Banyak yang ngeyel injeksi pasti lebih irit gara gara nggak ngerti keberadaan komponen ini


Hari ini penulis menjumpai 2 orang yang ngeyel banget bilang kendaraan injeksi lebih irit. Padahal fakta di India, seperti bahasan motor Hero XPulse 200 sebelumnya, yang tersedia versi injeksi dan karbu, membuktikan bahwa itu salah.

Entah apa yang bikin mereka ngotot. Harus diingat bahwa membandingkan itu nggak cuma saat kendaraan masih baru!

Realnya membandingkan kendaraan itu adalah ketika kendaraan sudah dipakai belasan ribu km. Di sini penulis nggak menyertakan kolektor yang motornya cuma puluhan tahun sekali dipakai.

Mereka pada ngeyel bahwa kendaraan injeksi itu lebih awet dan lebih irit selamanya.

Berani beraninya ngaku kendaraan injeksi awet padahal tiap kali servis, tiap 2500 km, pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya lebih dari 100 ribu rupiah untuk carbon clean atau injector cleaner.

Itu biaya wajib. Kalau berani menolak coba tebak deh apa yang bakal dibilang oleh mekaniknya: “bakal nggak awet injeksinya bos, bakal cepat rusak injeksinya bos!”

Begitu masih berani ngaku ngaku sistem injeksi itu awet?

Mereka ini juga sama sekali nggak paham komponen yang pasti dipakai di kendaraan injeksi modern. Sensor oksigen. Padahal komponen ini sangat sangat penting bagi keiiritan kendaraan injeksi.
Rawat Sensor Oksigen Agar Performa Kendaraan Tetap Terjaga

Salah satu teknologi yang terdapat pada kendaraan saat ini adalah sensor oksigen. Sensor oksigen merupakan perangkat yang didesain untuk mendeteksi dan mengukur jumlah oksigen yang keluar dari pembuangan.

Sensor oksigen akan memberitahu ECU jika kadar oksigen keluar secara berlebihan atau terlalu sedikit. Oksigen yang terlalu banyak berisiko menurunkan performa bahkan dapat merusak komponen mesin. Begitu pula kadar oksigen yang terlalu rendah, hal ini mengindikasi bahan bakar yang keluar terlalu banyak sehingga terjadi PEMBOROSAN BAHAN BAKAR dan berisiko merusak konverter katalisator.

Penyebab Motor Injeksi Boros dan Brebet, Coba Periksa Bagian O2 Sensor

Juga pernah dibahas:
Kelemahan sistem injeksi adalah bisa jadi sangat boros bila sensornya soak

Jelas disebut bahwa sensor oksigen itu bisa bikin bahan bakar boros. Jadi rasanya wajar banget kalau mereka yang nggak tahu keberadaan komponen ini jadi ngeyel banget bilang kendaraan injeksi lebih irit.

Dan setelah diberi tahu, dibilang itu jelas adalah kerusakan sistem, yang artinya sitem tidak bekerja sempurna. Jadi seakan akan masalah ini cuma terjadi sporadis.

Kenyataannya apa?

Sensor oksigen rusak itu terjadi pada SEMUA kendaraan injeksi yang memanfaatkan sensor oksigen. Artinya SEMUA kendaraan injeksi itu bakal jadi boros karena sensor oksigen bisa rusak.

Yang punya kendaraan injeksi pasti merasakan sendiri bahwa kendaraan lama lama jadi boros. Dan yang bikin boros itu terutama adalah sensor oksigen kalau di kendaraan injeksi. Mau dibersihkan seperti apa pun mesinnya atau throttle body, membersihkan klep, pompa ban sampai atos tenan atau ganti ban cacing, membersihkan filter atau beli filter baru nyis, busi ganti baru, spion ganti baru, kalau sensor oksigen sudah rusak ya tetap saja kendaraan tetap boros.

Mereka ngeyel bahwa nggak bisa digeneralisir bahwa sensor oksigen itu jadi penyebab kendaraan boros. Tapi ada sih yang ngomong bahwa sensor oksigen itu sangat berpengaruh pada borosnya kendaraan injeksi, dari lembaga resmi pemerintah Amerika untuk soal iritnya kendaraan. Tapi biasanya orang macam mereka bakal ngeyel dan menganggap bahwa ini website nggak jelas juntrungnya.

Lalu mereka ngeyel bahwa sensor oksigen itu bisa dirawat atau diperbaiki atau dikalibrasi. Padahal kenyataannya sensor oksigen itu nggak bisa diservis tapi wajib diganti:
Rawat Sensor Oksigen Agar Performa Kendaraan Tetap Terjaga

Normalnya sensor oksigen sapat bertahan hingga jarak 50 ribu kilometer bahkan 100 ribu kilometer, namun hal tersebut tergantung kondisi. Oleh karena itu, merawat mesin secara teratur agar hasil sisa pembuangan terap stabil dan baik mampu menjaga umur sensor oksigen.

Jika sensor oksigen terlanjur mengalami kerusakan, tidak ada yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya selain mengganti dengan yang baru.

Itu artikel termasuk menipu karena judulnya rawat sensor oksigen tapi di dalamnya ngomong kalau sudah rusak tidak bisa diperbaiki. Malah sama sekali nggak dijelaskan merawatnya bagaimana.

Sensor oksigen itu bisa rusak karena kandungan timbal di bensin.
Ternyata pertalite dan pertamax masih ada timbalnya bro, timbal bisa merusak sensor O2 yang jadinya bikin mesin boros

Dan timbal itu yang bikin sensor oksigen tidak bisa diperbaiki. Jadi kalau ingin sensor oksigen awet, maka bensinnya harus yang 100% bebas timbal atau kotoran lainnya.

