Apakah Vinales salah tidak ganti kaliper barunya Brembo sehingga crash?


Sebelumnya penulis sudah membahas bahwa Vinales crash itu kesalahan Brembo karena nggak bisa bikin sistem rem yang bisa lebih tahan panas. Ternyata Brembo sudah bikin sistem rem baru yang lebih tahan panas dengan tambahan syarat syarat tertentu.

Uniknya, sistem rem rupanya nggak ada freeze freeze, mau ganti kapanpun bisa. Dan Vinales (dan Yamaha) disalahkan karena nggak ganti sistem rem versi yang baru, versi 2020.
Vinales ignored Brembo advice on MotoGP brakes for Styrian GP

Yamahanya dan Vinales sendiri tidak menyangka kemampuan kaliper Brembo 2019 bisa sejelek itu, dianggap terlalu pede pakai rem yang mereknya Brembo tapi versi 2019:
Styrian MotoGP: Yamaha: Why Vinales used ‘standard’ brakes

“What happened to Maverick was not something we could expect,” Monster Yamaha team director Massimo Meregalli told the official MotoGP website.

Ingat bahwa di balapan di Red Bull Ring kali ini adalah balapan yang kedua. Balapan sebelumnya minggu lalu juga di tempat yang sama. Kan nggak nyangka karena di minggu lalu dengan suhu lintasan 53 derajat, suhu udara 27 derajat, Vinales tidak mengalami rem blong. Lalu kali ini dengan suhu lintasan 36 derajat, suhu udara 23 derajat, eh ternyata remnya blong, kan jadi terasa aneh?

Apa salah kalau Vinales kepedean? karena asalnya minggu kemarin ok ok saja, tapi kok mendadak minggu ini jadi overheat. Padahal dari suhu lintasan justru lebih panas minggu lalu?

Vinales dan timnya pilih kaliper pakai versi 2019 karena Vinales tidak merasakan efek suhu sangat tinggi di remnya seperti yang dialami yang lain, dan saat coba kaliper yang baru, ia nggak bisa mendapatkan feelingnya:

“We chose to use the, let’s call it, standard brake system. Because Brembo brought an evolution and Valentino, Fabio and Franco used this system,” Meregalli added. “Maverick didn’t, because Maverick never suffered the very high temperatures that the others suffered last weekend and also when he tried the new system, he didn’t have the feeling he was looking for.

Update:
Apa sistem rem Vinales justru jadi nggak tahan panas setelah diotak atik oleh Brembo, karena sebelumnya normal normal saja?

Dan tentu bikin takut ketika dipaparkan bahwa versi lama ternyata resiko blong. Apa nggak ngeri bila kemudian di tahun 2021 muncul versi baru lagi yang memperbaiki kelemahan falat versi 2021?

Versi 2019 bisa sampai blong itu bukti R&Dnya Brembo kurang jeli dan tidak bisa memperkirakan pemakaian rem di MotoGP. Apalagi kalau nanti dipakai di jalan? Jadi ingat recall brembo yang terjadi karena pemakaian komponen yang kurang kuat di tuas rem. Lab uji Brembo sepertinya pengujiannya kurang mendalam.

Kaliper yang ditawarkan Brembo (catat: semua kaliper buatan Brembo) ada 3 jenis. Kaliper 2019 standar. Kaliper 2019 heavy duty yang padsnya lebih pakem dan bisa membuang panas lebih baik dan kaliper 2020 yang pakai sirip untuk bisa membuang panas lebih baik dan cairan lebih sedikit untuk bikin rem lebih konsistend and mengurangi rasa membal di tuas rem. Kebanyakan pembalap pilih cakram 340 mm yang tebal dan kaliper 2019 heavy duty atau kaliper 2020.

there are three different types of caliper: the 2020 GP4 caliper and two variants of the 2019 caliper, in standard and heavy-duty, the latter equipped with slightly larger pads for more power and better heat dissipation. nearly all the front runners chose either the heavy-duty 2019 caliper or the 2020 caliper, which is finned to increase heat dissipation and has less fluid to improve consistency and reduce sponginess at the lever.

