Servis berdasarkan waktu kok itemnya disamakan dengan yang berdasarkan jarak pakai


Tidak terasa kita ini selalu menyamakan perlakuan servis yang pakai ukuran bulan dengan yang pakai ukuran jarak kilometer.
Servis Motor, Lebih Baik Hitung Kilometer atau Jangka Waktu?

Contoh paling jelas itu bila kita melihat panduan pengecekan atau penggantian komponen di buku servis Honda Beat eSP:

Hal ini jelas sesuatu yang aneh. Lagipula , komponen yang 5 ribu km sudah rusak, suspensi belakang, entah mengapa kok tidak dicantumkan juga.

Padahal jelas bahwa umur kebanyakan part motor itu bergantung pada pemakaian. Misal esktremnya, motor diminyakin semua lalu dimasukkan gudang pastinya nggak butuh ganti oli, ganti busi atau ganti filter udara. Motor yang cuma dipakai beberapa ribu km saja nggak butuh ganti aneh aneh.

Rasanya part yang ada hubungannya dengan waktu adalah oli mesin. Itupun seharusnya kita jangan pakai acuan grup oli yang menyarankan tiap 1 tahun harus ganti, itu kan standarnya negara barat yang ada 4 musim. Tiap habis musim salju memang oli wajib di ganti. Kalau di Indonesia kok seingat penulis nggak ada musim salju. Jadi oli mestinya bisa tahan lebih lama berdasarkan waktu, walau oli kebanyakan kualitasnya di bawah standar.

Tapi sayangnya ini yang terjadi. Seperti contohnya di motor Aerox yang katanya masih dipakai 7 ribuan km. Kok sudah ganti filter udara?
BIAYA PERAWATAN YAMAHA AEROX SETELAH SETAHUN PEMAKAIAN DAN SOAL KODE 12

Walau bengkelnya termasuk baik, karena nggak ditawari jasa aneh aneh (walau servis injection mecurigakan dan nggak terlihat jasa pelumasan CVT walau biaya servis diatas 100 ribu), tapi tetap ganti filter udara itu berlebihan bila melihat standarnya Honda yang tiap 16 ribu km. Dan anehnya waktu servis itu justru yang ditanya adalah mau ganti oli apa tidak:

Setibanya di bengkel, si mbak bagian penerima konsumen jasa servis nanya, “Ini servis saja apa sekalian ganti oli?”

Kok nggak filter udaranya yang ditanyakan?

Padahal standar motor Honda Beat itu sudah termasuk rakus busi dan filter. Karena kalau standar mobil Honda Brio itu busi bisa tiap 40 ribu km (padahal busi nikel) dan filter udara tiap 30 ribu km.
Idealkah Mengganti Oli Mesin Mobil Setiap 10.000 Km?

Padahal (debu) udara yang dihirup sama, bensin yang dipakai sama, di mobil bisa tahan selama itu. Hebat banget ya?

Tapi tetap sama, penggantian item untuk jarak disamakan dengan waktu.

Menurut penulis sih nggak masuk akal. Tapi sudah pada menganggap ini logis, mau bagaimana lagi? Nanti pas menolak ganti filter udara jangan jangan garansi dibuat hangus (walau di buku panduan disebut harusnya per 16 ribu km)?

Oleh karena itu penulis walau dilema lebih memilih nggak perduli garansi dan memilih membuat motor awet dan nyaman, daripada dipaksa pakai oli di bawah standar dan disuruh bayar part yang sebenarnya nggak perlu diganti.

4 respons untuk ‘Servis berdasarkan waktu kok itemnya disamakan dengan yang berdasarkan jarak pakai

  1. Bener pak, dari dulu yg saya milih option bapak yang terakhir.
    Saya ga begitu ngurusi garansi, yang penting semua tercatat sendiri dan terawat berdasar km pemakaian

    Suka

  2. saya udah kapok servis di bengkel resmi, dua kali pengalaman ga enak di bengkel resmi yg berbeda, bengkel pertama: beres servis ko bodi pada geter, ternyata ada satu baut yg ilang n beberapa masih pada kendor, saya kencengin sendiri di rumah.
    bengkel kedua, ini yg paling konyol menurut saya, jadi oli yg didalem mesin belum dibuang, udah dimasukin oli yg baru, alhasil begitu dibawa pulang motor kerasa berat trus mogok, saya dorong balik kebengkel, ga taunya oli sampe terhisap naik ke box saringan udara.

    Suka

    • Waduh kacau. Parah juga kalau ganti oli nggak dikuras dulu. Sepertinya nggak punya urut urutan kerja. Kayaknya ini juga pernah terjadi pada yang lain juga.

      Iya, ini memang itu resikonya servis kejar tayang. Padahal sebenarnya cukup ganti oli saja tapi dipaksa servis. Jadinya malah kacau, konsumen habis biaya banyak dan sering ada kejadian begini.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.