Dunia serba terbalik, motor mahal malah aman pakai bensin murahan, motor “murah” malah rewel


Bro Andri Eldana terpaksa harus mengisi bensin PERTALITE di motor Kawasaki ER6N, demi untuk percobaan eco racing (yang sampai sekarang masih tertunda karena nggak ada member eco racing yang berani jadi saksi). Padahal biasanya selalu disayang dan dimanja diisi Pertamax Turbo atau setara.

Big Bike diisi pertalite

Hal ini menimbulkan penderitaan dan tekanan batin yang sangat berat bagi bro Andri Eldana seperti dijelaskan di video berikut:

Tapi ada yang aneh. Apa?

Sepertinya keluhan hanya dari sisi psikologis saja. Tidak disebutkan kejadian aneh aneh atau hal lain yang negatif. Atau setidaknya, ia tidak merasa atau dianggap tidak sampai parah. Cuma takut filter bensin kena. Padahal biasanya pakai pertamax turbo.

Padahal kalau motor sekelas Honda CB150R, pakai pertalite itu dianggap sumber keluhan:
Pengalaman Menggunakan Pertalite Pada CB150R

Dengan menggunakan Pertalite RON 90 pada CB150R ini ada beberapa kesimpulan yang ACB rasakan yakni:
– Mesin CB150R jadi sedikit lebih kasar terutama pada 6.000 rpm ke atas makin terasa kasar.
– Tenaga berkurang…motor terasa agak berat tarikannya.
– Konsumsi BBM kurang lebih hampir sama dengan Pertamax. Tapi uang belanja lebih hemat karena harga lebih murah 😀

Sebelumnya penulis sudah membahas bagaimana motor sekelas CBR150R jadi bermasalah ketika pakai premium:
Sama petugas pom motor sport diisi bensin oktan rendah perlukah marah? Memang nggak semua motor bisa pakai premium

Apa karena motornya kurang mahal ya? Karena contohnya Honda CBR250RR justru disebut aman pakai premium bahkan di buku manual:
Amankah Honda CBR250RR Pakai BBM Premium? Yuk Kita Cari Tahu..

Jadi Amankah Honda CBR250RR pakai BBM Premium kang? Jawabannya AMAN! Honda merekomendasikan sang motor sport ini aman menenggak jenis bbm premium atau Ron 88..

Ada yang punya buku manualnya CBR150R atau CB150R? Bensin apa minimal?

14 respons untuk ‘Dunia serba terbalik, motor mahal malah aman pakai bensin murahan, motor “murah” malah rewel

  1. Mobil dan motor saya juga aman selama pake premium
    Tapi sebelum premium jadi langka
    Sekarang mau gak mau harus pakai pertalite, dan itu gak enak
    Bukan hanya lebih mahal, tapi juga kurang bertenaga

    Tolong kalau ada yang masih bisa mengakses premium, coba buat perbandingan dengan motor yang sama, beda irit & power pake premium vs pertalite
    Tentu dengan pengujian yang terukur dan dapat dibuktikan. Misal dengan kondisi statis di atas mesin dyno mencari peak power & torsi, dan dengan kecepatan tetap 40km/jam sebanyak 100ml atau 200ml dimulai dari odometer reset ke 0km

    Suka

    • sip sama. Sekarang ini malah untuk mobil memaksakan diri untuk cari pom bensin yang menyediakan premium karena premium lebih sip.

      Rencana juga mau membandingkan. Sayang motor nggak ada MIDnya dan sekarang masih pakai oli mesin yang ada minyak gorengnya. Jadi masih belum benar benar bisa menunjukkan jeleknya pertalite. Rencana mau ngetes juga pakai aplikasi speedlogic lite. Uji 0-201 meternya lumayan bisa diandalkan.

      Untuk uji bensin bisa berapa km, sedang tidak ada waktu.

      Suka

  2. Ngomong” mas cahyo pernah membuat artikel tentang pertalite vs premium. Dan kenapa mayoritas testimoni lebih diunggulkan premium yang (katanya) secara spek paling inferior dengan jenis bbm lain?

    Suka

    • spek bensin itu yang penting untuk kita bukan cuma oktan, tapi juga kandungan energi, selain itu juga faktor pembersihan.

      Mungkin oktan premium paling rendah, tapi jelas kandungan energinya paling tinggi sehingga untuk motor yang nggak butuh oktan tinggi bakalan lebih sip pakai premium.

      kalau untuk pembersihan, perlu diketahui makin tinggi oktan butuh pembersih makin banyak karena kandungan energi makin sedikit. Tapi pertalite itu pengecualian karena sepertinya demi pelumasan maka pembersihan dikurangi

      Disukai oleh 1 orang

  3. Kenapa motor gede dikasih Pertamax turbo padahal kompresinya nggak tinggi-tinggi amat? Kawasaki Er6n menurut spesifikasinya memiliki rasio kompresi 10,5:1, malah dikasih Pertamax Turbo. Padahal Daihatsu Sigra yang kompresinya 11,5:1 disarankan minum pertamax

    Suka

    • kalau di mobil, setelah pakai yang RONnya kurang, tenaga bakal sulit kembali karena pengapian mundur.

      Kalau di motor, harus nunggu sekitar 200 km sebelum balik normal.

      Suka

  4. saya klo beat di pakein premium irit bgt jos gandos pak di geber bogor depok PP nonstop tetap enak mesinnya. tapi dulu ada FU150 sering minum premium alhasil klep buang patah mesin bongkar total. dan ada ninja jga pke premium, pertalite, pertamax alhamdulillah tetap joss minusnya boros aja…
    sekedar sharing om….

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.