Eco racing anjurkan pakai pertalite untuk tes eco racing, pede juga


Akhirnya eco racing memberikan jawaban oktan bensin apa yang disarankan. Diminta pakai pertalite agar oktan bensin tidak terlalu tinggi:

Cukup percaya diri juga sehingga pede dicoba pakai motor sembarang. Padahal pernah ada member eco racing yang coba mengukur oktan, naiknya cuma 1:
Lho, kok kenaikan oktan bensin eco racing kecil banget? Nggak sesuai janji

Motor bro Andri Eldana sendiri disebut butuhnya cuma oktan 91 dalam kondisi standar:
Akhirnya eco racing setujui tes jalan bro Andri Eldana, berani sampai limit kah?

Motornya sekarang dalam kondisi tune up untuk kencang:

Oleh karena itu motor akan distandarkan dulu yang diperkirakan akan menghabiskan biaya 40 juta:
Copas dari facebook

Selamat siang, screen shot ini diambil pada tanggal 1 februari 2020, dan postingan ini dibuat pada tanggal 3 februari 2020
Dikarnakan kondisi motor saya sudah tidak standard pabrik, maka sebelum pengujian saya wajib mengembalikan kondisi motor ke keadaan standard agar pihak kawasaki bia cek secara mendetil kondisi motor saya
Berikut sparepart yg harus diganti
ECU 3.1jt
Koil 0,3
Busi 0,7
Cylinder head 6,3
Isi cylinder head 2.8
Cylinder blok 10.2
Piston set 1.2
Conrod set 2.2
Gasket set 2.1
FO & oli 1.1
TB 5.3
Fuel pump 2.8
Ongkos pasang 2jt
Maka total biaya untuk restorasi mesin adalah :
Rp 40,100,000.00 (empat puluh juta seratus ribu rupiah)
Dan proses pengerjaan 2 minggu, untuk mempersingkat waktu besok motor akan saya towing da saya lemparkan ke salah 1 kawasaki di bandung (karna saya sedang tidak di bandung)
Dikarnakan kembali ke standard maka saya akan menghitung ulang total biaya uji teknis per 1 motor
Pemakaian bensin :
40,000/20 = 2,000 x 7,650 = Rp 15,300,000
Pemakaian pil :
2,000/4×5,000 = Rp 2,500,000
Penggantian oli :
5×650,000 = Rp 3,250,000
Biaya dyno :
100,000 x 10 = Rp 1,000,000
Biaya test VOA dan UOA :
5×6,000,000 = Rp 30,000,000
Biaya uji emisi :
50,000 x 8 = Rp 400,000
Biaya up load berkas :
267 x 100,000 = Rp 26,700,000
Total : Rp 79,150,000.00 (terbilang tujuh puluh sembilan juta seratus lima puluh ribu)
Biaya ini belum termasuk biaya lobi ke beberapa instansi pendidikan untuk dibuatkan journal
Publikasi journal independent
Dan pembelian beberapa alat ukur lain yang harus dibeli untuk mengukur dampak sesudah dan sebelum pengujian
Untuk saat ini motor yang akan digunakan ada 2
Hanya saja 1nya belum jelas, kemarin saya sempat dikomentari salah 1 sultan di indonesia yg bersedia menyumbangkan 1 motor, tapi saya belum tau pastinya karna sudah saya japri belum ada balasan, mungkin sibuk
Kalau memang tidak jadi, yang akan digunakan adalah
Green Wombat (ER650 2011)
Si Putih Lemot (EX250 2014)
Total biaya TANPA pengajuan journal adalah :
Rp 198,400,000.00
Digenapkan menjadi 210jt karna nanti pasti ada waktunya mengganti rantai, ban, dan lain sebagainya
Sementara itu budget pengajuan biaya journal dan lain sebagainya di estimasi dari hasil diskusi dengan dosen saya dulu untuk jalur independent ada di sekitar 120-150jt
Artinya dikarnakan motor saya harus kembali ke keadaan standard maka biaya riset membengkak ada di kisaran
330-360jt rupiah
Untuk lama prosesnya saat ini target saya adalah dalam waktu 6 bulan semenjak motor siap untuk di uji, dan mungkin karna salah 1 motor akan langsung dipegang oleh saya, saya bisa memangkas salah 1 waktunya di 3/4 bulan mencapai 40,000km
Sebetulnya dulu di KR150 saya yg hilang, saya menempuh 70,000km dalam waktu 11 bulan atau 1 bulan 6,400km
Tapi memang ini hanya optimistiknya saya
Seharusnya motor dalam keadaan baru dengan pemakaian sesuai buku panduan bisa dengan mudah menembus angka 100,000 kilometer penggunaan
Perkembangan selanjutnya akan ada up date, saya masih di luar hingga tanggal 27 februari 2020
Catatan kaki :
Bilamana ada yang merasa memiliki teknis yang lebih cepat, monggo lakukan risetnya sendiri, setiap langkah ini sudah saya perhitungkan dan perjelas alasannya
Semua bisa dilihat di youtube saya, saya rasa tidak perlu berulang
Channel saya : green wombat
Group ini berisi :
Saya
Randu SW
Saksi dari eco racing
Ronald Sinaga (owner dunia motor)
Benny Nugroho
ANang BLoko

Detail waktu ganti oli:

Dilakukan bertahap
5,000
6,500
8,000
9,500
12,000
Seterusnya sampe 40,000 km dengan batasan maksimal adalah 15,000 km

Ganti busi akan dilakukan setiap ganti oli.

Ada catatan motor akan tetap pakai knalpot racing. Kemungkinan kebutuhan oktan naik jadi 92. Perlu diingat juga bahwa kemungkinan motor hanya akan dipakai sebagai ojek online.

 

Penulis juga sebentar lagi akan uji coba eco racing dengan bensin pertalite. Untuk sementara catatan performa sudah cukup konstan. 0-60km/jam = 10,16 detikan. 0-201 meter = 16,30 detikan. Ternyata pertalite yang penulis coba kali ini beda. Dari premium ke pertalite tidak ada beda. Mungkin karena pengaruh oli mesin ditambahkan minyak goreng. Minyak goreng merusak suasana . . . Mau ganti oli eman banget, ini oli 95 ribu.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.