Minum obat anti Corona tapi malah jadi sakit, mesin absen jadi kambing hitam, baru ngeh ventilasi


Memang sekarang ini karena panik orang jadi mudah tertipu atau terhasut. Yang terakhir ini terjadi di kantor penulis adalah soal obat yang disebut bisa menyebuhkan Corona:

Sebenarnya bos baik banget, karena karyawan yang kurang sehat diberi obat ini. Obat ini dipercaya bisa menyambuhkan banyak penyakit. Penulis sendiri termasuk yang kondisi badan kurang fit. Di beberapa minggu kemarin kondisi badan drop, sepertinya karena terlalu banyak menghirup udara ozone hasil dari alat ini:

Obat tersebut katanya bisa untuk menyembuhkan penyakit corona:

Ada penelitiannya juga, yang katanya bisa membantu memang:
Efficacy and safety of Lianhuaqingwen capsules, a repurposed Chinese herb, in patients with coronavirus disease 2019: A multicenter, prospective, randomized controlled trial

We included 284 patients (142 each in treatment and control group) in the full-analysis set. The recovery rate was significantly higher in treatment group as compared with control group (91.5% vs. 82.4%). The median time to symptom recovery was markedly shorter in treatment group (median: 7 vs. 10 days). Time to recovery of fever (2 vs. 3 days), fatigue (3 vs. 6 days) and coughing (7 vs. 10 days) was also significantly shorter in treatment group. The rate of improvement in chest computed tomographic manifestations (83.8% vs. 64.1%) and clinical cure (78.9% vs. 66.2%) was also higher in treatment group.

Penulis sendiri nggak biasa minum obat. Kalau sakit ya andalannya cemenite dan stingo zapper. Penulis juga khawatir dengan efek samping.

Dan ternyata, setelah membaca peringatannya jadi lebih khawatir:

Menggunakan obat tanpa pengawasan dokter sudah biasa terjadi. Cuma yang penulis khawatirkan adalah resiko muntah, sakit perut dan mencret. Padahal pada saat kondisi fisik down, penulis jadi jarang makan dan perut nggak enak. Kalau sampai resiko muntah dan mencret bahaya banget dong. Sudah susah makan, masih kena resiko muntah. Sudah masukan energi sedikit, masih kena resiko harus dikeluarkan semua yang di perut.

(Jadi ingat ketika anak masih bayi dan sakit demam tinggi. Karena sadar bahwa pakai obat puyer dokter itu bikin muntah / mencret, jadi saat pertama kali mencoba stingo zapper untuk anak yang ternyata juga sukses.)

Karena ketakutan, penulis memilih tidak meminum obat itu. Nggak perduli obatnya gratis, nggak perduli obatnya disebut bisa meringankan penyakit termasuk Corona.

Dan beberapa waktu kemudian jadi muncul cerita ada sampai harus periksa dokter yang mengalami gangguan pencernaan karena minum obat ini. Mungkin memang benar obat ini bisa bikin Corona lebih cepat sembuh. Tapi memperhatikan efek samping juga sangat penting. Jangan sampai minum obat malah bikin jadi sakit karena hal yang lain.

Bicara soal obat Corona yang malah bikin sakit bikin penulis jadi teringat ada orang yang menyalahkan mesin absensi pakai jari atas timbulnya klaster baru penularan Corona.
Mesin Absensi Jadi Media Baru Penyebaran COVID-19, Bagaimana Bisa?

Padahal itu jalanan sudah disemprot disinfektan, lantai disemprot, atap disemprot, jendela kaca disemprot, pintu disemprot, meja kursi disemprot, tapi kok ini yang sering dipegang kok malah dilewatkan. Kacau.

Entah mengapa sampai muncul kambing hitam itu. Karena kan itu orang yang masuk kantor harus cuci tangan dulu. Dari kantornya kan juga bisa kasih peringatan bahwa mesin absen bisa jadi sumber penularan Corona? Apa sebelumnya nggak kepikiran? Dan baru sekarang tahu bahwa mesin absensi jari bisa jadi kemungkinan penularan?

Telat.

Seperti halnya soal ventilasi. Dulu kalau penulis ngomong virus Corona bisa menular lewat udara, pasti ditertawakan / dibully (di sebuah grup besar FB terkenal), bahkan sepertinya kena ban juga di satu grup. Tapi sekarang, malah ada wacana renovasi kantor demi untuk bikin ventilasinya bagus:

Cegah Klaster, Arief Minta Perkantoran Benahi Ventilasi Udara

Contoh lain adalah menyalahkan orang makan dan nggak pakai masker. Lho kan katanya jaga jarak 1 meter itu aman? Gimana sih? Kok baru sadar sekarang bahwa protokol kesehatan itu banyak kelemahannya?

Mengapa nggak dari awal awal dulu sadar?

Mungkin terlihat janggal. Tapi melihat komentar komentar saat penulis di bully dulu, maka wajar terjadi telmi seperti itu. Sulit sekali orang berubah asumsinya kalau sudah masuk informasi yang seakan akan sok yakin. Nggak perduli walau bukti baru itu masuk akal atau didukung sumber kuat, mereka cuek.

Dan setelah sudah kejadian beneran maka baru mereka panik.

Telat.

6 respons untuk ‘Minum obat anti Corona tapi malah jadi sakit, mesin absen jadi kambing hitam, baru ngeh ventilasi

  1. Ingat kita ini lagi di sortir mana yg daya tahan tubuhnya bagus menahan covid dan mana yg tidak karena di masa depan nanti manusia tambah lama tambah banyak,ngga mungkin terus terusan bertambah,cukup manusia kuat saja yg bertahan

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.