Pujian Alex terhadap kemampuan Takaaki Nakagami salah sasaran, sebenarnya tiru trik Marc ngerem pakai ban belakang


Sepertinya kemampuan Alex Marquez dalam mengendarai Honda masih jauh dari standar MotoGP. Hal ini terungkap dari pujiannya terhadap Takaaki Nakagami yang di balapan di Jerez barusan bisa berada di urutan keempat:
Brno MotoGP: Alex Marquez: ‘It will be intense’

Ia memuji bahwa Nakagami itu walau di pengereman nggak begitu hebat, tapi di tengah tikungan bisa sangat cepat:

“For sure I had a look at Taka and I tried to understand why he is faster than us. He is unbelievably fast in fast corners, especially in corner speed,” Alex said.

“He has a little bit different setup. His riding style is not to be so strong on the braking point, but he is so fast in mid-corner. So I am trying to understand which points I need to improve, but for me it’s clear that we need to make a step in corner speed at Brno.

Honda sendiri termasuk motor yang tidak bisa kencang di tengah tikungan. Sehingga sempat disebut kalau mengendarai motor Honda di tikungan harus model V.

Tapi ia juga menyebut Marc jauh lebih kencang dari yang lain, apalagi dibanding Takaaki Nakagami:

“For me, the best person to compare to is Marc, because he is able to be faster than everybody, but [at Jerez 2] I compared more with Taka, because he was on track with the same conditions as me.”

Perlu diketahui bahwa Nakagami cepat mulai dari ketika ia berhasil menjadi yang tercepat di FP2 & FP4 Jerez II. Waktu kualifikasi kurang dari setengah detik lebih lambat dari yang tercepat, Fabio Quartararo.

Yang dipuji Alex adalah kecepatan Nakagami di tengah tikungan. Tapi Nakagaminya sendiri menyebutkan bahwa yang ia lakukan adalah dengan meniru gaya pengereman Marc, yang juga menggunakan rem belakang dan meningkatkan kemampuan di corner entry.

“Just a little bit different set-up, but I completely changed the riding. I try Marquez’s [style of] riding. I can’t completely copy it, but I try [to emulate] how he manages this bike.

“He knows very well how to use the rear tyre on the braking and how he manages, how to stop the Honda. This is clear, I can see in the data. He uses a lot of rear brake, he tries to stop the bike not only with front tyre, he tries to also stop the bike by [using] the rear.

“This is the strongest point and I try to copy Marc. I make a big improvement from entry to apex, this makes me more confident on the bike and [means] less mistakes. This is the reason why I’m getting faster and faster.”

Itu jelas disebutkan bahwa Marc menggunakan rem belakang UNTUK NGEREM. Tapi rasanya walau sudah jelas jelas disebut eksplisit, bakal masih ada saja yang ngeyel pakai rem belakangnya untuk belok.

Jadi menurut Nakagaminya sendiri, peningkatan bisa ia rasakan karena pengereman sehingga ia bisa kencang di corner entry. Ini rasanya agak bertentangan dengan omongan Alex sebelumnya yang rasanya menganggap Nakagami cepat di tikungan. Nakagaminya sendiri menurut penulis bilang ia bisa cepat di tikungan karena ia bisa cepat di corner entry. Jadi bukan bikin motor Honda menikung lebih kencang di mid corner yang harusnya jadi fokus, tapi bikin corner entry motor bisa kencang dengan pengereman yang lebih baik.

Memang ada perubahan setelan motor, yang ikutan copy punya Marc, tapi yang utama adalah perubahan gaya berkendara:

“Just a little bit different set-up, but I completely changed the riding.

Nakagami bilang ia merubah total gaya berkendaranya, karena ternyata berlawanan sama sekali dengan gayanya Marc:

“On the data it looks completely on my riding and [Marquez’s] riding are completely the opposite. That’s why I try opposite way and it looks more comfortable, and from FP1 I had a good feeling on the bike, much easier, using less energy on the bike.

Dan seperti disebut sebelumnya, strongest point dari gaya berkendara Marc menurut Nakagami adalah “how to stop the Honda”.

Intinya:
– rem belakang itu penting untuk membantu pengereman bahkan di motor MotoGP sekalipun
– jadi untuk harian itu juga penting untuk mengetahui cara menggunakan rem belakang dengan baik

7 respons untuk ‘Pujian Alex terhadap kemampuan Takaaki Nakagami salah sasaran, sebenarnya tiru trik Marc ngerem pakai ban belakang

  1. OOT: fix.. saia cocoknya pake ngondah itu, soalnya kalau pake motor yang dilengkapi slipper clutch atau pake ban belakang yang ngegrip malah kesulitan belok (mbelandang tunggang langgang) mengingat saya sangat tergantung sama bantuan ‘geser buntut’ buat belok ✌🏼

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.