Pemerintah tidak bisa batasi harga masker, tenaga medis sudah putus asa,


Trend untuk selfie dan bergaya pakai masker bedah ternyata membawa dampak yang parah bagi pekerja medis. Karena masker sekarang langka.

Bahkan walau mereka rela beli dengan harga 150% lebih mahal, sudah nggak ada yang jualan.

Pemerintah sendiri bilangnya bakal mengawasi dan bakal menghukum yang berjualan dengan harga tidak normal:
Pengusaha Masih Naikkan Harga Masker, Pemerintah Ancam Cabut Izin

Apabila dalam pengawasan kami masih menemukan (tingginya harga masker), kami bisa kenakan sanksi berupa sanksi administrasi, pembekuan, bahkan pencabutan,” kata Veri dalam konferensi video, Rabu (18/3/2020).

Dendanya besar, tapi cuma bisa untuk produsen dan distributor:
Harga Masker Melonjak Naik, Ini 6 Langkah Pemerintah

ia menyebutkan adanya sanksi bagi pihak produsen maupun distibutor. Yang terbukti terlibat dalam permainan harga masker, yang membuat konsumen resah dan marasa dirugikan. “Ada sanksi berupa denda maksimal Rp 25 miliar,” tutup Direktur Ekonomi KPPU tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan akan menindak tegas para penimbun masker tersebut. “Kalau pelaku usaha terbukti melakukan penimbunan bisa ditindak Undang-Undang Perdagangan Pasal 107 dengan ancaman 5 tahun dan denda Rp 50 miliar,” tutur Asep saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2020).

Direktur Ekonomi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) M Zulfirmansyah mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan sanksi terhadap pelaku usaha kecil maupun UMKM, yang terlibat praktik penjualan harga masker yang melebihi batas kewajaran.

Menurutnya hal ini bertentangan dengan yang di amanatkan Undang-Undang No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persiangan Usaha Tidak Sehat.

“Saya rasa kalau pelaku usaha usaha kecil dan UMKM dikecualikan, seperti dalam pasal 50 (UU No 5 Tahun 1999), kan,” tegas dia seusai menggelar konferensi pers di Kantor KPPU, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

Denda tersebut sangat luar biasa. Tapi terbukti sia sia karena tidak bisa menindak toko.

Di NYC, Amerika dendanya malah lebih rendah. Cuma nggak perlu polisinya yang ngecek. Cukup telpon saja:
NYC Businesses to Be Fined If Caught Price Gouging Face Masks

“Any store that is found to be price gouging can be fined if anyone sees what they think is price gouging around surgical masks please call 311,” said Mayor de Blasio. The restrictions will be in effect for 30 days and fines can reach up to $500 dollars.

Di Thailand juga menindak toko:
Vendors warned on mask price

The Commerce Ministry on Thursday warned that vendors who sell face masks at a price higher than the fixed 2.5 baht per item face a jail term of five years and/or a fine of 100,000 baht.

Masih murah banget itu harganya. Per biji 1250 rupiah. Denda juga cuma 50 juta rupiah. Cuma 2% denda di Indonesia. Tapi langsung ke tokonya.

Namun ada klaim juga bahwa harga sekarang ini normal:
We’ve found no violation: KPPU on skyrocketing face mask prices

Salut sama Tokopedia yang langsung bertindak menutup permanen toko (mungkin KTPnya juga?) yang ketahuan menjual alat kesehatan di luar harga normal:
Jual Masker Mahal, Tokopedia Tutup Akun Ribuan Pedagang

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan Tokopedia disebutkan jika mereka menanggapi harga tidak wajar atas produk kesehatan maupun kebutuhan pokok lain sebagai dampak dari COVID-19, Tokopedia telah menutup permanen ribuan toko online dan melarang tayang puluhan ribu produk yang terbukti melanggar.

Masker jangan dijadkan selfie dong. Akan dijelaskan di artikel berikutnya.

6 respons untuk ‘Pemerintah tidak bisa batasi harga masker, tenaga medis sudah putus asa,

  1. Jikalau nanti virus covid 19 sudah hilang,masihkah kita serakah di negeri sendiri ?maukah kita untuk memulai kehidupan yg lebih baik,lebih bersih & lebih bermartabat ?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.