Kawasaki sudah pakai sistem keselamatan Bosch, mengapa bikin paten sistem kamera?


Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana Kawasaki menjadi pabrikan Jepang yang pertama yang menerapkan teknologi keselamatan berbasis radar buatan Bosch:
Kawasaki jadi motor Jepang pertama pakai teknologi radar untuk keselamatan

Namun unik juga karena Kawasaki mengeluarkan paten yang akan pakai kamera juga:
Cruise control με κάμερες από την Kawasaki!

Yang bentuknya mirip lampu belok itu adalah kamera:

Rasanya juga nggak mungkin itu dipasang lampu belok. Mungkin itu alasannya ada gambar lampu belok di taruh di kaca spion:

Lalu mengapa Kawasaki sampai butuh buat paten lagi?

Ternyata disebut ada keunggulan sendiri sendiri. Kalau radar cocoknya di situasi gelap, kabut atau hujan.

Sementara itu kamera bisa lebih jelas membedakan obyek, bisa tahu lajur jalan, dan bisa bereaksi lebih cepat. Beda dengan radar, untuk mengetahui jarak harus pakai dua kamera. Nggak bisa kalau cuma satu.

Cuma kalau ada fitur ini, corner lightingnya harus pindah tempat ya?

10 respons untuk ‘Kawasaki sudah pakai sistem keselamatan Bosch, mengapa bikin paten sistem kamera?

  1. ‘Beda dengan radar, untuk mengetahui jarak harus pakai dua kamera’
    Sama dengan mata kita, bila permanen mata kita cuma satu yg melihat, ada kesulitan mengukur jarak

    Suka

      • Mas vroohh..

        Saya udah lama pakai migor+meditran s yg murah (35rbu)..perbandingan saya 400ml migor+800ml meditran s.. Kapasitas oli 1lter..(saya lebihkan 200ml)..
        Kira2 oke kah kalo buat terus2an jangka panjang, maksud.nya digunakan secara berkala dlm jangka waktu lama.. (Periodik setiap 8rbu km ganti oli)
        Apa ada pengaruh buruk ke mesin??

        Dan saya seri g gunakan migor untuk melapis body motor biar keliatan kinclong, apa itu bahaya buat cat?
        Sekian vrohh

        Suka

        • Menurut saya tidak masalah dipakai jangka panjang, tapi pastikan oli tidak sampai hitam pekat atau tidak sampai jadi kental lagi setelah periode jadi encer. Lebih dari 200 ml itu pastikan tidak bikin oli berbuih setelah dipakai. Kalau sampai berbuih akan mengurangi umurm oli.

          Mungkin sekali sekali perlu dibandingkan dengan Mesran super.

          Untuk bodi mungkin aman kalau pH nya 7.0. Kalau basa ada resiko lama lama bisa melembung catnya.

          Suka

          • Oke mas vrohh..

            Saya cuma pgen ekperimen sekaligus menguji ketahanan motor saya, yg katanya bandel…

            Sengaja saya cekok.in oli murah aja, buat dlm negri, + migor, dg perbandingan agak ekstrim..

            Dan liat gmana pengaruh ke performa, dan durabilitas.nya..

            Selanjutnya saya akan pakai oli mesran yg biasa saja, +migor… Liat sejauh mana mesin dia tahan dikasih treatment gitu..

            Ada rekomendasi oli grade paling bawah dr pertamina?
            Apakah ada yg dibawah mesran super??

            Suka

            • Sip. Lebih banyak minyak goreng itu durabilitas lebih baik tapi perlu diperhatikan oksidasi / umur olinya.

              Saya merekomendasikan mesran super itu bukan karena paling murah tapi karena bahannya dari oli grup I. Oli grup I mempunyai film strength yang sebaik bahan oli ester. Kelemahan nya kan kurang tahan dikocok, dan minyak goreng bisa membantu itu.

              Jadi saya anggap mesran super + mg itu lebih baik dari oli sintetik ataupun semi sintetik yang harganya dua kali lebih mahal. Lebih baik daripada oli diesel.

              Suka

            • Jadi menurut mas vrohh oli meditran dan mesran g tahan kocok ya, kira2 knapa bisa gitu ya? Karakteristik bahan oli.nya,atau krn g ada aditif buat tahan kocok??

              Ini rencana kalo g pake mesran super ya beli oli curah pertamina saja, penasaran saya gmana ketahanan mesin motor saya kalo dikasih oli biasa + migor, sekalian uji coba efek migor, berapa persen migor yg dapat ditolerir buat campuran… Niat.e ntar mau pake migor sampai 80% dr kapasitas oli..liat efek gmana, bisa g jebolin mesin saya.. He..
              Ohh ya mas vrooh, untuk migor saya pakai yg curah juga, bukan merk..

              Suka

            • Kurang tahan dikocok dari bahan olinya. Bukan untuk waktu pendeknya tapi untuk pemakaian ribuan km, lebih cepat teroksidasi. Kalau untuk jangka pendek bisa lebih baik karena film strength yang bagus. Ada juga oli sintetik yang lebih parah karena penggunaan aditif VI improver. Ini membuat oli jadi cepat encer saat dipakai Contoh mungkin seperti shell atau castrol.

              Oli curah menurut saya tidak masalah. Asal jangan yang warnanya merah karena kurang murni. Kalau oli curah mestinya sama saja dengan yang kemasan.

              Ada kok yang pakai minyak goreng 100%. Kalau sudah taraf ini wajib perhatikan warna oli. Tapi harus ingat juga bahwa oli mesin itu pakai aditif macam macam. Tidak ada yang olinya 100% bahan dasar, walau itu oli PAO sekalipun.

              Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.