Mengapa dengan minyak goreng, oli mesin tidak cepat habis? & Fakta data titik didih oli


Ternyata minyak goreng tidak hanya bikin oli lebih awet saja, tapi oli jadi tidak mudah habis.

Bro Havid share bahwa setelah pakai minyak goreng (20%) di oli mesin, oli mesin jadi lebih awet, nggak cepat berkurang.

Kalau masalah oli menguap & panas di mesin motor. Aku sudah memakai oli yg harganya 100ribu keatas (mahal) & yg harganya 70ribu kebawah (murah) di berbagai merk oli motor. Tetap saja oli itu cepat menguap & di mesin cepat panas. Setelah dapat info sesat dari media sosial & banyak saran dari beberapa banyak teman tentang oli dicampur minyak goreng. Syukur Alhamdulillah aliran sesat di jalan yg lurus aku jalankan oli campur minyak goreng. Motor satria fu aku sudah berjalan 3 tahun pas waktu ganti oli baru pasti aku oplos dengan minyak goreng 20%. Alhasil selama jalan 3 tahun aman2 saja untuk daleman mesin. Penguapan terhadap oli di mesin jadi berkurang, panas nya mesin oli + minyak goreng masih saya anggap wajar saja & mesin cepat dingin kembali setelah habis perjalanan. Sekarang saya pakai Oli Enduro Racing + Minyak Goreng 20%. Untuk pengupan oli & mesin cepat panas jadi sangat berkurang. Terima kasih

Penulis sebelumnya berpikir bahwa ini bisa jadi karena titik didih / titik penguapan minyak goreng lebih tinggi. Tapi saat dikomen balik, penulis jadi kepikiran juga, apa benar?

Oleh karena itu penulis coba cari datanya. Dan penulis coba cari dari yang sudah jadi, bukan dalam keadaan bahan mentah karena sudah jadi pengetahuan umum kalau oli encer itu mudah menguap. Sementara data dari bahan oli itu tidak menyebutkan kekentalan. Oleh karena itu penulis cari dari produk oli mesinnya.

Sebagai acuan, titik didik minyak goreng (kelapa sawit) itu adalah 318 derajat celcius:
What is the boiling temperature of cooking oil (palm oil) ? Any reference?

The exact boiling temperature depends on how pure the oil is. The boiling point in my research work determined for waste cooking oil was 318C.

btw, yang disebut itu adalah minyak jelantah, minyak goreng bekas.

Sumber itu juga menyebutkan bahwa titik didih tergantung pada kemurnian bahannya juga. Dan pastinya ini juga berlaku pada oli mesin. Jadi untuk kekentalan yang sama, titik didih bisa beda beda. Bahkan yang bahan mentah saja bisa beda beda:
Base Oil: Building Blocks for Lubricants

Base oil is the name given to oils initially produced from refining crude oil or through chemical synthesis. It is the oil with a boiling point that range between 288°C and 566°C.

Cari data titik didih cukup susah. Pabrikan sekelas amsoil yang biasanya specnya paling lengkap saja tidak menyebutkan, beberapa gambar bisa di klik untuk lihat sumbernya:

Titik didih oli merek formula:

Shell Helix:

Mobil Super:

Mobil Scooter:

Erol:

Partial:

Halvoline:

RS200:

 

Bisa dilihat bahwa titik didih dari produk oli itu bervariasi. Ada yang lebih tinggi dari titik didih minyak goreng dan ada yang lebih rendah. Dan kebetulan nemunya banyak yang lebih rendah.

Tentunya kalau titik didih lebih tinggi akan lebih sulit menguap. Tapi tentu harus ingat juga bahwa panas mesin itu juga terpengaruh oleh pelumasan. Mesin yang terlumasi dengan baik tentunya tidak akan menimbulkan gesekan langsung antar logamnya part mesin, sehingga mesin lebih dingin.

Oli yang jelek pelumasannya akan membuat part logam mudah bergesekan. Biasanya oli dengan kemampuan jelek ini sangat mengandalkan aditif extreme pressure. Dan dari keterangan pabrik oli atau aditif, aditif ini baru bekerja ketika ada suhu tinggi. Ciri oli yang sifatnya begini adalah ketika suara mesin idle kasar saat pertama dinyalakan (setelah pemakaian 200 km), setelah dipakai kencang suara mesin idle jadi halus. Setelah dipakai 1000 km suara mesin tidak lagi halus.

Walau hal ini bisa dikurangi dengan pemakaian minyak goreng semenjak olinya masih baru, sebaiknya ganti oli yang lebih baik.

Walau misal titik didih minyak goreng lebih rendah (mungkin dibanding oli sintetik?) tapi minyak goreng mempunyai kemampuan pelumasan (lubricity / film strength) yang lebih baik. Sehingga gesekan langsung antara part mesin bisa dikurangi. Sehingga kemungkinan terjadinya suhu ekstrem karena gesekan langsung logam dengan logam jadi berkurang. Oli jadi nggak mudah mendidih.

Menarik juga karena banyak oli mesin yang titik didihnya kalah bagus bila dibanding dengan minyak jelantah.

 

btw, penulis nggak recommend Enduro, mending Fastron Techno saja. Kalau butuh hemat, mesran super saja. Pingin lebih baik lagi maka langsung ke fastron, nggak usah prima xp atau enduro.

46 respons untuk ‘Mengapa dengan minyak goreng, oli mesin tidak cepat habis? & Fakta data titik didih oli

        • Menurut saya tidak ada bedanya. Kalau tenaga nambah, maka oli sebaiknya lebih kental dari sebelumnya. Tenaga nambah, tekanan bertambah, oli harus lebih kuat.

