Pakai oli diesel di motor itu ternyata bikin kerak jadi lebih dari dua kalinya, bukti dari spek oli


Sekarang kan cukup banyak yang masih yakin oli diesel itu oli yang paling cocok untuk motor:
Ganti Oli Vixion dengan HDEO

Tapi sepertinya yang pakai oli diesel itu pada tidak perduli spek.

Bila sebelumnya penulis membahas jeleknya oli diesel dari sisi film strength, maka kali ini penulis bahas dari sisi kerak, atau tepatnya dari sisi spash. Untuk spash ini ada datanya di spek.

Ini bermula dari penulis membaca data dari prof Widman berikut ini:
Selection of the Right Motor Oil for the Corvair and other Engines By Richard Widman

3. ZDDP, when burned, leaves deposits on pistons, heads, ring grooves, valves, etc. Tests show that oils with 1% sulfated ash leave 58% less deposits in the engine than oils with 1.45% sulfated ash. Every ounce of additive that you add increases the ash content.
4. The same study showed that oils with 1% sulfated ash gave 36% lower oil consumption than oils with 1.45% sulfated ash.

Dijelaskan bahwa oli dengan kandungan spash (sulphated ash) 1,45 % itu bakal 36% lebih boros pemakaian olinya dan 58% lebih banyak keraknya daripada oli dengan kandungan spash 1%.

Update, terjemahan di atas dimention di BEKAKAS oleh Taufik Triadi salah. Teks asli:

1% ash oil provided 36% more miles per quart and 58% lower crownland piston deposits than 1,45% ash oil.

1SA = 58% lebih sedikit dari 1,45SA. Bila 1,45SA itu 100, maka 1SA = 42. Jadi kalau 1SA nya 100, berapa keraknya 1,45SA?

Ketemunya segini.

Jadi harusnya terjemahan yang benar adalah: oli dengan kandungan spash 1,45 % itu bakal 26% lebih pendek pemakaian olinya dan 138% lebih banyak keraknya daripada oli dengan kandungan spash 1%.

Dengan kata lain, oli dengan kandungan spash 1,45% jarak pakai olinya 74% dan keraknya 238% dari oli dengan kandungan spash 1%.

Sumbernya mungkin ini:
Performance of 1.0% and 1.45% Ash – SAE 15W-40 Oils in On-Highway Trucks With Cummins, Caterpillar, and Mack Engines

Contoh lain, pakai oli dengan SAPS (sulphated ash, phosphorus and sulfur) tinggi bikin kerak di valve jadi 142% dan 267%
Lower SAPS Engine Oils Essential components in maintaining vehicle emissions compliance

Di EGR yang keblok jadi 142%:

Kerak yang dimaksud adalah kerak ruang bakar ya. Sebelumnya sudah penulis jelaskan
Nilai SpAsh oli mesin mempengaruhi keasaman, emisi dan perlindungan mesin tapi tidak bikin selip kopling
Menambahkan aditif moly akan menambah spash yang akan memperparah deposit dan bikin selip kopling

Jadi kandungan spash di oli mesin itu disebut bisa mempengaruhi timbulnya kerak di ruang bakar. Sampai sekarang pabrik oli juga masih yakin spash itu mempengaruhi kerak di ruang bakar. Contohnya Shell:

Dan ternyata ini juga yang terjadi pada para pemakai oli HDEO. Karena ternyata oli motor itu kebanyakan spashnya 1% atau kurang. Dan oli diesel bahkan ada yang lebih dari 1,45%. Jelas keraknya lebih parah dong?

Berikut nilai spash dari oli oli motor buatan pertamina:
1 PRODUCT DESCRIPTION ENDURO 4T PREMIUM SAE 10W-30 AIR COOLED MOTORCYCLE/SMALL ENGINE OILS ENDURO 4T backup file pdf
Enduro matic = 0,89%::

Enduro Racing = 0,936%:

PCMO tapi banyak dipakai di motor:
Fastron Techno 10W40 = 0,89%:

Fastron Techno 15W50 = 0,92%:

Mesran Super = 1,1 %:

 

dan sekarang HDEO.
Fastron Diesel = 1,54%:

Meditran SX = 1,42%:

Rimula R4 X = 1,45%:
Lubricants Product Guide

Gulf Superfleet = 1,52%:

Mobil Delvac 1 5W40 = 1,35%:

 

Dan ternyata dari data spek di atas ditunjukkan bahwa pakai oli HDEO di motor itu berpotensi menimbulkan kerak lebih dari 60% lebih banyak daripada kalau pakai oli khusus untuk motor atau PCMO.

