Akhirnya terjawab sudah alasan mengapa Rea shift ZX25R di 17 ribu rpm


Yang lihat video saat Jonathan Rea mengendarai motor Kawasaki Ninja ZX25R tentunya penasaran mengapa kok ganti gigi dari 5 ke 6 dilakukan di rpm 17 ribu:

Padahal kan rpm dari ZX25R bisa mentok hingga 18 ribu rpm:

Mengapa kok diteruskan bablas tetap di gigi 5 saja? Apalagi sudah mau belokan?

Ternyata info saat peluncuran resmi Kawasaki Ninja ZX25R menunjukkan jawabannya.

Ternyata bro, tenaga maksimal dari ZX25R itu ada di 15,5 ribu rpm:

Dan setelah 15,5 ribu rpm, tenaga jadi turun drastis:

Dan sepertinya ini dilakukan demi untuk membuat motor ZX25R tetap enak kalau dibuat harian, jadi disisakan tenaga di rpm rendah dan menengah:

Ingat bahwa motor ini nggak pakai VVA atau semacamnya. Jadi memang harus memilih. Dan tentu ini bisa jadi peluang besar untuk yang mau modif. Tenaga di rpm bawah bisa dikorbankan sehingga tenaga di rpm 12 ribu ke atas bisa makin sip.

Nggak cuma modif ECU saja tentunya, tapi dari pengaturan udara masuk dan keluar juga. Minim ganti noken as.

Jadi jawaban dari mengapa Rea pindah gigi di 17 ribu rpm adalah biar nanti pas di gigi 6, rpm bisa pas di tenaga puncak. Jatuhnya juga pas di rpm 15,500:

11 respons untuk ‘Akhirnya terjawab sudah alasan mengapa Rea shift ZX25R di 17 ribu rpm

  1. klo masih kemahalan cukup yang 2tak aja. bawa ke RAT motorsport atau TeknoTuner tuning disitu mungkin masih bisa nempel ZX25R knalpot racing😁

    Suka

  2. Ya pembalap profesional pasti hafalin dulu kecepatan tiap Gear di 3/4 rpm atas sampai Red line. Karena motor kubikasi kecil macam sport 250cc ini biasanya akan gantung gas di range tersebut. Kalau upshot, putaran mesin turun berapa rpm dan kalau downshift, putaran mesin naik berapa rpm.
    Kalau masalah sudah hampir masuk tikungan tetap upshift menurut saya jika dibandingkan Superbike, karena motornya lebih ringan dan kecepatan entry tidak setinggi Superbike, Rea tetap upshift karena artinya rem standar cukup untuk control lajunya.

    Suka

    • Iya, mereka pasti hapalin turunnya ke rpm berapa. Dan pastinya pembalap sekelas Jonathan Rea pasi bisa tahu ganti gigi di rpm berapa yang bikin akselerasi paling maksimal. Bisa merasakan di rpm berapa tenaga maksimalnya.

      Yang saya persoalkan di upshiftnya adalah karena tentu ada kehilangan tenaga pada saat upshift. Apa hilang tenaga ini worth it mengingat jarak tikungan sudah dekat? Ini dilema klasik upshift atau nggak ganti gigi ketika tikungan sudah dekat.

      Suka

  3. Yang lucu, masih banyak rider yang belum bisa membedakan antara putaran peak power dengan redline, jadi mereka mikirnya kalo mau berakselerasi lebih cepat ya pindah giginya pas redline atau pada RPM setinggi2nya, padahal yang ada juga malah mesin ngempos 🤔

    Suka

    • pindah gigi di red line bisa asalkan kurva powernya turunnya tidak curam tapi melandai setelah peak power dibawah redline, kalo di superbike emang peak power letaknya dekat dg redline seperti misalnya ZX10R dan New R1, peak power di kisaran 13.000-14.000, sementara red line dua motor itu di 14 ribu.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.