Fabio Quartararo pun bila ngerem yang belakang dulu, dan teknik bikin rem belakang sip


Ternyata memang jaman sudah berubah. Penulis masih ingat ketika dulu penulis bikin artikel tentang kalau ngerem itu yang belakang dahulu banyak sekali yang menghujat atau mentertawakan. Padahal konsep ini sebenarnya banyak penganutnya di luar negeri. Banyak yang mencontohkan bahwa di MotoGP nggak butuh pakai rem belakang.

Namun ternyata itu sudah jadi ilmu kadaluwarsa. Sekarang ini pembalap kencang di MotoGP pasti pakai rem belakang juga untuk mengerem. Seperti dijelaskan di dari artikel berikut:
Fabio’s rear-brake trick

Dulu (dan sekarang) ada yang ngomong bahwa mungkin memang motor macam Ducati dan Honda pakai rem belakang, tapi Yamaha pasti nggak pakai rem belakang. Padahal sebenarnya tidak begitu. Sebelumnya penulis sudah bahas bahwa Vinales pun pakai rem belakang (sori lupa artikel yang mana). Dan ternyata nggak cuma Vinales, tapi Marc, Rossi dan Fabio Quartararo juga:

Both Maverick Viñales and Valentino Rossi tell us that Fabio Quartararo’s crucial advantage is how he uses the rear brake to help him get stopped quicker than anyone else. It’s also one of Marc Márquez’s great skills.

Soal Marc ini sebelumnya sudah penulis dijelaskan di trik Takaaki Nakagami sehingga bisa merebut posisi nomor 1 di free practice.

Jadi trik menggunakan rem belakang ini sekarang dipakai oleh para pembalap kencang di MotoGP.

Pemicunya terutama adalah karena perubahan merek ban. Dari Bridgestone ke Michelin. Ban Bridgestone grip ban depannya sangat hebat sehingga pembalap bisa mengandalkan rem depan saja. Setelah pakai Michelin tidak bisa begitu lagi, karena grip ban depan berkurang. Ini memaksa pembalap untuk mulai pakai rem belakang:

During the Bridgestone era many riders hardly used the rear brake to stop the bike because the front slick was so strong they could get all the stopping power they could handle through the front discs.

That’s no longer the case. While Bridgestone’s front slick was better than its rear, Michelin’s rear is better than its front; so riders really need the rear tyre to help them get stopped.

Artikel lain soal pengaruh ban / rem belakang di MotoGP:
Marquez bisa menikung sangat miring dianggap fans huebat, padahal menurut pembalap malah enggak
Rem belakang di MotoGP bakal meniru motor matik, perlu ditiru di motor sport jalanan juga?
Teknik trail braking itu ternyata sengaja dihindari di MotoGP, terpaksa sih
Sekarang pembalap MotoGP jadi harus pakai rem belakang untuk berhenti, Marquez pun terpaksa jarang sliding
Motor MotoGP bagian 1: Pengaruh konfigurasi mesin ke handling bikin Lorenzo kesulitan mengendarai Ducati dan Rossi kesulitan pakai ban Michelin

 

Ada beberapa macam teknik yang bisa membantu membuat penggunaan rem belakang makin efektif. Fabio Quartararo melakukannya dengan menggunakan rem belakang dahulu dan membuat beban motor lebih banyak di belakang, caranya dengan ndeprok di belakang ketika melakukan pengereman:

Firstly, Quartararo hits the rear brake before he hits the front brake, to squat the rear of the bike and load the rear tyre. From there it gets more difficult to work out exactly what he does, unless you have access to his data.

Namun tentu kadang ada situasi dimana ban belakang jadi nggak efektif, seperti misalnya ban belakang terangkat atau selip. Ini membutuhkan teknik untuk bisa mengendalikan baik rem depan atau belakang sehingga ini tidak terjadi. Mungkin seperti anti wheelie atau anti lock brake yang diterapkan saat pengereman.

Selain gaya berkendara, pengereman juga bisa dibantu dengan setelan motor. Seperti misalnya menggunakan swing arm yang pendek akan menambah beban di ban belakang, sehingga rem belakang lebih pakem, tapi juga mengakibatkan motor jadi nggak stabil.

Membuat jok lebih rendah juga bisa meningkatkan kemampuan rem belakang, karena perpindahan berat lebih sedikit karena titik berat lebih rendah, tapi membuat motor jadi nggak lincah, motor jadi lazy karena geometri kemudi yang jadi kurang sip.