Ho oh, penulis memang bukan orang yang perduli spek. Tapi penulis merasa unik juga karena ternyata yang dari grup HDEO atau LDIC itu juga ternyata aslinya nggak perduli spek. Padahal setahu penulis banyak dari mereka yang perduli banget dengan API SN atau semacamnya. Perduli banget dengan VI, kinematic viscosity, dll. Spash dicueki, padahal penulis tahu ada orang yang namanya profesor Widman juga dari member grup tersebut.

Atau kebobolan ya? Karena memang data spash itu sulit dicari, apalagi untuk oli khusus motor.

Nah sekarang sudah tahu, sadarlah untuk tidak lagi memaksakan pakai oli diesel. Memang apa sih keunggulannya oli diesel? Lebih kental?

Tapi dipikir pikir, pakai oli diesel di motor itu kan tanda sudah nggak perduli spek ya? Masa spek utama (tidak untuk motor) dicueki tapi perduli banget dengan spek yang lain?

Sebenarnya bisa dicoba diatasi dengan menambahkan margarin di tangki bensin atau tambahkan minyak goreng di oli mesin. Tapi penulis pesimiiis banget anjuran ini bakal didengar.

16 respons untuk ‘Pakai oli diesel di motor itu ternyata bikin kerak jadi lebih dari dua kalinya, bukti dari spek oli

  1. Mas kalau margarin di tambahkan ke oli mesin bagaimana? Karena margarin yang di campur di BBM hasilnya sangat bagus, motor jadi lebih halus

    Suka

    • bisa juga sih, rasio juga nggak harus banyak / satu tablet juga. Bisa jadi lebih manjur karena stearic acid mestinya lebih banyak. Belum pernah coba tapi pasti suatu saat coba.

      Suka

  2. pak, kalo penggunaan margarin untuk aditif bensin gimana cara pakainya, apa langsung dimasukin aja ke tengki bensin, apa dicairkan dlu? trus berapa banyak margarine per liternya, merk apa yg dipake, apakah blue band, simas atau mentega kiloan?

    Suka

    • saya pakai merek filma. Merek rasanya bisa sembarang yang penting margarin dan bukan mentega.

      saya campurnya langsung ke tangki bensin apa adanya, pakai batangan plastik. pakainya sangat sedikit. Seukuran tablet obat untuk 3,5 liter.

      Suka

      • hahaha…., ane mah takerannya ngawur aja Om gak pake kira2 setablet dua tablet, pokoknya abis di isi bensin premium 2 liter (tangki full mepet bibir atas) langsung ane gunting aja itu ujung kemasan margarin merek Amanda (cari yg murah kemasan 200 g cuma 3400 di supermarker🤣) lalu ane “pelothot” kemasannya mpek keluar isinya mungkin ada kali hampir satu sendok makan margarin yg masuk ke tangki si Jupie Z🤣🤣, entah akan berefek negatif atau kagak bomat yg penting motor jadi berkurang vibrasi enginnya😆😆😅😅, motor didiemin dulu satu malam, esoknya baru dipake, harapannya margarine bisa larut semuanya dibiarin semalaman😆

        Suka

  3. Artikel di atas memang benar, ZDDP yang notabene antiwear tradisional yang ujung-ujungnya dikebiri oleh regulasi semacam API. Karena ZDDP mengotori mesin dan berpotensi mencemari lingkungan jika saluran gas buang tidak ada catalic converter, ZDDP akan menyikat catalic converter jika ada kebocoran oli.
    Tapi bukan hanya ZDDP saja, kandungan Molybdenum dan Titanium juga perlu diperhatikan, karena juga berbahaya karena merupakan metal elemen walaupun fungsinya sebagai anti wear juga
    Oli Redline yang notabene termasuk oli kelas atas saja ada yang mengandung ZDDP tinggi, selain Molydenum juga…
    Semua spek oli pasti mengandung resiko, tinggal penggunanya bisa bersikap cerdas atau tidak saja

    Suka

  4. emang gak dianjurin yaaa, tetep harus disesuain sama spek juga. oke nanti aku tetep lanjut pake 10w-40 nya federal oil. terima kasih mas untuk infonya.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.