Parah, di Honda PCX dan ADV pun ada desain yang bikin sakit pinggang juga!


Awalnya penulis merasa aneh juga karena Honda PCX juga disebut motor yang skoknya bikin sakit pinggang:
Review shock dbs & cek desibel knalpot ahm pcx lokal

Penulis penasaran, karena setahu penulis di Honda PCX nggak ada stopper. Tapi ternyata penulis salah, bro mas widi mengkoreksi. Sebenarnya di Honda pun ada:

Motor matic Honda semua ada karet stoppernya. Bentuknya berbeda-beda tergantung model. Honda Beat karbu, Beat FI, Scoopy FI, Vario 110 Fi, Beat eSP, Vario 125 old, pcx k97 stoppernya atas-bawah. Vario 150 LED (K59) stoppernya bawah saja, atasnya nggak ada.

Untuk mencarinya bisa dengan kata kunci : link assy engine hanger

Engine hanger ini gunanya untuk mengurangi getaran:
Fungsi Ganda “Link Engine Hanger” Honda Spacy 14 Mei, 2011

Pastinya sudah pada tahu ya, jika mesin skutik juga berfungsi menjadi swing arm atau lengan ayun pemegang roda. Jika tidak dirancang dengan baik maka getaran yang menjalar ke tempat duduk bikers akan sangat menyiksa. Setidaknya ada dua sumber getaran yaitu dari mesin dan roda saat melaju. Dua sumber getaran inilah yang menjadi “PR” para insinyur saat merancang skutik agar tetap nyaman saat digeber.

Makanya hampir semua skutik sudah dilengkapi bushing karet untuk mengikat mesin dengan rangka. Tentunya agar getaran bisa teredam. Tapi masalahnya, bushing ini saja ternyata tidak cukup untuk meredam getaran dengan sempurna. Makanya, Honda menambahkan “Link Engine Hanger” (gambar dalam lingkaran biru). Komponen ini menjadi penghubung agar mesin tidak langsung ketemu dengan rangka. Bentuknya mirip lengan ayun, tapi pada masing-masing ujungnya ada bushing karet.

Tapi sebagai pemilik Honda Beat eSP, penulis harus membantah keras hal itu. Getaran motor Honda Beat itu termasuk tidak manusiawi !

Ada juga yang menyebut bagian itu yang mencegah motor menjadi tidak stabil waktu di tikungan. Sehingga saat karet stoppernya lepas, handling motor jadi nggak enak:
Rubber Link Stopper Vario Copot, Bahaya Buat Nikung! (Bagian 2 Habis)

Saat link assy engine hanger copot, benar saja karet link stopper sudah hampir lepas dari dudukannya. Jadi, saat motor berjalan, terlebih saat terkena jalan jelek, karet link stopper bekerja naik turun meredam guncangan.

Stopper jadi suspensi juga???????????????

Yang jelas stopper itu membantu kestabilan:
Mengatasi ‘rubber link’ yg geser pada new vario 125/150

Banyak keluhan diutarakan oleh para pemilik motor new vario yg merasa mtrnya goyang dombret sewaktu diajak jalan, terutama saat melibas tikungan.

Jadi sepertinya di Vario itu sama, kalau pas kena jalan tidak enak, maka stopper itu “membantu” kerja suspensi. Entah beneran membantu atau tidak. Fungsi utamanya katanya sih untuk meredam getaran. Tapi dari apa yang penulis rasakan sendiri, sama sekali nggak bisa meredam getaran. Coba deh dalam posisi stasioner diduduki, bakal tersiksa banget.

Cuma penulis heran. Selama naik Honda Beat, perasaan penulis tidak pernah merasakan setopan oleh stopper selama berkendara.

Yang penulis juga perhatikan adalah di Vario tersebut stoppernya cuma 1.

Di Honda Beat (eSP lama) ada dua, tapi jaraknya renggang:

Yang baru cuma satu:

Walau cuma satu, rupanya dibatasi juga. Bisa dilihat lebih jelas di video berikut:

Sementara itu di motor yang dibilang skoknya bikin sakit pinggang, Honda PCX, ada dua juga, tapi lebih rapat:

Yang ADV juga sama:

Rasanya baik PCX ataupun ADV tidak lepas dari jedak jeduknya stopper yang bisa bikin sakit pinggang. Rupanya metode Honda ini yang ditiru oleh SYM di motornya FNX 125:

Tapi akibatnya adalah si pemilik motor tersebut jadi protes karena motor jadi bikin sakit pinggang kalau lewat jalan tidak rata. Solusi si pemilik motornya adalah dengan di potong:
Ternyata stopper engine mounting lah yang bikin skok NMAX keras + Solusi cukup diganjal

Namun menurut penulis, diganjal juga bisa mengurangi efek tersebut.

Barangkali ada yang mau eksperimen di motor Honda PCX atau ADVnya?

Update: mungkin yang punya Vario, Genio dan Honda Beat terbaru mau coba juga? Mungkin tinggal disumpel kain atau karet.

17 respons untuk ‘Parah, di Honda PCX dan ADV pun ada desain yang bikin sakit pinggang juga!

