Sifat khas frekuensi 60 GHz membuat 5G cocok untuk swa kemudi tapi pada protes efek kesehatan


Sekarang ini sedang ramai tentang penerapan teknologi 5G untuk kendaraan swa kemudi
Why 5G is a crucial technology for autonomous vehicles

Mengapa kok sampai dibilang cocok? Mengapa kok sampai ada yang protes tentang efek samping gangguan kesehatan?

Teknologi 5G dibilang cocok karena responnya cepat dan bandwithnya besar:

In initial 5G tests on the A9 freeway between Nuremberg and Munich, latencies of less than 20 milliseconds were achieved. An autonomous car driving at a speed of 100 km/h would have traveled a mere 60 centimeters in that time. The virtual network levels and short transmission paths guarantee important quality features of the 5G mobile technology, such as low latencies and high bandwidths.

Latency yang rendah dibutuhkan agar kendaraan bisa bereaksi atau menerima respon lebih cepat tentang kondisi sekitar dari misal kendaraan lain atau perempatan di dekatnya:
5G: a key requirement for autonomous driving—really?

Mengapa 5G bisa hebat begitu? karena jarak jangkaunya rendah tapi bandwithnya tinggi dengan pemakaian gelombang pembawa 60 GHz:
60 GHz photonic millimeter-wave communication systems

Perhatikan bahwa itu adalah jarak jangkau kalau disebar lewat udara secara wifi. Karena katanya 60 GHz bisa disalurkan lewat fiber juga. Jadi nantinya jaringannya pakai kombinasi antara fiber dan wifi:

Mengapa jarak jangkau pendek dibilang bagus? Karena jadi bebas interferensi:
Fixed Wireless Communications at 60GHz Unique Oxygen Absorption Properties

for short haul, “last mile” segments, the expanded RF data bandwidth available in the millimeter wave region makes it ideal for interference free, fiber speed connectivity.

Pakai wifi itu nggak gampang. Bisa saling menginterferensi. Saling mengganggu satu sama lain. Kalau keganggu efeknya jadi lambat dan bandwith berkurang. Oleh karena itu di wifi ada istilah channel. Dan di aplikasi semacam wifi analyzer kita diberi saran channel mana yang sebaiknya dipakai:

Nemu frekuensi 60 GHz itu nggak sembarangan. Ketemu dari penelitian. Frekuensi 60 GHz itu jadi frekuensi yang istimewa karena bisa bebas interferensi setelah jarak tertentu:

Masalahnya adalah, jarak jangkau frekuensi 60 GHz yang pendek terjadi karena frekuensi tersebut bereaksi dengan oksigen. Nggak bisa jauh karena kehalang sama oksigen:

Dan ini yang bikin banyak yang protes penerapan teknologi 5G. Banyak yang takut reaksi oksigen itu menimbulkan efek kesehatan.

Frekuensi yang mempengaruhi oksigen tidak hanya 60 GHz saja:
Microwave generation for automotive applications

Ada penelitian yang meneliti pengaruh frekuensi ini terhadap sel makhluk hidup, tapi nggak diteliti oksigennya:
Evaluation of the Potential Biological Effects of the 60-GHz Millimeter Waves Upon Human Cells

Dari pengembangnya juga bilang masih tidak ada penelitian tentang efek kesehatan dari 5G. Bahkan ada yang bilang korban jiwa yang disebut karena virus Corona itu gara gara 5G:

Lambat laun 5G pasti akan diterapkan secara global. Entah apakah bisa lebih jelas efek sampingnya atau tidak. Rasanya Indonesia masih jauh karena implementasi sepertinya ribet.

btw, untuk mengurangi efek flu, menurut penulis Sharp plasma cluster lumayan efektif. Cuma kalau sudah nggak pakai ya pilek lagi. Penulis selama ini mengandalkan cemenite dan tanpa obat resep dokter bila keluarga sakit.

Banyak yang bilang pakai cemenite juga bikin tidur lebih nyenyak, nggak keganggu elektronik lagi. Batuk atau pilek biasanya berhenti sebelum seminggu. Kalau parah baru pakai stingo zapper.

Iklan

9 respons untuk ‘Sifat khas frekuensi 60 GHz membuat 5G cocok untuk swa kemudi tapi pada protes efek kesehatan

  1. Bagaimana jika memang benar
    bahwa perubahan iklim, perubahan sel-sel tubuh manusia, kekebalan tubuh manusia, tumbuhan, karena pemanfaatan frekuensi yang baik entah diketahui, ditutupi atau belum diketahui efeknya terhadap tubuh manusia & lingkungan. Baik yang disengaja maupun tidak.

    Bagaimana jika benar, cerita tentang senjata pengendali cuaca yang katanya menembakkan gelombang frekuensi tertentu ke lapisan atmosfer tertentu untuk menimbulkan perubahan dan pengontrolan cuaca di tempat tempat tertentu?

    Bukankah ada penelitian pengaruh frekuensi tertentu terhadap air?
    Bukankah tubuh kita juga terdiri dari air/cairan?
    Bukankah sepertinya bioteknologi juga salah satunya memanfaatkan frekuensi tertentu?
    🤷

    Suka

    • Kalau menurut saya sih sudah terbukti manusia bisa merubah cuaca baik sengaja maupun tidak. Nggak perlu mahal, pakai alat puluhan ribu rupiah sudah bisa.

      energi alat tersebut selain bisa mempengaruhi cuaca, pasti akan bisa mempengaruhi kesehatan juga. Kan memang sama sama air. Bukan soal frekuensi lagi.

      Suka

    • bagus, namun saya tidak setuju dengan solusi dan cara mengukurnya. Mengandalkan info dari emf meter / rf meter bisa menipu. Dan ini trik yang dipakai oleh para penjual orgonite / kalung / gelang energi. Karena energi yang merusak kesehatan sebenarnya tidak bisa diukur dengan alat tersebut.

      Suka

  2. Alhamdulillah indonesia masih ribet..
    Coba deh pade terapi offline ya barang sehari sekali sebulan kage maenan hape n dunia maye..
    awalnye mah uring2an tapi dalem jiwa bakal ada sensasi santai n tenang.. karena ye manusia kan pada dasarnye mahluk individu.. tapi sebelnye pas back to the world ditanyain orang mulu.. ya emang mahluk sosial juge sih ye..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.