Tuh kan, penyakit crash Honda merusak segalanya


Sebelumnya, penulis acungkan jempol kepada Honda karena di balapan di Jerez kali ini, motor Honda yang PALING kencang. Ducati? Meh, adu kencang dengan Yamaha di lintasan lurus saja nggak mampu, padahal modif aerodinamikanya berlebihan dan kekuatan Yamaha kan bukan di lintasan lurus. Kekuatan motor Honda membuat Marc dengan mudahnya menyalip pembalap lain setelah sempat keluar lintasan. Dari posisi dekat adiknya, sampai nyusul lagi Vinales yang diposisi 2. Beda performanya ekstrem.

Namun semua berakhir ketika si Marc crash lagi setelah sampai di belakangnya Vinales.

Aneh si komentator kok heran Marc jatuh. Yang salah bukan Marcnya bos, tapi Hondanya. Karena di awal balapan saja disebut Cal Crutchlow nggak bisa ikut balapan karena crash? Penyakitnya Honda dong?

Di crash pertama, Marc bisa menyelamatkan diri. Rupanya kesaktian masih belum hilang, sehingga masih bisa ikut join kembali walau posisi berkurang banyak. Dengan kekuatan motor Honda dan jurus memaksa ambil dari dalam, Marc berhasil menyalip banyak pembalap sehingga ia berhasil kembali di posisi 3.

Pembalap lain juga hebat. Quartararo jelas. Vinales juga walau disebut salah pilih ban tapi tetap bisa bertahan di posisi dua dan saat start juga tidak keteteran. Hebat juga si Dovi bisa podium walau luka. Rupanya lukanya tidak terlalu mengganggu. Miller pantas memang jadi pembalap utama Ducati. KTM hebat bisa di depan walau tenaga nggak sehebat Ducati. Morbidelli juga bagus di balapan ini. Sayang cedera membuat Rins dan Crutchlow nggak bisa ikut balapan. Si Rossi juga minggir di akhir akhir.

Nasib Marc masih belum jelas. Kalau lihat kejadian kecelakaan, Marc sempat tertumbuk ban motor dan jatuhnya lumayan ekstrem. Pergelangan tangan juga kelihatan kesakitan.

16 respons untuk ‘Tuh kan, penyakit crash Honda merusak segalanya

  1. Mungkin benar kata Lorenzo, markes jatuh karena dirinya sendiri. Lihat kan gak ada senggolan dg rival maupun di-push rival

    Suka

  2. yang aneh justru adalah kenapa yg sudah melorot ke posisi 17 setelah outwide tapi kok masih bisa merangsek ke posisi 3? disitu pasti sudah di push habis2an tapi ban rear soft nya masih sanggup melayani, padahal lho pembalap lain yg ngga terlalu ngepush pake ban soft rear kagak bisa melakukan push kayak gitu, padahal juga pas outwide ban nggasruk di gravel yg seharusnya ada kommpon yg tergerus tapi kok masih bisa perform push abis2an, hahaha….

    *monggo yg mau nge-counter pake tendangan karate waktu dan tempat dipersilakan hehehe

    Suka

  3. kebanyakan update mungkin yg bikin Marquez ga nyaman sama motor nya. kayaknya Honda lebih cocok pakai prinsip kando, yg udah bagus ga usah terlalu banyak di rubah lagi. di jaman Doohan dulu kan prinsip model begitu kan pernah sukses. jarang update pengembangan motor tapi karena udah nyetel maka nya langganan juara dulu.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.