Seperti diterangkan Rossi, motor Yamaha itu ngeremnya lebih banyak sehingga remnya lebih mudah panas.

Nggak cuma itu saja, pakai kaliper 2020 yang ada siripnya saja nggak cukup. Brembo masih nggak menjamin bisa mencegah masalah overheat. Karena Brembo nggak mampu mengurangi masalah ini, Brembo mengharuskan tim untuk pasang deflektor untuk membantu pendinginan kaliper. Kaliper wajib dijaga suhunya agar di bawah 200 derajat celcius:
Yamaha’s Red Bull Ring braking disaster explained

We suggest to teams that they keep caliper temperature under 200 degrees, because otherwise the fluid becomes too hot, then you have more lever travel, so you can’t generate enough pressure in the system for good braking,” says Pellegrini. “If the teams use our 2020 caliper and use a good air-duct solution the temperature should be around 150 to 160 degrees.”

Entah apa yang terjadi ketika sudah dituruti tapi masih tetap overheat. Mungkin Brembo nggak perduli? Mau keadaan bagaiman si tim wajib memastikan suhu kaliper di bawah 200 derajat? Fans Brembo bakal menyalahkan timnya pastinya.

Jadi harus dua. Kalipernya pakai versi 2020, dan terus dikipasi. Ini yang dilakukan oleh Fabio Quartararo:

Sementara itu Vinales “hanya” menggunakan deflektor saja, kaliper masih pakai versi 2019:

Sudah pakai deflektor, tapi ternyata masih nggak mampu.

Setelah kejadian ini mungkin banyak tim akan pakai versi 2020 semua. Agustus termasuk puncak musim panas di Eropa. Kita tunggu apa beneran kasus rem blong akan berkurang begitu semua tim sudah pakai kaliper versi 2020. Atau bakal ada revisi lagi?

 

Tapi perhatikan bahwa solusi itu cuma bermanfaat untuk rem blong karena vapour lock. Rem meledak (pastinya buatan si Brembo juga) masih belum dibahas.
Vinales ignored Brembo advice on MotoGP brakes for Styrian GP

“From the fourth lap I noticed that I was running out of brakes,” Vinales said on Sunday. I was taking precautions not to take anyone out ahead and suddenly, at Turn 1, the brake exploded. I couldn’t do anything and that’s why I threw myself off.”

Di versi lain, disebut pads (kampas rem) yang hilang:
Yamaha’s Red Bull Ring braking disaster explained

Then the brakes came good again, so I was recovering time, then suddenly the brakes went – the pads went away. I understood very well that the brakes were gone, so I decided to jump.

Dijelaskan bahwa bahan karbon itu bisa rapuh bila suhunya lebih dari seribu derajat celcius:

Once carbon brakes get far beyond their maximum operating temperature – around 1000 degrees Celsius – the carbon oxidises, disc and pad wear increase dramatically and, finally, the material disintegrates. Hence Viñales had no pads when he braked for Turn One on lap 17.

Suhu di dalam ruang pembakaran mesin saja nggak sampai segitu. Tapi itu perkiraan Mat Oaxley. Remnya Vinales sendiri nggak kelihatan membara:

Kalau benar kejadian itu karena suhu cakram melebihi 1000 derajat, apa nantinya di suspensi depan bakal ada corong raksasa yang gunanya untuk mendinginkan cakramnya? Karena jelas cakram itu kena hembusan dari depan di motornya Vinales, kena angin yang kecepatannya lebih dari 300 km/jam. Tapi tetap saja overheat. Tetap salahnya Brembo.

19 respons untuk ‘Apakah Vinales salah tidak ganti kaliper barunya Brembo sehingga crash?

  1. Ketika pembalap salah memperkirakan limit ban lalu jatuh, apakah itu salah ban?
    Ketika pembalap salah memperkirakan limit rem lalu blong apakah itu salah rem?

