Marc bisa mengejar dari posisi 17 ke posisi 3 bukan karena kemampuan dewa


Walau yang ditonton sama, pendapat bisa bertolak belakang memang. Banyak yang menyebutkan bahwa di balapan Jerez barusan, Marc Marquez hebat bisa mengejar dari belakang. Si komentator sampai memuji habis habisan. Tapi dari yang memuji muji itu NGGAK ADA yang menjelaskan skill apa yang bisa bikin Marc “sehebat” itu. Ngomongnya cuma wih hebat banget, ini itu, tapi nggak dibilang bisa hebat begitu karena apa.

Mungkin karena di dalam alam bawah sadar mereka, mereka sadar bahwa itu bukan karena skill Marc. Karena kalau beneran lihat balapannya sendiri, maka mereka bakal SULIT menjelaskan skill apa yang dipergunakan.

Karena jelas terlihat di saat mana Marc bisa lebih kencang dari yang lain.

Yang nonton sendiri bisa tebak di saat apa Marc bisa lebih kencang dari yang lain?

Apa di tikungan? Tidak. Karena kecepatan Marc Marquez di tikungan tidak lebih kencang dari yang lain. Bahkan yang dikatakan unggul di motor Honda, di corner entry, ternyata tidak terbukti. Langsung di salip Vinales lagi tuh?

Lho, tapi kan ia kelihatan bisa dengan mudah menyalip yang lain di tikungan? ho oh. Tapi lihat tidak bagaimana reaksi pembalap lain? Kesan penulis lihat reaksi pembalap lain adalah: Sing waras ngalah, si kebal hukum mulai pasang aksi lebih baik ngalah, ngalah saja daripada belakangan disingkirkan dari lintasan, kurang ajar berani potong tapi mau ngejar motor gue nggak kuat

Jadi sebenarnya yang bikin Marc bisa semena mena adalah karena motor Honda punya Marc jauuuh lebih unggul dalam akselerasinya dari semua motor yang di lintasan. Sepertinya juga termasuk motor yang dinaiki adiknya atau Takaaki Nakagami.

Lihat saja ketika Marc keluar dari tikungan, langsung deh meninggalkan musuhnya dengan jauh. Begitu sudah mau tikungan lagi, musuh sudah nggak akan bisa ngejar lagi.

Sementara itu kecepatan di tikungan nggak jauh beda dari yang lain. Ini juga menjawab pertanyaan mengapa kok ban Marc awet. Karena memang ia tidak memforsir ban di tikungan. Karena sudah terbantu sama akselerasi.

Yang diandalkan oleh Marc menurut penulis ada dua. Yang pertama adalah jurus potong kompas. Dengan memotong kompas maka Marc memaksa pembalap lain melakukan evasive manuver. Dan dengan situasi seperti ini, maka motornya dan motor musuh akan mulai dalam posisi akselerasi yang sama. Dengan kemampuan akselerasi yang lebih hebat, nggak mungkin musuh bisa ngejar. Ini yang jadi andalan kedua.

Kondisi ini beda dengan ketika Marc bertarung pertama kali dengan Vinales yang Vinalesnya bisa nyalip lagi. Kebanyakan pembalap kaget oleh kehadiran Marc. Mereka itu cuma berjaga terhadap pembalap biasa yang respek dengan pembalap lain. Sehingga mereka nggak nyangka ketika jalurnya dipotong oleh pembalap kebal hukum seperti Marc. Banyak yang langsung memilih mengalah, dan sebagian kecil yang jengkel tidak bisa berkutik karena motor mereka inferior. Mau nyalip lagi? Ngimpi.

Dan dengan memanfaat akselerasi motor yang luar biasa, Marc bisa dengan mudah meninggalkan mereka. Akselerasi motor Ducati nggak ada apa apanya dibanding akselerasi motor Honda.

Miller yang biasanya sama Marc nggak takut pun tidak bisa berkutik. Bahkan di Dovi yang jagonya braking pun tidak bisa berkutik ketika jalurnya dipotong. Mau ngekor juga nggak mampu.

Jadi menurut penulis kehebatan Marc bisa mengejar posisi itu harus diatributkan ke performa motor Honda juga. Ibarat drag racing motor matik. Pujian juga harus diarahkan ke bengkel modifnya. Apalagi karena sekarang kebanyakan kendali motor sudah dibantu sistem elektronik. Tapi sistem elektronik ini yang jadi kehancuran Honda di balapan ini. Dibahas berikutnya.

Penulis curiga akselerasi motor Marc beda dengan motornya Alex dan Nakagami karena kok keduanya nggak bisa meninggalkan lawan seenak Marc. Atau karena Alex masih ketakutan? Karena kok dengan motor yang akselerasinya paling baik di seluruh MotoGP tapi masih kalah dengan sepantaran seperti Oliveira apalagi sama Bagnaia.

12 respons untuk ‘Marc bisa mengejar dari posisi 17 ke posisi 3 bukan karena kemampuan dewa

  1. Apakah ada investigasi dg motor markes? Klo terlalu beda signifikan harusnya Dorna menginvestigasi. Hasilnya dipublikasikan.

    Suka

  2. motornya beda secara keseluruhan dengan motor lainnya prof, sitimewa jos punya.. kalau gak percaya silakan terbang ke markas HRC, biar makin yahud gak cuma opini.. ya thoooo

    Suka

  3. opini ini berdasarkan fakta jalannya race kemarin ane rasa, kalo harus tanya langsung ke hahresek jelas kagak mungkin, sekelas Nakagami saja mungkin kagak dikasih tau dimana letak perbedaan rcv nya dg sang juara incumbent, ngoahahaha….

    Suka

  4. Tapi bukannya marc banyak di overtake setelah keluar di tikungan? Bahkan rins pernah melakukannya? Dan saat itu posisi mm potong kompas

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.