Bisa dilakukan juga dengan merubah tinggi pivot dari swing arm, yang bisa mempengaruhi squat di bagian belakang (mengurangi bagian belakang naik saat ngerem).

Selain itu juga ada pemilihan kampas kopling, setelan engine brake, spesifikasi rem (bahan, ukuran atau lubang dari cakram, kampas rem, dst) atau pemilihan selang rem apakah dari karet atau dari besi (menentukan reaksi rem). Tuas rem juga bisa memilih untuk menggunakan yang di kaki, pakai jempol tangan kiri atau model tuas remnya skuter. Downforce bagian depan juga tidak lagi dibuat ekstrem. Ducati bahkan sudah mulai perhatian dengan downforce di belakang, di swing arm.

Sistem perubah tinggi motor seperti yang diterapkan Ducati juga mempunyai efek besar dalam meningkatkan daya rem belakang. Ketika motor lebih rendah maka mass transfer akan berkurang sehingga beban di ban belakang tidak berkurang banyak pada saat pengereman.

David Emmet mempunyai teori bahwa di Ducati pembalap akan menggunakan rem belakang lebih dulu yang sudah banyak terbebani karena penggunaan alat perubah tinggi motor. Alat ini akan di non aktifkan ketika rem depan dipergunakan:

The rear stays low on the straight and still has that attitude when the rider hits the brakes, so if the rider uses the rear brake first might he get more deceleration from the heavily loaded rear tyre before he hits the front brake, which disables the shapeshifter?

Yang jelas shape shifter ini dipergunakan oleh pembalap Ducati ketika dibutuhkan akselerasi ekstrem dan pengereman ekstrem:

We use this system when there’s a big acceleration area and a big braking area,” explained Danilo Petrucci at Brno.

Ceritanya begitu di MotoGP. Tapi penulis menyarankan untuk menggunakan rem belakang dahulu untuk harian juga, menurut penulis lebih aman dan nggak bakal kalah ngeremnya sama emak emak.

20 respons untuk ‘Fabio Quartararo pun bila ngerem yang belakang dulu, dan teknik bikin rem belakang sip

  1. Kembali ke kebiasaan juga sih menurut ane. Kalo kondisi shock depan stabil, ban depan ok, ane pasti make rem depan doang kecuali kondisi jalanan basah baru rem belakang duluan. Dan juga karena lebih srek ngerjain / servis motor sendiri, biar kampas rem belakang awet (tau sendiri ganti kampas belakang metik kyak beat lebih repot drpd kampas rem depan)

    Suka

    • Kebiasaan itu yang bahaya, karena jadi reflek. Dan yang namanya reflek sering over estimate.

      Menurut saya rem itu untuk dipakai. Saya nggak akan menghindari menggunakan rem demi untuk bikin rem awet. Mengganti rem tiap setahun sekali menurut saya masih masuk akal.

      Kalau dipasangkan orang, maka perhitungannya biaya.

      Saran saya sekali sekali coba adu pengereman dengan yang ngerem belakang dulu. Takutnya ngeremnya masih kurang maksimal.

      Suka

    • yang pasti dan yg jelas, untuk rem CBS Cable Brake System nya ndaho Bit, Skopie dan Pario series itu sudah SALAH dari sananya, tidak perlu alesan ngandelin rem belakang lah ngandelin rem depan lah, lha wong di rem kiri (belakang) kok yg aktif duluan malah cakram depan, itu juga motor masih ngeloyoorr, diremas tuas rem kanan malah mau ngunci cakram depannya, lha ini niat mau safety atau mau bikin celaka pengendara, pengalaman ane seringnya kalo naik beat nyokab tingkat kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, karena ya sistem pengereman CBS ndaho itu lebih susah untuk diprediksi, ABS alias asal brenti selamat 😀

      klo ada yg komen knapa bawa2 rem metic honda segala, ya karena kebetulan yang dibahas di artikel ini tentang pengereman cuyy…., ada kaitannya.

      Suka

      • Sip, iya.

        Padahal secara desain harusnya belakang dulu, tapi dalam kenyataan bisa depan dulu. Pas di dealer Honda saja pernah coba, yang Vario memang belakang dulu, tapi pas coba yang Beat, eh ternyata depan dulu. Padahal dua duanya motor nyis baru.

