Silaturahmi perlu pakai protokol lebih ketat dari anjuran pemerintah


Mohon maaf lahir dan batin. Bila ada kesalahan selama ini mohon dimaafkan.

Hari raya idul fitri tidak lepas dari silaturahmi, untuk saling bermaafan dan menyambung persaudaraan. Walau nggak ada aturan khusus soal silaturahmi, mudik oleh pemerintah dilarang. Menerima tamu tidak dianjurkan. Tapi rasanya bakal sulit untuk mencegah silaturahmi antar tetangga.

Tentu alasannya masuk akal. Masa ketemu orang di pasar atau di minimart boleh tapi ketemu tetangga nggak boleh?

Pemerintah menyarankan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Tapi kan tahu sendiri protokol pencegahan Corona pemerintah itu lemah. Penularan masal terjadi di mana mana, termasuk di tempat yang sudah menerapkan protokol kesehatan.

Apa yang bisa kita lakukan.

Yang jelas jangan anggap masker itu sakti. Pakai masker tidak menjamin tidak ketularan. Ada satu hal yang disarankan WHO tapi tidak digubris di Indonesia, yaitu ventilasi udara. Pastikan udara dalam rumah bisa bersirkulasi dengan udara luar. Ruang tamu jangan tertutup, hembus udara ke luar atau dari luar. Walau mampu, jangan pakai AC. Pakai AC ionizer / plasmaclusternya sesudah tamu pulang.

Walau mampu, nggak usah deh membangun bilik disinfektan atau menyemprot disinfektan ke tamu. Karena virus dalam tubuh penderita nggak akan hilang walau disterilisasi. Sterilisasi itu harusnya dilakukan setelah tamunya pulang. Nggak perlu juga dilakukan ke kendaraan walau memang ada yang hobinya kalau bersin itu dihadapkan ke dashboard atau kemudi.

Rasanya kurang sopan kalau sampai pakai sarung tangan. Soalnya kalau pakai sarung tangan itu kesannya jadi harus salaman. Padahal bisa jadi tamunya tetap saja nggak enak mau salaman. Pakai salam sentuhan sikut juga bukan hal yang bagus.

Yang repot lagi soal suguhan makan dan minum. Terutama sih makan karena kalau minum bisa dipersilahkan ambil dari air kemasan. Tamu tentunya canggung juga bila makanan yang disuguhkan wadahnya jadi satu dengan yang untuk tamu yang lain. Jadi ragu ragu, ambil tidak ya? mungkin malah ambil makanan tidak populer. Mungkin bisa pakai sendok dan wadah sekali pakai?

Setelah silaturahmi selesai mungkin perlu dilakukan isolasi mandiri. Jaga jaga bila kita ketularan. Persiapannya adalah jaga betul betul kesehatan.

Kalau punya senjata andalan silahkan dipakai. Mungkin madu, jinten, propolis, royal jelly, kunir, yodium, stingo zapper, cemenite, dll.

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.