member) dan Bio 1 Racing untuk dicoba:

Untuk pertama yang penulis review adalah dari sisi bau dan sifat mereka bila dicairkan dan dibakar. Berikut videonya:

Maaf video kurang sempurna tapi intinya adalah terlihat jelas perbedaan antara eco racing, bio 1 racing dan kapur barus.

Dari sisi bau mungkin ada persamaan. Tapi dari sifat setelah kembali membeku terlihat bahwa kristal yang terjadi bentuknya beda. Sifat setelah membeku lagi juga beda.

Namun bagi penulis yang paling relevan itu adalah ketika dibakar sampai habis. Kerak pembakaran masih ada namun bio 1 racing menjadi yang paling bersih tidak tersisa ketika dibakar. Setelah di lap tisu jadi langsung hilang.

Ini membuat penulis teringat ada testimoni dimana motor yang pakai eco racing keraknya bisa hilang hanya di lap tisu. Mungkin ini adalah saat eco racing masih pakai formula yang sama dengan bio 1 racing. Yang jelas eco racing yang penulis coba kali ini tidak begitu dan masih menyisakan kerak pada sendok.

Sebelumnya pernah ada testimoni bahwa eco racing bisa membersihkan kerak:
Eco Racing Dahsyat Penghemat BBM 30 -50% Untuk Mobil Dan Motor

Motor Shogun tahun 2008, pemakaian ECO Racing 1 bulan, tukang bengkel kaget piston bersih banget, cuma dilap pakai kain tidak pake otot lagi lapnya, tidak perlu di amplas-amplas ruang bakar kinclong, padahal kondisi mesin sudah merembes oli ke ruang bakar, tidak kebayangkan hitamnya kalau udah kondisi begitu, tapi pake Eco racing beh… bandingkan dengan motor sebelahnya tanpa Eco Racing piston nya berkerak.

Tapi terbukti bahwa eco racing yang diuji meninggalkan kerak. Mungkin dulu benar eco racing bisa membersihkan kerak (saat formulator masih di eco racing). Tapi untuk yang sekarang terbukti tidak.

btw, kerak bisa hilang setelah pakai margarin 🙂 .`

Untuk uji performa, penulis berencana pakai bantuan software speed logic lite, yang menurut penulis hasilnya paling konsisten dari software ukur performa yang lain.

Cuma sekarang masih pakai premium. Nanti tunggu sudah stabil pakai pertalite baru akan mulai uji performa aditif bensinnya. Nggak pakai margarin dulu biar keraknya menumpuk dulu, sehingga biar lebih jelas hasilnya.

btw, hasil tersebut payah banget kalau dibanding hasil Honda beat
Data Akselerasi Honda BeAT Street eSP, Lumayan Responsif Nih!

BeAT Street eSP
0-60 km/j : 6,6 detik
0-80 km/j : 12,3 detik
0-100 km/j : 27,9 detik
0-100 m : 8,4 detik (@67,4 km/j)
0-201 m : 13,2 detik (@82,4 km/j)
0-402 m : 21,2 detik (@96,2 km/j)
Top speed spido : 111 km/j
Top speed Racelogic : 100,1 km/j
Konsumsi bensin : 45,3 km/lt

id member bro Toni Setiawan asli di eco racing:

Tidak hanya bro Toni Setiawan yang menawarkan, di video youtube juga ada yang menuduh yang penulis pakai palsu dan menawarkan produk asli juga. Jadi semoga tidak ada komentar bahwa ini eco racing palsu, karena ini di dapat langsung dari member eco racing yang dapat produk langsung dari pusatnya eco racing.

Produk ini pasti akan penulis review lebih detil. Cuma sekarang lagi transisi dari premium ke pertalite. Terus ukur performa pertalite (pakai speedlogic lite).

6 respons untuk ‘Review eco racing dan bio 1 racing dengan dilelehkan dan dibakar, beda kok

    • awalnya menganggap pakai margarin sama saja. Tapi jadi berubah pikiran karena ada referensi (di pembahasan castor oil) yang bilang bahwa palm oli itu efeknya bagus juga.

      Mungkin perlu ditandingkan antara minyak goreng dan margarin sebagai aditif oli mesin. Yang jelas minyak goreng lebih gampang pakainya.

      Kalau pakai margarin mungkin rasio nggak perlu banyak. Mungkin satu sendok makan sudah lebih dari cukup.

      Suka

  1. Bro.. aye udah nyemplungin satu sachet gede margarin buat satu tangki full bensin rush..
    ya namanya juga trial n error..
    beberapa hari pemakaian dia stationernya ga stabil idlenya ya.. kaya minta digedein dikit gitu setelannya..
    trus ni ada efek ga ya ke filter bensin yg di dalam tangki ?
    apakah bisa diganti mentega ?
    apa ada efeknya ke semburan injektor?

    Suka

    • waduh, apa itu tidak terlalu banyak? Perasaan kalau satu tangki rush cuma 10 kalinya tangki motor. Mestinya butuhnya nggak lebih dari satu sendok makan.

      Apakah rpmnya turun dari normalnya 700-800?

      Idle nggak stabil mestinya dari ISC yang kotor. Apa karena keraknya jadi rontok ya? Mungkin perlu diperiksa. Nggak bisa bongkar mungkin bisa ditiup pakai sedotan atau angin kompresor (ini yang saya lakukan, bukan karena margarin tapi karena lama tidak diservis).

      Kalau membuntu filter dan injector mestinya akan langsung terasa tenaga putus putus.

      Kalau mentega rasanya beda lagi. Nggak tahu apa banyak stearic acidnya juga ya? karena kan dari susu.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.