Honda salah karena membiarkan Pedrosa jadi tuner KTM? Bukan, itu salah Marc


Meningkatnya kemampuan motor KTM, sehingga bisa podium juara satu membuat Carlo Pernat menyebut Puig dan Honda salah strategi:
Kemenangan KTM di MotoGP Brno Akibat “wik wik wik” Dari Pedrosa

Hasil ini sebagian akibat kesalahan strategi Alberto Puig dan Honda: membiarkan Dani Pedrosa pergi dan membiarkannya jadi test rider KTM. Saya rasa ini adalah kunci pentingnya,” ungkap Pernat via GPOne.

Indosport mengutipkan Honda juga salah tidak mengembangkan tim satelit:
Carlo Pernat Ungkap 2 Kesalahan Terbesar Honda di MotoGP, Apa Saja?

“Honda dalam bencana. Crutchlow akan hengkang ke Aprilia, Bradl sudah lama tak balapan, Alex Marquez rookie yang kesulitan, Nakagami tidak buruk. Marc Marquez pemenang, namun Honda salah karena tak fokus dengan tim satelit seperti yang dilakukan Ducati, Yamaha dan KTM. Jadi ini bayaran atas kesombongan mereka,” jelasnya.

Nggak setuju. Menurut penulis sih bukan karena Puig dan Honda itu salah strategi atau sombong, tapi karena memang Puig dan Honda itu nggak butuh sama sekali masukan dari Dani Pedrosa walau si Pedrosa ini sempat disebut sebagai jenius dalam seting motor/suspensi, Honda itu sebenarnya juga cuek Crutchlow mau ngomong apa, dan jelas Nakagami dipertahankan demi untuk mempertahankan pembalap Jepang satu satunya di MotoGP.

Pernat ini sepertinya tidak memperhitungkan kharisma Marc di Honda. Sikap Honda itu terlihat pada waktu Lorenzo join ke Honda. Lorenzo kan memberikan berbagai saran ke Honda. Tapi jawaban Honda apa? Kalau ingin kasih saran ke Honda maka lu harus menang dulu pakai motor Honda. Karena Marc yang bisa menang pakai motor Honda, maka Honda cuma mendengarkan pendapat dari Marc saja. Cuek dengan pendapat ridernya yang lain.

Padahal kemudian terbukti bahwa Lorenzo bisa memberikan masukan yang positif ketika jadi test ridernya Yamaha.

Dan kemudian juga terbukti Marc melakukan blunder sangat parah ketika terbukti motor versi 2020 hasil pilihan Marc ternyata tidak bisa dikendarai Marc dengan baik. Pilih pilih sendiri, tapi ternyata hancur. Walau memang ini ada hubungannya dengan kesalahan penanganan pasca operasi, Marc pun terbukti gagal untuk mencari solusi untuk membuat versi 2020 bisa dikendarai. Baru nemu jawabannya setelah Marc pinjam motornya Nakagami.

Jadi Marc tidak bisa mencari solusi untuk memperbaiki handling dari motor yang ada. Marc nggak bisa jadi tuner walau sepertinya Marc pede banget merasa bisa tahu setingan motor yang terbaik.

Jadi Honda nggak perduli dengan tuner jago macam Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo itu adalah pilihan Honda sendiri. Honda sangat yakin bahwa dengan menuruti omongan atau pilihan dari rider yang paling kencang akan bisa bikin motor paling kencang. Padahal jelas bahwa rider kencang belum tentu bisa bikin setingan paling ok untuk motor. Di Yamaha pernah terjadi salah setingan karena menuruti permintaan Vinales yang terbukti Zonk. Dan sampai sekarang pun terbukti setingan Rossi yang paling sip, sehingga Vinales pun pernah mengakui bisa kencang karena pakai setingan Rossi. Di Ducati pernah terjadi Lorenzo tidak diperdulikan sarannya padahal sekarang justru terbukti bahwa saran Lorenzo membantu Lorenzo dan Jack Miller jadi kencang. Bahkan Jack Miller akan ditarik ke tim utama.

