Review mi goreng Mie Sedap instant, cara masak beda rasanya juga beda


Semoga penyebaran wabah Corona ini tidak sampai membuat para rider harus makan mi instan dan telor saja. Cukup mengkhawatirkan juga karena saat beli chicken nudget dibilang pabriknya belum kirim lagi. Kebayang sekarang banyak pabrik yang tutup karena menuruti anjuran social distancing. Ya untungnya toko dan pasar masih buka, walau sudah banyak wacana disuruh tutup juga. Rumah makan pun terancam disuruh tutup. Warung minuman juga sudah banyak yang dipaksa tutup sama polisi kayaknya.

Makanan yang survive biasanya mi instan dan telor. Oleh karena itu penulis coba review mi instan. Dan karena review soal rasa, sifatnya sangat sangat subyektif.

Sebelum jaman penyebaran virus Corona, di rumah selalu banyak mi instant. Entah mengapa, kadang anak lebih suka makan mi instant. Dan yang sering jadi pilihan adalah mi goreng mie sedap:

Mengapa nggak indomie? Seleranya beda. Lagipula menurut penulis mie sedap efek sampingnya lebih sedikit. Walau sama sama bikin badan lemah, paling tidak nggak sampai bikin sesak napas (yang penulis rasakan). Biasanya kalau membuat indomie goreng, penulis cuma pakai bumbu separuh. Karena kalau terlalu banyak, maka efek belakangnya nggak enak.

Penulis nggak nemu mi instan yang beneran bebas efek samping. Seringnya ada saja kurangnya. Sarimi misalnya, walau rasanya beda beda, pasti ada rasa yang konsisten. Begitu pula Supermie. Rata – rata pada bikin badan lemes kalau terlalu banyak. Untuk Mie Sedap, kelemahannya mungkin jadi mudah eneg.

Untuk mengecek efek samping ini cukup mudah. Tinggal digado saja bumbunya. Dari efek setelah itu bisa lebih jelas efek sampingnya. Efek samping kadang juga bisa dari mi nya. bisa ketahuan kalau mi nya digado.

Kembali ke Mie Sedap goreng, di dalamnya ada 5 bahan:

Dari kiri ke kanan: bumbu utama, kriuk kriuk, minyak, sambal dan kecap.

Mungkin kebiasaan, tapi biasanya orang kalau selalu pakai full semua. Padahal tidak harus. Untuk merubah rasa, kita bisa saja misalnya menambahkan lada, merica, bawang putih, bawang merah, ganti kecap, ganti sambal dll.

Ya sudah kita masukkan dulu mi nya ke air panas:

Panas air dan lamanya direbus bisa merubah sifat mie juga. Penulis sih seleranya suhu setinggi mungkin. Kalau perlu di tutup pancinya rapat. Dan walau satu merek, kadang bahan mienya juga beda, seperti misalnya Mie Sedap Korean yang barusan keluar. Yang ini perlu dimasak lebih lama. Rasa mienya juga beda.

Untuk bumbu penulis pakai seperti ini:

Lho mana minyaknya?

Ini tergantung selera juga. Bila nggak pakai minyak maka rasa sambalnya jadi jauh lebih terasa. Tapi bukan ini yang penulis lakukan. Penulis tambahkan minyaknya ke mi yang sedang di rebus. Tujuannya biar minyak nggak kepakai banyak tapi baunya masih terasa (malah lebih kuat).

Mengapa mengurangi minyak?

Ini karena selera juga. Karena kalau minyak banyak, badan rasanya terasa kering. Bawaannya ingin minum terus. Jadi minyak penulis kurangi. Hitung hitung mengurangi makanan berminyak.

Kalau masak Indomie goreng, maka kriuk kriuk penulis campurkan ke mi yang sedang direbus juga. Baunya jadi khas.