    Suka

    • memperkirakan itu sumbernya pengalaman. limit ban bisa dipelajari tiap lap / tiap tikungan. Limit rem blong dipelajari tiap race. Dan di race sebelumnya, yang sirkuitnya masih sama, di Red Bull Ring juga, Vinales tidak merasa ada masalah. Tapi lalu kok tiba tiba di balapan kali ini ngeblong.

      Rem sama, tapi kemampuan rem mendadak beda?

      Suka

    • Klo ban itu kliatan kok dan ada elektronik yg mengontrol motor dimana meskipun ban habis msh bisa balapan dgn laptime yg mirip. Klo rem kayaknya engga, krn rem gak di kontrol oleh TC atau ECU. Karena ban itu termasuk traksi maka bisa di pakai TC untuk mengontro keluaran tenaga motor agar ban yg sudah rusak msh bisa di pakai.

      Sering kan liat ban motoGP yg terkelupas tp msh bisa balapan?

      Suka

  2. dipilih dipilih.. ada 3 tipe nih.. kita kasih A, B dan C, silakan dipilih..
    ah sesuai pengalaman gw pilih yang B deh.. pengalaman gitu loh..

    terus dipake dan zonk..

    tentu salah yang ngasih pilihan menurut Profesor.. tapi kalau yang belinya Markuz, dah tau dong jawabannya apa.. 😀 😀

    Suka

    • bisa jadi justru setelah dibongkar pasang saat coba versi 2020 itu sistemnya jadi malah nggak tahan panas. Karena sebelumnya suhu lebih panas di balapan RBR #1 tidak masalah.

      Kalau ini terjadi pada saya, mungkin bakal zonk juga. Lha wong kemarin masih baik baik saja, habis didatangkan mekaniknya kok malah jadi ngeblong remnya. Kalau motor saya mereknya Brembo, ya nggak bakal nyangka Brembo pernah mengeluarkan produk yang mendadak bisa bikin rem blong walau sebelumnya di banyak balapan nggak pernah blong.

      Yang baru pun ternyata masih nggak maksimal sehingga di timnya harus memastikan suhu kaliper di bawah 200 derajat dengan pendingin tambahan. Kalau pakai yang baru masih tetap blong Brembo enak tinggal menyalahkan pabrikan / pembalap.

      Kalau Marc sih jelas jawabannya. Sesuai dengan amanat dari mbah Puig: Loe pembalap, tugas loe cuma riding. Pokoknya loe dapat motor tugasnya cuma untuk menang. Ada apa apa jangan salahin motor. Itu loenya yang nggak becus.

      Suka

    • Mang kobay mikirnya Teknisi di MotoGP kek bengker pinggir jalan ah. Disana std nya tinggi, gak ada ceritanya baud kelebihan kan. Error ECU itu wajar tp klo rem gak bisa padahal udh ada teknisi disitu ya kesalahan siapa berarti? Pembalap? Yamaha?

      😀 😀 😀 😀 😀

      Suka

      • Nah justru itu, karena ada teknisi (ini asumsi teknisi Brembonya ya, bukan internal tim balap) gak serta Merta bisa nyalahin pabrikan atau pembalapnya.. duduk bareng, apa yang eror..

        Kalau ada yang salah dengan rem asumsi karakter rider gak pernah berubah, pasti ada sesuatu… Tapi kalau tetap maksa on trek meski tau ada yang gak bener gimana?

        ALex Rins berkomentar sebagai berikut :

        “Satu-satunya yang belum memasang kampas rem baru ini adalah Joan Mir dan Maverick, yang mana model kanvas rem konvensional berukuran lebih kecil.

        “Tapi jika Maverick sudah tahu selama beberapa lap bahwa dia kehabisan rem dan itu sebabnya dia mengangkat tangannya, adalah normal dia masuk pit lebih awal.

        “Saya tidak mengerti mengapa dia harus terus balapan.

        Apa ngarep kejadian kaya kopling yang tiba tiba bekerja sempurna lagi kaya race sebelumnya? Don’t push your luck…

        Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.