        Suka

  2. Dari quotes nya juga udah jelas, FQ20 gak disebut mengandalkan, hanya menggunakan, artinya teknik dia menggunakan rem belakang untuk support riding stylenya tapi bukan mengandalkannya seperti misalnya – pake rem belakang duluan, atau selalu pake rem belakang..

    Ditambah quotes berikutnya, penggunaan rem belakang juga karena spesifikasi ban yang berubah.. jadi jangan salah, bukan dijadikan andalan utama

    Coba cari yang mengandalkan rem belakang prof.. biar lebih maknyus teorinya

    Suka

    • Lho, saya pun nggak bilang kalau ngerem harus mengandalkan rem belakang lho ya. Yang saya bilang itu ngerem mendahulukan rem belakang.

      Mendahulukan rem belakang itu tidak sama dengan mengandalkan rem belakang. Mendahulukan rem belakang itu tidak sama dengan hanya pakai rem belakang. Mendahulukan itu artinya berikutnya pakai rem depan.

      Saya cukup sering menjelaskan bahwa setelah menggunakan rem belakang wajib menggunakan rem depan. Pengereman utama tetap rem depan. Kita tetap mengandalkan rem depan untuk melakukan pengereman. Rem belakang dipergunakan untuk pancingan biar grip ban depan meningkat sehingga saat menggunakan rem depan bisa lebih kuat.

      Kalau sampai ada yang bilang saya ini nyuruh orang untuk mengandalkan rem belakang saja, maka itu fitnah. Dan sayangnya banyak yang terlanjur percaya fitnah itu. Sampai ada yang minta diadu ngerem belakang saja dengan depan saja. Beda sekali dengan yang saya coba jelaskan.

      Suka

      • Nah di quote itu juga gada disebutkan rem belakang dulu atau mendahulukan rem belakang, hanya disebut uses..

        Tapi to be fair, Ada momen momen rem belakang selalu saya dahulukan, misal di kemacetan, mau skutik mau sport enak rem belakang, mengurangi rasa capek di pundak dan telapak (sport) akibat ayunan gak faedah sok depan di kemacetan, dan bodi lebih stabil buat skutik…

        Begitu lancar lagi ya dahulu rem depan lagi…

        Suka

        • ok. di quote nggak disebut. belakang dulu cuma analisanya david emmet. Baru tahu pakai rem juga bisa bikin capek.

          Kalau saya sih membiasakan pakai rem belakang dulu agar waktu kaget selalu pakai rem belakang dulu juga.

          Suka

  3. Saya pertama kali bisa naik motor takut pakai rem depan karena mindset saya pada saat itu rem depan yg sudah cakram pasti sangat menggigit,alhasil saya hanya mengandalkan rem belakang,sampai saya lihai naik motor kebiasaan menggunakan rem belakang terus berlanjut bahkan setahun bisa 3X ganti kampas belakang

    Untuk penggunaan rem depan ya pernah saya pakai untuk mengimbangi penggunaan rem belakang/jika motor terlalu kenang dan juga biasanya di turunan parkiran mall

    Suka

    • Wah, itu nggak pas juga. Karena namanya mengerem pastinya beban lebih banyak di depan. Setelah mengerem belakang pakai rem depan akan lebih aman. Jadi silahkan latihan pakai rem depan setelah pakai rem belakang.

      Suka

  4. Menurutku pengalamanku tidak boleh hanya mengandalkan rem belakang kecuali kalau jalan pelan dibawah 30km/jam aku hanya pakai rem belakang saja. Tapi memang benar kalau mengerem harus belakang dulu baru sepersekian detik berikutnya menyusul rem depan, jadi kedua rem digunakan, jari tangan juga tak usah standby di tuas rem,, dimobilpun diatur rem belakang dulu bergerak baru rem depan walau kita cuma tekan 1 pedal,,

    Suka

    • Iya. Saya pun tidak mengajurkan untuk mengandalkan rem belakang saja. Rem belakang itu cuma pancingan agar grip ban depan sudah lebih baik ketika rem depan dipakai. Yang diandalkan tetap rem depan karena memang rem depan yang lebih berpengaruh.

      Baru tahu di mobil sudah disetel begitu.

      Cuma untuk standby, menurut saya lebih aman standby daripada pas nanti butuh/panik harus meraba raba dan cari tuas rem ada di mana.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.