Info banyak yang sesat, mencegah virus Corona jangan dengan sosialisasi, masker tidak 100% melindungi


Penulis asli nggak paham dengan caranya orang Indonesia “mencegah” penyebaran virus Corona. Yang namanya lock down itu kan harusnya orang tidak bertemu langsung satu sama lain. Dilarang melakukan kegiatan sosial, tapi eh malah mengadakan sosialisasi virus Corona.

Sampai ada yang dari rumah ke rumah:
Denpasar Gencarkan Informasi Keliling, Ajak Warga Antisipasi Covid-19

SOSIALISASI: Petugas melakukan sosialisasi penyebaran virus korona ke rumah-rumah warga di sekitaran Banjar Kaliungu Kelod, Denpasar.

Melakukan semprotan dari rumah ke rumah:
Inisiatif Mandiri, Warga Semprot Desinfektan dari Rumah ke Rumah

kita datangi ke rumah rumah warga sebagai langkah pencegahan penyebaran virus korona

Atau bikin seminar sosialisasi virus Corona:

Awalnya sudah bagus, mengurangi kontak langsung. Tapi gara gara niatan sosialisasi, malah jadi sarana penyebaran virus. Ingat bahwa yang menyebarkan itu orangnya, bukan pelataran rumah atau gagang pintu.

Lho, tapi kan sudah 100% aman banget karena sudah pakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak? Yang nyemprot sudah pasti aman kan? karena bawa semprotan disinfektan?

Dipikir apa sudah aman kalau orangnya disemprot disinfektan?
Mau Masuk ke Rumah, Wapres Ma’ruf Amin Disemprot Disinfektan

Yang nyemprot atau disemprot itu belum tentu aman karena kan yang nyemprot nggak nenggak disinfectant yang beracun itu. Nggak ada ceritanya penderita virus Corona jadi sembuh karena disemprot disinfectant.

Fakta ya.

Dengan level peralatan dan kewaspadaan yang jauh lebih tinggi dari Indonesia (mereka sudah lockdown duluan), sudah terjadi petugas kesehatan yang terinfeksi virus Corona:
Virus Knocks Thousands of Health Workers Out of Action in Europe

Out of Spain’s 40,000 confirmed coronavirus cases, 5,400 — nearly 14 percent — are medical professionals

High proportion of healthcare workers with COVID-19 in Italy is a stark warning to the world: protecting nurses and their colleagues must be the number one priority

Latest figures show that healthcare workers make up 9% of Italy’s COVID-19 cases.

Memang ada resiko juga karena kurangnya sarana kesehatan, contoh keluhan di satu rumah sakit di Medan:
COVID-19: Inadequate medical supplies take toll on lives of Indonesian medical workers

We need 100 sets of protective health gear per day. Please help us – protective health gear is urgently needed for our medical teams that have been treating COVID-19 patients

Tapi resiko bukan dari itu saja. Bisa disimak dari analisa berikut:
Reasons for healthcare workers becoming infected with novel coronavirus disease 2019 (COVID-19) in China

the director of the National Hospital Infection Management and Quality Control Centre summarized some reasons for such a high number of infected healthcare workers during the beginning of the emergency outbreak [9].

First, inadequate personal protection of healthcare workers at the beginning of the epidemic was a central issue. In fact, they did not understand the pathogen well; and their awareness of personal protection was not strong enough. Therefore, the front-line healthcare workers did not implement the effective personal protection before conducting the treatment.

Second, long-time exposure to large numbers of infected patients directly increased the risk of infection for healthcare workers. Also, pressure of treatment, work intensity, and lack of rest indirectly increased the probability of infection for healthcare workers.

Third, shortage of personal protective equipment (PPE) was also a serious problem. First-level emergency responses have been initiated in various parts of the country, which has led to a rapid increase in the demand for PPE. This circumstance increased the risk of infection for healthcare workers due to lack of sufficient PPE.

Fourth, the front-line healthcare workers (except infectious disease physicians) received inadequate training for IPC, leaving them with a lack of knowledge of IPC for respiratory-borne infectious diseases. After initiation of emergency responses, healthcare workers have not had enough time for systematic training and practice. Professional supervision and guidance, as well as monitoring mechanisms, were lacking. This situation further amplified the risk of infection for healthcare workers.