  1. Yang jelas, engine hanger itu seharusnya gak noleh bergerak naik turun (filosofi honda) atau mesin dan engine hanger gak boleh saling bergerak (filosofi yamaha)

    Jadi harusnya cuma ada satu as suspensi. Kalo ada 2 gak stabil, karena ketika menghantam poldur/lubang bukan shock yang main tapi kedua as suspensi bergerak.
    Ketika ada celah (kasus nmax, karet vario hilang/geser misalnya) ketika kena lubang kedua as akan bergerak dulu, lalu mentok dan baru suspensi main. Nah mentok nya ini menimbulkan kesan keras

    Suka

  2. Gimana kalo yg di nmax jarak stopper dibikin lbh renggang (ntah digedein lobangnya atau dikecilin pivotnya) sampai batas maksimal, soalnya pivot di buang mesin bisa mentok sasis, stopper dimatiin getaran engine masuk… Klo dibikin longgar gini getaran mesin ga masuk, kena hantaman keras langsung ke shock, mesin aman
    Honda no komen, soalnya katanya stopper membantu stabilitas
    Jadi kepikiran, kalo matik dual shockbreaker gini gimana kalo dibikin 2 type shock yg beda ki-ka (seperti tren shock depan motor sport yg canggih, tp kayaknya beda sistem) normal cuma satu yg kerja, hard baru shock kedua kerja atau gimanalah hehe padahal sport/bebek dual shock biasa aja ga ribet (emang tanpa mesin sih arm nya)

    Suka

    • Dalam kondisi nggak dimatiin rasanya getaran tetap saja nyampai ke rider, dibuat longgar pun rasanya bakal tetap saja getar. Karena getaran bukan depan belakang tapi kiri kanan juga.

      Yang dua step itu yang menurut saya bikin nyentak. Sekarang ini bvisa disebut dua step. Desain sekarang, jalan tidak rata kecil membuat mesin terayun menggantikan suspensi. Begitu tidak rata parah maka kena stopper dan suspensi yang beralih kerja. Mungkin motor ada stabilnya (mestinya bukan di tikungan) Tapi kalau sudah agak besar, jadi menyiksa karena bakal keras hantaman ke rider.

      Pabrik Jepang terpaksa pakai cara ini untuk bikin stabil karena suspensinya teknologi jadul. Coba kalau pakai suspensi macam YSS, di Beat yang terkenal nggak stabil pun jadi super stabil. Dan masih tetap jauh lebih nyaman dari aslinya.

      Saya kan pakai metode ganjal, semua kerja diserahkan ke suspensi. Terasa jauuuh lebih manusiawi. Walau tetap selalu membatin betapa jauhnya bedanya suspensi buatan Jepang dibanding buatan Cina atau Thailand. Bukannya lebih bagus tapi jelek parah rah.

      Suka

      • Kalau suspensi asli made in japan enak kok,,
        Contoh suspensinya sh150, c125

        Masalahnya walaupun merk nya japan, tapi yang made in indonesia kualitasnya emang jelek

        Showa, kayaba di indonesia itu masuk grup nya astra, ya begitulah kualitas nya

        Suka

        • Bukannya yang disebut itu buatan Thailand? Tentu malu karena di sana ada YSS.

          Skok Jepang beneran mungkin lebih bagus. Tapi tentu harganya bisa jadi lebih mahal dari Ohlins. Dan yang di sini walau jelek dan nggak berkualitas sekalipun, harganya juga ikut di Jepang kan.

          Suka

      • Walau harga sudah dibuat mahal banget pun kualitas dan kemampuan masih dikompromi. Mahalnya skok Jepang itu nggak menjamin kualitas.

        Skok NMAX itu mahal tapi jelek. Motor baru kepakai ratusan km tapi kok mentulnya sudah 4-5 kali. Nggak jauh beda dengan skok palsu 120 ribuan yang kemarin salah beli. Padahal konon katanya kalau pakai tabung bisa lebih awet. Mahal tapi jelek dan teknologinya kuno. Harga saja dikatrol tinggi, tapi kualitas, kemampuan dan teknologi tetap pakai yang rendah.

        Suka

          • Iya, memang nggak niat inovasi. Ahli pun bisa jadi nggak punya. Dari ribuan yang mengeluh skok PCX atau NMAX keras, nggak ada yang membodoh bodohkan pabrik skoknya, masih tetap disanjung sanjung.

            Suka

    • Shock matic honda paling nyaman itu vario 110 karbu

      Buruan yang mau pake buat beat/scoopy soalnya 2021/2022 mau discontinue (10th dari produksi terakhir motornya)

      Empuk nya lebih mantap dari supra 125, karena lebih stabil. Kalau kena lubang/poldur gak mentok, tapi di jalan gelombang bisa sesekali mentok kalo boncengan berat
      Minusnya, mesin gampang gasruk di poldur karena ini shock bemeran empuk dan travel lumayan panjang

      Shock matic yamaha paling nyaman ya shock x ride gen 1, tapi panjang nya 330mm

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.