          Rekomendasi Fastron techno 10W40 + minyak goreng 10% tetap. Lihat juga waktu top speed, kalau sampai terdeteksi ada gesekan, pakai yang 15W50. Atau bila untuk perjalanan jauh atau bila untuk sering gas pol.

          Suka

  1. Terima kasih atas pencerahannya Mas Aji. Satria fu saya sudah cocok sama Oli Enduro Racing mas. Klo pake Oli Fastron belum pernah coba sama sekali. Besok2 kalau ganti oli baru, akan saya coba pake Oli Fastron mas. Untuk campuran MG nya. Berapa persen mas. Karena untuk sementara Satria Fu aku pakai Oli Enduro Racing 80% + MG Tropical 20% mas ?

    Suka

  2. Setau saya oli yg kualitas bagus tuh jenis ester.
    Dan saya sudah mencobanya dan membandingkan dgn oli jenis biasa di motor nmax saya.
    Jenis oli ester yg tidak gampang menguap
    Setelah di ganti oli kehilangan oli dari 1lt hilang cuma 20ml an.
    Bisa menahan suhu tinggi tidak cepet panas. Dan cepet dingin.
    Emang harganya cukup numayan mahal. Di banding oli biasa.

    Suka

    • Betul. Tapi ester biasanya hanya sebagai aditif. Oli mesin yang ada tulisannya ester itu artinya oli mesin tersebut sudah ditambahi ester. Oli mesin dengan 1% ester pun berani tempel tulisan ester di bungkusnya. Dan oli mesin seperti ini sudah mahal harganya. Kalau 100% ester mungkin harga tembus 1 juta kali ya.

      sifat ester mirip mirip minyak goreng, termasuk soal oksidasinya.

      Suka

    • Om Rully. Satria Fu saya sebelum bergabung ke aliran sesat di jalan yg lurus tentang Oli dicampur Minyak Goreng. Satria Fu saya selalu pakai Oli Motul ester 5100 dengan harga pas waktu itu Rp.115000 (Mahal). Kelebihan Oli Motul ester 5100 memang sangat mantap yg saya rasakan. Tarikan enteng, mesin halus, penguapan berkurang, mesin tidak terlalu panas. Intinya mantap lah. Karena harga tidak ngebohong & kekurangannya hanya harganya yg mahal, kalau di toko penjual oli jarang tersedia. Mungkin karena harganya yg lumayan mahal. Lalu saya dapat info dari berbagai media sosial & banyaknya teman di anak2 club motor, bahwa kalau Oli+MG hasilnya sangat positif & pada akhirnya saya sangat penasaran. Lalu saya coba Oli di campur MG sebanyak 20%, untuk percobaan saya menggunakan Oli Enduro Racing sae 10W40 1ltr harga Rp.52000 di SPBU pertamina yg saya kurangin 200ml. Karena 200ml nya untuk minyak goreng oli 800ml+200ml MG. Yg saya rasakan sangat positif hasilnya. Tarikan motor sangat enteng, suara mesin halus, penguapan berkurang, mesin tidak terlalu panas, jarak tempuh 3500km mesin masih enak. Intinya top lah sama seperti Oli Motul ester 5100 sae 10W40. Saya sudah berjalan 3 tahun kalau ganti Oli Enduro Racing sae 10W40 sudah pasti berbarengan saya campur dengan MG sebanyak 20%. Hasilnya mantap & tidak ada kendala, untuk sela2 di daleman mesin tidak ada kerak, mesin bersih, tidak ada gram2an logam. Intinya Top Mantap Oli+MG. Selamat mencoba & salam kenal Om Rully

      Suka

    • minyak goreng yang dipakai adalah yang baru. Data pakai minyak goreng bekas yang tentunya kualitas sudah menurun.

      Minyak goreng kemasan itu pasti sudah 2 kali penyaringan. Kalau masih 1 kali penyaringan itu minyak goreng curah yang warnanya kemerahan.

      Suka

  3. Titik didih minyak sawit ada di 180 Celcius..
    Sebaiknya kita kesampingkan jelantah.. karena yg kita pake minyak baru yg masih bening..
    minyak goreng lewat dari 210-230 C dia bakal rusak ikatan kimianya ini disebut titik asap..

    Suka

  4. saya pake Prima XP om, tp yg 10w-40. Sepertinya emang grup II. Emang gak seenak fastron, tapi enaknya lebih stabil. kalo fastron kadang enak dan kadang gaenak. tp ini enak terus.
    Terus kemaren pas 2000km’an saya cek, ternyata FD parah karena Pertamax, warna olinya ijo ijo. pantesan ganti gigi kok kasar. Akhirnya tak tambahin minyak goreng aja karena emang volume jg berkurang karena seal olinya rembes. Jalan 200km kok jadi enak, ganti gigi jg jadi smooth parah lebih dari oli pas masih baru.

    Enaknya pake migor dari awal atau setelah gaenak baru ditambah migor ya?

    Suka

  5. Klo menurut mas aji oli fastron ungu
    Bedanya apa y dg yg ijo selain harga lebih murah sama saenya 15-50.. bgs g y di pake buat fu/ gtr150 sarannya dong.. buat jarak jauh. Makasih

    Suka

    • Karena lebih kental, maka yang ungu mestinya mempunyai VI improver lebih sedikit. Karena lebih sedikit, jadi lebih stabil / tidak mudah encer ketika dipakai lama atau kencang. Ini penting kalau motornya mau dipakai kencang atau perjalanan jauh. Sementara yang hijau cocoknya kalau cuma pemakaian sebentar saja.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.