Disebutkan ada 4 alasan.
– kurangnya perlindungan
– kontak yang terlalu lama
– kurangnya alat proteksi
– kurangnya pelatihan

Perhatikan juga berapa lama virus bisa di nonaktifkan, nggak bisa instan:
Disposal and disinfection of contaminated material

Soaps and detergents Leave in contact for at least 10 minutes
Sodium hypochlorite (liquid) Dilute to final 2-3% available chlorine, and leave in contact for 10-30 minutes
Calcium hypochlorite (solid or powder) Dilute to 2-3% available chlorine (30 g/litre solid or 20 g/litre powder) and leave in contact for 10-30 minutes
A commercial disinfectant Dilute to 2% (20 g/litre) and leave in contact for at least 10 minutes,Follow manufacturer’s instructions
A commercial disinfectant for non-porous surfaces Dilute 1:400 and leave in contact for at least 10 minutes, Follow manufacturer’s instructions
Sodium hydroxide (caustic soda) (recommended for use in presence of organic material – do not use with aluminium or similar alloys) Dilute to 2% (20 g/litre) and leave in contact for at least 10 minutes
Sodium carbonate (anhydrous) Dilute to 4% (40 g/litre) from powder and leave in contact for at least 10 minutes
Sodium carbonate (washing soda) (recommended for use in presence of organic materials) Dilute (100 g/litre) and leave in contact for at least 30 minutes

Rekomendasi pemakaian disinfektan:
LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Bisa Dijadikan Disinfektan

1. Aquatabs Multipurpose
2. Bayclin Lemon, 20 mililiter per 1 liter air
3. Bayclin Regular, 20 mililiter per 1 liter air
4. Bebek Kamar Mandi
5. Bratacare Disinfectane Concentrate, 10 mililiter per 1 liter air
6. Corox Disinfecting Bleach, 10 mililiter per 1 liter air
7. Clorox Toilet Bowl Clener With Bleach 40 mililiter per 1 liter air
8. Dettol All In One Disinfectant Spray
9. Dettol Antiseptic Liquid, 1 mililiter per 1 liter air
10. Dettol Pembersih Lantai Citrus, 45 mililiter per 1 liter air
11. Dettol Pembersih Lantai Multiaction 4 in 1, 45 mililiter per 1 liter air
12. Mr. Muscle Axi Triguna Pembersih Lantai, 1 bagian dalam 2 bagian air
13. Proclin Pemutih 20 mililiter per 1 liter air
14. Septalkan, 1 bagian dalam 1 bagian air
15. Soklin Pemutih 20 mililiter per 1 liter air
16. SOS Pembersih Lantai Antibacterial, 50 ml dalam 1 liter air
17. Wipol Pembersih Lantai Cemara, 1 bagian dalam 9 bagian air
18. Wipol Pembersih Lantai Sereh & Jeruk, 40 mililiter dalam 1 liter air

 

Katanya virus juga bisa bertahan di udara selama 3 jam:

 
Jelas bahwa masker dan menjaga jarak saja tidak cukup untuk mencegah pencegahan virus Corona. Jelas bahwa yang paling efektif adalah isolasi. tidak adanya kontak bagi yang tidak berkepentingan. Yang sudah kontak juga jelas tidak boleh kemana mana. Yang jadi petugas medis pun pasti kena karantina.

Dengan melakukan kegiatan sosialisasi atau disinfektan secara periodik, maka kontak satu sama lain itu akan jadi makin banyak. Parahnya, penderita nggak akan menunjukkan gejala lagi sakit. Jadi orang santai saja bilang: ayo mas, ini sambil ngopi ngopi dulu, sendok sudah saya usap dulu kok. Kalau mau rokok juga ada, sik, ini korek yang habis saya pegang seharian.

Dan itu dianggap aman juga.

Iya deh, memang virus Corona itu banyak yang bisa sembuh. Tapi ya jangan sembrono begitu dong. Kan korbannya termasuk banyak juga.

Karena masker tidak bisa 100% melindungi. Dan melihat cara pemakaiannya seperti itu. Mending relakan masker untuk petugas kesehatan. Mereka jauh lebih butuh.

10 respons untuk ‘Info banyak yang sesat, mencegah virus Corona jangan dengan sosialisasi, masker tidak 100% melindungi

  1. Ane salah satu tenaga kesehatan om..
    Memang masker gak melindungi 100%, yg masker biasa hanya melindungi dari droplet.
    Kalo sosialisasi tetep perlu tp mungkin caranya yg lebih baik lewat media elektronik, gak usah mengumpulkan atau keliling kayak di foto itu..🙏
    Intinya: di rumah saja lah, keluar pas butuh beli makanan aja, itupun tetep harus jaga jarak sm org lain, cuci tangan sesering mungkin

    Suka

  2. Ya gimana ya, contoh mertua sy tinggal di kota jakarta, pensiunan, jarang nonton tv, ga main hp/sosmed, makhluk nongkrong… Baru nyadar (hari ini) bahayanya corona setelah mesjid didatangi polisi untuk cek ditiadakannya jumatan

    Suka

  3. Helm fulface lebih aman..
    Masker mah dipegang2 mulu.. mw makan dibuka.. pake lagi.. menceng dikit rapihin.. apalagi kalo perempuan tetep aja pengen dandan walau maskeran dan kerudungan.. kalo yakin tangannya selalu steril sih its ok..

    Desinfektan ga akan efektif kecuali basah kuyup alias menyeluruh.. kalo tibang crot doang mah yah malah bikin lembab mengundang bakteri..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.