Kalau pakai pertalite? Ya amblas. Bakal seperti motor Honda Beat eSP penulis yang sekarang ini malah lebih boros dari Suzuki Spin 125 yang karbu vakumnya sudah penulis setel irit. 125 cc karbu lebih irit dari 115 cc injeksi, fakta.

Dan ternyata walau mereka tahu efek dari sensor oksigen, tetap saja ngeyel bilang sensor oksigen nggak penting, sensor oksigen cuma berhubungan dengan akurasi info ke ECU. Padahal sekarang ini rasanya SEMUA motor sudah pakai sensor oksigen. Mulai dari Honda Beat, Yamaha NMAX, Toyota Avanza hingga Lamborghini atau Ferrari pada mengandalkan sensor oksigen.

Dan selama kendaraannya masih pakai bensin pertamina dan dipakai tiap hari, maka sensor oksigen dari semua kendaraan itu bakalan lambat laun rusak. Bikin info yang dikirim ke ECU jadi ngaco.

Kalau info yang dikirim ngaco maka keputusan ECU jadi ngaco juga. ECU ngaco bikin boros. Mangkanya jadi muncul open looper dan piggy back dst. Mungkin dianggap lebih murah daripada beli sensor oksigen yang harganya sekitar satu juta (tergantung keikhlasan pabrikan).

Jujur ngaku deh, apa ada yang di sini pernah ganti sensor oksigen biar kendaraannya jadi irit lagi?

Intinya, realnya, di dunia nyata, motor injeksi itu BOROS kalau kita membandingkan motor motor di jalanan, apalagi yang kmnya sudah puluhan ribu.

12 respons untuk ‘Banyak yang ngeyel injeksi pasti lebih irit gara gara nggak ngerti keberadaan komponen ini

  1. Pemahaman orjalu bahwa mesin injeksi itu boros memang belum bisa diingkari dengan aneka teknologi, dan memang benar, saia sendiri merasakan bahwa apa yang orjalu sampaikan ada benarnya, di mana mesin karbu itu lebih boros ketika dipakai dalam sikon lalin yang padat serta stop n go, tapi lebih irit ketika diajak jalan jauh karena puntiran gas cenderung konstan dan pasokan udara yang melimpah bikin pembakaran makin efisien.. sementara di meain injeksi berlaku kebalikannya, karena menurut orjalu, kekuatan mesin injeksi untuk berpacu di jarak menengah dan jauh itu tergantung pada seprotan bahan bakar.. well, who knows? but i had the experience.. 🤔

    Suka

    • Iya. Itu mungkin model karbunya bukan yang vakum? Karena kalau yang model vakum maka semprotan bahan bakarnya dikendalikan oleh debit udara. Yang bukan model vakum debit bahan bakar ditentukan tarikan gas juga.

      Suka

      • Nanya dong kang,vega zr itu karbu tipe vakum ya ? terus lebih kurangnya karbu tipe vakum apa ya ? soalnya mesin kalo pagi susah di nyalakan,saya buka YT itu karena vakum karbunya kotor & kalo ganti bisa ngga ya pake yg ngga cepet kotor

        Suka

        • Masalah karbu vakum itu nyangkut nggak bisa mengangkat. Biasanya karena filter udara kotor.

          Kalau pagi susah dinyalakan itu mungkin campuran bensin di rpm rendah kurang boros. Atau bisa juga karena open filter atau pakai knalpot racing.

          Motor karbu juga biasanya memang harus pakai choke. atau solusi campuran bensin di rpm rendah dibuat lebih kaya. Bisa dari setelan pelampung atau ketinggian jarum dirubah.

          Suka

    • Kalau motor bro HONDA karbu, maka itu sangat sangat WAJAAAAR, karena memang teknologi karbu motor Honda itu super kadaluarsa dibanding merek lain dan memang kualitas di bawah standar.

      Karbu setelan ngaco? bikin knalpot hitam? Bikin busi hitam? WAJAAAR, saya sudah merasakan sendiri pakai motor karbu Honda kok. SETUJU banget kalau itu untuk merek Honda. Kalau pakai Suzuki dan Yamaha 4 tak karbu sih nggak pernah merasakan itu.

      Suka

  2. sayang ya penemuan vapor carburetor yang jauh lebih irit dari karbu dan injeksi teknologi nya di berangus bahkan penemu nya di bunuh ( tom ogle )

    Suka

    • Iya. Nggak cuma itu, bensin sekarang juga di formulasikan sehingga nggak cocok lagi sama vapor carburetor, jadi timbul gum, jadi merusak karbunya dst. Katanya cuma bensin militer saja yang bisa di vaporkan tanpa masalah.

      Suka

  3. Wah kalo buat sy sih injeksi imej nya irit ya karena keadaannya dibikin seperti itu
    Sy masih ngalami jaman karbu, semua ngejar performa masabodo irit bahkan yamaha nouvo yg beli dari baru sekali ngegass bisa 100 kpj on spedo
    Nah motor skrg di injeksikan ya krn ngejar euro sekian², bensin ‘dicekek’… sampai performa dikebiri, contohnya mio sporty ke mio J
    Kalau ketahanan, karbu scorpio sy boros di karet vakum, karbu nuvo ga lama baut dol kelalaian mekanik, ini injeksi xride sudah 6 tahun sudah mulai malas service baik² saja, xabre masuk tahun ke5 iritnya masih ga nahan 😀

    Suka

    • Iya, setuju. waktu beralih ke injeksi memang pada disetel irit motornya. Sementara itu di jaman karbu, tipe karbu vakum jadi yang paling dibenci.

      Iya, injesi muncul demi mengurangi polusi.

      Dan soal ketahanan, memang kalau keseringan di servis itu kadang malah memang bikin rusak. Jadi waktu sudah malas servis, justru komponen lebih awet 🙂

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.