Lho, ternyata sistem rem Brembo yang baru justru nggak pakem waktu dicoba Vinales?


Vinales itu jadi bahan bulan bulanan makian. Dianggap salah karena sudah tahu GP4 lebih baik dan direkomendasikan tapi kok masih memaksakan pakai GP3. Dianggap crashnya Vinales karena kesalahan dalam mengambil keputusan tersebut.

Kalau dari komentar yang penulis kutip sebelumnya, terkesan bahwa alasannya adalah cuma karena Vinales nggak bisa dapat feeling dari sistem rem yang baru. Banyak yang menyalahkan keputusan ini tapi penulis termasuk yang berpendapat bahwa keputusan Vinales tidak salah karena mendasarkan dari pengalaman di balapan sebelumnya, baik tahun ini maupun tahun lalu.

Namun ternyata, alasan Vinalesnya sendiri tidak begitu, bukan karena nggak dapat feeling. Alasan Vinales adalah
MotoGP, Vinales accepts total blame for Red Bull Ring incident

“The previous weekend, I used the same system and it was perfect. I did a lot of laps behind other riders and I had no problems. Then I fitted the new calipers and in free practice I had problems, they worked well in some corners and then when I reached the downhill turn 4, I often found myself with little braking. They seemed unreliable and this from the rider’s point of view it is a big problem. So, I stayed with the choice of the old calipers and they worked very well, in FP4 it was very hot and the brakes never gave me any problems. Only in the race did they betray me.”

Vinales menyebutkan bahwa di balapan Austria I, sistem remnya bekerja sempurna. Ia sering berada di belakang rider lain, tapi tidak mengalami masalah. Saat ia coba kaliper yang baru (GP4) di free practice, ternyata sistem remnya bermasalah. Bisa berkerja dengan baik di beberapa tikungan tapi pas sampai di turunan di tikungan keempat, ia sering mengalami rem kemampuannya cuma sedikit. Rem dengan kaliper yang baru terasa tidak bisa diandalkan, unreliable. Dan menurut pandangannya, ini merupakan masalah yang besar. Jadi ia balik lagi ke kaliper lama yang ternyata bekerja sangat baik. Walau di free practice 4 sangat panas, rem tetap bekerja sempurna. Hanya di balapan saja remnya jadi ngaco.

Jadi Vinales sudah coba membandingkan antara pakai kaliper lama dengan pakai kaliper baru. Dan ternyata pakai kaliper baru sistem remnya jadi angin anginan dan kadang nggak pakem. Karena takut, akhirnya pilih sistem rem lama yang sudah teruji. Cuma ia sepertinya heran karena di balapan jadi ngaco remnya.

Tentu Vinales tetap salah karena memaksakan balapan walau tahu rem bermasalah. Tapi dari sisi keputusan untuk tetap pakai rem model lama, menurut penulis tidak bisa disalahkan. Tahu rem baru nggak pakem, ngapain pakai yang baru?

Di sisi lain, R&D Brembo jelas mengecewakan. Penulis sudah curiga bahwa sistem rem Brembo versi 2020 itu nggak bisa benar benar mencegah berkurangnya kemampuan rem saat overheat. Dan ternyata benar bahwa yang versi 2020 pun masih tidak sip.

8 respons untuk ‘Lho, ternyata sistem rem Brembo yang baru justru nggak pakem waktu dicoba Vinales?

  1. Oh jadi ini ya pembalap andalan Yamaha tahun depan? Padahal kakek lejen tua renta juga bermasalah, tapi masih bisa finish terbaik dari seluruh pembalap muda Yamaha. Jadi mikir…

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.