Weleh, setang piston dari bahan titanium juga harus direcall? punya CBR1000RR-R


Jadi ternyata walau bahannya super mahal, kalau salah buat, tetap saja jadi ringkih. Dan ini terjadi di motor Honda CBR1000RR-R.
Honda is in the process of recalling the new 2020 Honda CBR1000RR-R over a potential problem with the engine’s conrods

The con-rods may have a metallurgical defect, leading us to believe that Honda’s conrod supplier produced a faulty batch.

The campaign will result in a delay in the bike’s deliveries only in the EU market only, with the rest of the global markets remaining unaffected. It’s estimated that the recall will affect 300 units.

Unik juga karena yang kena adalah yang dijual di Eropa. Setahu penulis motor yang dijual di Eropa itu spek yang paling kencang. Amerika dapat yang lambat. Dan spek kencang ini yang bikin masalah. Bisa jadi ini karena salah perhitungan juga.

Conrod itu yang kayak begini:

Katanya sih pakai titanium lebih ringan dari baja, untuk kekuatan dan keawetan yang sama:
Yamaha’s Fracture-Split Titanium Connecting Rods

The advantage of using titanium rods is that, while they can display strength and fatigue properties equaling those of high-strength steels, their material has only 60 percent of the density of steel. Lighter weight means reduced bearing loads, lower vibration, and a potential for easier attainment of performance at higher rpm

Tapi kualitas titanium itu beda beda. Kalau dari diagram berikut, standar jepang itu separuh lebih jelek?
Titanium alloys for connecting rods and engine valve

Tapi tetap sip ada recall.

Motor yang terbaik untuk fans memang, itu kata Marquez sambil merem:

12 respons untuk ‘Weleh, setang piston dari bahan titanium juga harus direcall? punya CBR1000RR-R

  1. Klo dipakai turing conrod rusak bisa menular ke part yang lain??? Klo gak salah yg 250 CC saja akibat over heat bisa rusak di banyak part.

    Suka

  2. sebetulnya Yamaha New R1 2015 yg malah semuanya juga pernah di recall, tapi bukan masalah Fracture Split Ti Conrodnya melainkan masalah gearbox yg dikatakan menurut announcement resminya :

    “In affected motorcycles, both second gear wheel and pinion gears in the transmission may break as a result of extremely high stress and/or improper shifting. This is due to inadequate component strength and stress concentration at the gear teeth bottom land. In addition, the third and fourth wheel gears may be deformed or break as a result of excessive stress caused by hard usage. This is due to inadequate component strength. If gears fail, the transmission could lock up, causing loss of control that could result in a crash with injury or death”

    kalo dari yg ane ketahui, dulu pernah ane tau dari video dimana letak defactnya ada pada desain roda gigi transmisinya, pada versi yg di recall kalo gak salah terdapat desain lubang-lubang pada dinding sisi gearnya (macam lubang mangkok CVT), lalu diganti dg desain penuh tanpa ada lubang2. mungkin Yamaha membuat begitu supaya dapat mengurangi bobot total sehingga gearbox jadi lebih ringan berputar tapi malah dari segi kekuatan justru menurun bisa pecah, makanya di recall dan diganti gigi yg padet tanpa lobang.

    Kalo ane sih mending Yamaha balik lagi aja ke Screamer Engine buat R1 nya, karna kalo tujuannya mau nyari power dan “harder quick revving” ya screamer jawabannya, ngga usah lah terlalu detail main ringan2 komponen yg malah berdampak negatif untuk mesin crossplane, karena :

    https://www.onallcylinders.com/2015/01/15/cross-plane-vs-flat-plane-crankshafts/

    *ygresekgausahdebat,soalfloatingdiskajacerewet

    Suka

    • sip, terima kasih infonya. Iya usaha mengurangi berat memang sering jadi sumber keropos. Jadi ingat ada motor cina yang bodinya berat banget dibully. padahal merek jepang banyak juga cerita bagian rangka patah.

      Soal screamer setuju. Sudah tidak ada lagi alasan mempertahankan crossplane.

      Suka

      • apalagi jaman now elektronik untuk motor masspro itu sudah sangat canggih, mungkin next otak komputernya sudah melangkah ke 64 bit atau apalah, mungkin fitur motor anti jatoh ala robot Asmuni eh, Ashimo seperti dipake RCV Markuz thn 2013-2014 akan juga dibenamkan di masspro. coba remaind ulang, saat itu hondalah satu2nya V4 user yg pake model screamer engine tapi markuz yg baru naik kelas begitu mudahnya asal ngegas motor screamer yg katanya liar, dari start sampe finish tanpa kuwatir kompon ban aus atau motor spinning berkat elektronik super canggih in house milik HRC.

        lha crossplane itu kelemahanya kalo merujuk di artikel bahasa inggris di luaran sana adalah masalah berat bobot bandulnya, kurang nampol kalo mau ngail power gede, bisa dicapai power gede dg meringankan bobot bandul kruk as tapi dampaknya tau ndiri kan 2018 Yamaha amburadul performanya, ditikungan sering spin mulu, apalagi terbentur peraturan ECU seragam “minarelli” itu tuh!

        Suka

        • Iya, sekarang ECU sudah makin canggih. Cuma repotnya di MotoGP masih diharuskan pakai ECU tua. Liarnya motor Honda rasanya juga terpengaruh dengan arah putaran balancing.

          Marquez sendiri mencoba berkendara tanpa mengandalkan ECU.

          Padahal dulu keandalan dari cross plane adalah tenaga paling terkendali, tidak spin. Jadi sekarang crossplane sama sekali tidak ada keunggulan selain dari sisi marketing.

          Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.