Mengapa kekentalan oli bisa mempengaruhi getaran mesin, sebenarnya tergantung rpm juga


Barusan ada yang tanya ke penulis bagaimana sih tip mengurangi getaran di mobil. Kalau dari yang umum diketahui itu kalau pingin mengurangi getaran perlu pakai oli yang kental:
Efek Oli Encer dan Kental untuk Mesin Diesel

Menurut Anjar, jika oli yang digunakan terlalu encer dapat mengakibatkan pelumasan tidak maksimal. Akibatnya mesin cepat mengalami keausan. Akibat lainnya yang dapat timbul adalah suara mesin akan lebih terdengar. Begitu juga dengan getaran yang dihasilkan mesin menjadi lebih terasa.

Ada juga yang menyarankan menambah aditif metal:
Karena lebih licin, gesekan antar komponen di mesin menjadi lebih ringan sehingga diklaim dapat memaksimalkan tenaga mesin.
Cairan Ini Diklaim Bisa Meminimalisir Getaran Mesin, Ini Cara Kerjanya

“Cairan metal treatment berupa molekul nano yang sifatnya licin ini akan membuat kerja komponen semakin enteng,” yakinnya. Selain itu, gejala mesin getar yang biasa terjadi pada motor matic juga bisa diminimalisir dengan cairan tersebut.

Yang pakai minyak goreng juga sudah merasakan sendiri bahwa setelah menambahkan minyak goreng di oli mesin, maka getaran mesin jadi berkurang.

Mengapa itu bisa terjadi?

Ini ada hubungan dengan gesekan antara logam dengan logam. Coba perhatikan grafik berikut, anggap bahwa yang kiri rpm rendah dan yang kanan rpm tinggi.

Di rpm rendah itu getaran akan mudah terjadi bila ada gesekan antara logam dengan logam. Gesekan ini tentu membuat gerakan mesin terhalang sehingga jadi terasa ada goyang. Karena putaran mesin itu cukup tinggi, makanya goyangan terasa sebagai getaran mesin.

Untuk mengurangi getaran mesin di rpm rendah maka hambatan yang timbul karena gesekan antar logam harus dikurangi atau dicegah. Aditif EP atau anti wear akan mengurangi gesekan. oli lebih kental atau oli dengan film strength bagus akan mencegah gesekan. Mencegah lebih baik daripada sekedar mengurangi.

Di grafik digambarkan bahwa untuk rpm yang sama di bagian tengah, nilai hambatan oli encer di lebih tinggi. Ini menggambarkan oli encer bikin mesin bergesek langsung sementara oli kental atau film strengthnya bagus bisa mencegah.

Oleh karena itu oli yang mengandalkan aditif EP atau anti wear hasilnya mengurangi gesekan tidak sebagus bila pakai oli yang lebih kental atau pakai oli yang film strengthnya bagus. Bila olinya kental atau film strengthnya bagus, maka butuh beban lebih tinggi sebelum terjadi gesekan antara logam dengan logam, karena lapisan olinya bisa kuat menahan beban.

Aditif EP (extreme pressure) tidak banyak membantu karena untuk aditif EP bekerja itu ada syaratnya. Masih ingat syaratnya? Syaratnya adalah gesekan yang terjadi harus menimbulkan panas yang sangat tinggi.
Noria – Extreme Pressure Additives in Gear Oils

The most common temperature-dependent types include boron, chlorine, phosphorus and sulfur. They are activated by reacting with the metal surface when the temperatures are elevated due to the extreme pressure. The chemical reaction between the additive and metal surface is driven by the heat produced from friction.

Kalau di rpm rendah tentunya untuk butuh waktu untuk menghasilkan panas. Jadinya aditif EP kurang efektif. Ini mungkin alasan mengapa suara mesin saat idle masih tetap kasar saat pertama dinyalakan walau diklaim sudah pakai aditif EP.

 

Namun efek penggunaan oli kental hanya terjadi pada rpm rendah. Di rpm tinggi getaran justru jadi bertambah bila pakai oli kental:
ResearchGate – Experimental investigation of effect of lubricant viscosity on vibrations of plain hydrodynamic journal bearing system

Analysis of data shows that lubricant viscosity has evident effect on vibrations of the system. Thinner oils show fewer vibrations at higher speeds, while thicker oils show less vibration at lower speeds. Thick oils contribute in reducing the overall RMS value of vibration amplitude.

Ini yang membuat oli dengan film strength bagus jadi unggul. Di rpm rendah bisa mengurangi getaran. Di rpm tinggi juga nggak bikin getaran makin parah, karena kekentalan nggak perlu dibuat tinggi.

Inilah alasan untuk pakai minyak goreng, cemenite dan pro capacitor 🙂 .

6 respons untuk ‘Mengapa kekentalan oli bisa mempengaruhi getaran mesin, sebenarnya tergantung rpm juga

  1. Ceile.. sekalian promosi ni yee..
    aye pesen satu set dah buat si pcx lemot.. ntar via email atau BL..
    bonusin orgonite dong biar motor aye anti ujan.. hoho..

    Suka

    • he he. sip. silahkan.

      tapi untuk orgonitenya tidak. Orgonite itu kalau musim kemarau anti hujan, kalau musim hujan mendatangkan banjir. Dan nggak berani bikin alat seperti itu lagi. ada yang testimoni seperti ini:

      Mainan kristal di Indonesia itu bahaya.

      Bonus cemenite sih bisa, kebetulan ada.

      Suka

  2. nganu apakah margarin juga bisa sebagai subtitusi migor untuk sbg aditif oli mesin?

    kalo mau pake apakah margarin bisa langsung di “pelothot” kemasannya dan dimasukkan kedalam lubang pengisian oli? atau musti dipanaskan dulu biar cair? (tapi kalo dipanaskan dulu bukannya bikin rusak rantai molekulnya atau apalah itu🤔🤔)?

    Suka

    • bisa saja. kandungan termasuk nabati juga. Cuma jadi lebih mudah kental. Kalau sedikit mestinya tidak masalah. kalau panas pasti bereaksi. Tapi karena kompatibel 100% mestinya nggak usah pakai dipanaskan.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.