Jadi kesalahan Honda dan Puig menurut penulis adalah karena mereka berpikir pembalap kencang itu pasti bisa memberikan keputusan setingan terbaik untuk motor. Padahal tidak. Tapi tidak bisa disalahkan karena sebelum Marc masuk, Honda itu memiliki pembalap kencang dan jago setingan semacam Rossi dan Stoner.

Tapi entah dengan blunder sekarang ini apakah Honda masih terus berpikir Marc adalah tuner hebat.

 

Dari kesan yang penulis tangkap, jelas bahwa Honda bakal tetap mempertahankan Takaaki Nakagami selama Nakagami tidak anjlok prestasinya. Honda sampai rela mengijinkan Nakagami melakukan operasi di tengah musim balap tahun lalu demi untuk performanya di tahun ini. Prestasi Nakagami juga lumayan, bukan pembalap yang selalu dibelakang macam pembalap tim “utama” Alex Marquez. Apalagi akhir akhir ini yang posisinya makin membaik.

Sementara itu memang dengan Cal Crutchlow Honda itu cuek. Masukan dari Cal tidak diperdulikan. Tapi Cal bagi Honda tetap pembalap penting. Karena kemampuannya juga sudah terbukti. Beberapa kali bisa di depan ketika sedang tidak cedera.

Dari Calnya sendiri masih tetap mau mau saja mengendarai motor Honda. Cuma memang kepikiran pingin pensiun karena di Honda itu resiko cedera besar, padahal Cal masih belum benar benar pulih. Keluhan utama Cal dari dulu hingga sekarang tetap soal motor Honda yang handlingnya bikin ngeri, tetap soal bagian depan yang kritis, engine brake yang nggak konsisten, karena kebanyakan crash terjadi karena masalah tersebut.

Tapi pindahnya Cal kan bukan karena itu semua, pindahnya Cal adalah karena Honda mau memasukkan Pol ke tim inti Honda, dan karena Honda lebih ingin mempertahankan Alex Marquez di tim Honda. Mungkin terpaksa, bisa jadi ini adalah salah satu syarat dari kontrak 4 tahun dari Marc.

Jadi menurut penulis, Cal di paksa keluar dari Honda bukan karena Honda sudah nggak butuh Cal, tapi karena Honda terpaksa harus mempertahankan Alex. Tapi memang benar ini artinya Honda menganggap Pol lebih berpotensi daripada Cal. Honda lebih memilih Pol daripada Cal.

Alasan Honda sebenarnya cukup logis sih. Walau mungkin Cal kemampuan naik Honda lebih tinggi daripada Pol, tapi kan Cal sekarang sakit sakitan (karena cedera karena jatuh karena penyakitnya motor Honda). Cal sering mengeluh tidak bisa maksimal karena cederanya. Sementara Pol masih 100% bebas cedera. Pol tentunya bisa memberikan poin lebih banyak karena badannya masih sehat.

 

Yang jelas di tahun depan, tim utama Honda bakal dikendarai oleh 2 rider yang sama sama nggak tahu caranya seting motor. Marc terbukti jelas bikin blunder setingan tahun 2020. Pol terbukti tidak bisa meningkatkan setingan motor. Setingan KTM baru sip ketika Dani Pedrosa jadi test rider.

Kalau Honda sadar, maka tahun depan Lorenzo dan Cal Crutchlow perlu direkrut jadi test rider. Dani Pedrosa juga kalau bisa nego dengan KTM.

15 respons untuk ‘Honda salah karena membiarkan Pedrosa jadi tuner KTM? Bukan, itu salah Marc

  1. Jadi ingat jaman Rossi pindah dari Honda kr Yamaha, waktu itu siapa ya yang Bilang? Siapapun pakai Honda pasti mudah jadi Juara Dunia, mungkin benar kalau pembalapnya Alien sekelas Doohan, Rossi, Stoner atau MM93..

    Suka

  2. jangan khawatir, markuz akan kembali secepatnya di GP Austria pekan depan, dan pasti akan dapat meraih podium, karena apapun pilihan bannya, bagaimanapun riding stylenya, cara bawa motornya, apapun kondisi tracknya, sekalipun itu outwide ke gravel dan ngelindes paku rivet fairing pembalap lain yg jatuh, pasti ban dia akan tetap mampu untuk melayani itu semua.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.