Dari bumbu ada yang seleranya dibiarkan seperti di atas. Sehingga bumbu jadi nggak rata, dan rasa jadi nggak monoton. Ada yang nggak manis dan ada yang terlalu manis. Ada nggak pedas dan ada yang terlalu pedas. Ada yang suka model variasi begini.

Penulis termasuk yang lebih suka mencampurkan dulu. Rasanya jadi merata. Kalau mau ekstrem, urutan mencampurkan juga bakal merubah rasa. Misalnya kalau sambal ditambahkan belakangan, maka pedasnya pasti lebih terasa.

Dan akhirnya mi nya pun sudah matang:

Mungkin ada yang selera al dente (setengah matang) atau semacamnya. Penulis sih pinginnya matang, biar nggak haus kalau sedang makan mi.

Mi ditiriskan lalu dicampur, pakai ditekan tekan juga. Jadinya seperti ini:

Di beri nasi biar ada beda rasa. Cocoknya sih pakai telur ceplok juga.

Karena untuk anak, pakai kriuk kriuknya juga. Penulis sendiri nggak suka. Entah mengapa kok rasanya kalau produk Mie Sedap, kriuk kriuknya terasa terlalu gosong.

Sudah begitu. Enaknya dimakan saat panas.

Walau enak, sebaiknya sih makan mi instan jangan dibiasakan. Ekstrak bumbu dikeringkan sepertinya nggak bagus untuk tubuh.

Alternatifnya bisa biskuit atau roti atau wafer. Tapi yang begitu itu biasanya cuma dianggap camilan dan bukan makanan. Tapi butuh juga untuk energi.

Tambahkan juga sirup atau minuman manis yang pakai gula beneran. Atau kalau mau yang lebih teruji, beli saja oralit di apotik. Teh boleh juga, asal jangan terlalu manis kalau untuk sering sering.

17 respons untuk ‘Review mi goreng Mie Sedap instant, cara masak beda rasanya juga beda

  1. Makan mie instan boleh asal jangan kondisi capek setelah kerja lembur,makanlah mie instan di saat setelah hujan/kondisi hujan di rumah.mie yg bagus adalah olahan sendiri,mie yg lebih bagus lagi adalah mie bihun & itu kesukaan saya banget

    Suka

  2. barusan saya abis makan nasi pake mie ABC rebus selera pedas yang pedasnya tidak berasa, hehehhe…harus ditambah bon cabe klo mau pedas, wkwkwkwk, untuk minumnya saya prefer teh hangat bukan teh celup tapi tubruk dengan warna teh tidak terlalu kental. pekat, dan jangan pakai gula alias teh tawar, kalo minumnya teh hangat yang dikasih gula entah sedikit atau banyak gulanya maka akan dapat dengan mudah meningkatkan kadar gula darah nanti setelah selesai meminumnya (BTW ini juga ane dikasih tau seseorang kalo lemes tubuh gula darah rendah untuk naikinnya secara cepat disuruh makan cokelat macam silver queen atau delfi dan kalo minum minum teh manis hangat sambil disendok pelan2).
    naahhh supaya esok paginya tetap bisa BAB dg lancar ane makan agar2 atau jelly, maklum buah kagak ada, wkwkwk…

    Suka

    • Sip. iya, memang buatan pabrik itu seringnya generik. Mantap pilihannya. Memang beda antara teh celup dan yang bukan celup.

      Sip sarannya. Tapi bukannya selera pedas itu sudah bikin BAB lebih dari lancar?

      Suka

  3. Sya mie instant uda paling pas indomie kari atau indomie goreng. Kombinasi pake bakso.
    Penyajian masak biasa. Air rebusan gk dibuang. Normal lah. Wkwkwkw
    Makn indomie sya trakhir 3 bulan lalu. Jdi jarang2.

    Suka

  4. Itu masaknya pake baskom stanlis om?
    apa ga ngeri om?
    soalnya dirumah juga punya (ukuran lebih kecil, sekarang sudah berlubang walau jarang di pake)

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.