Mitos skok empuk bikin nggak stabil di tikungan itu trik pabrik skok teknologi kuno menutupi kelemahan


Sejak beli NMAX penulis sering merasa kesal dengan ketidaknyamanan suspensi. Penulis terus terang tidak ikhlas dengan harga 1,28 juta rupiah (termasuk di harga beli NMAX) dapat shock breaker yang kualitasnya di bawah standar. Untungnya dengan merusak cara kerja engine hanger (yang sampai sekarang manfaatnya masih tidak jelas), suspensi akhirnya menjadi lebih nyaman dan manusiawi, sehingga motor masih layak dipakai. Nggak beda jauh dengan ketika penulis merusak cara kerja CBS di Beat, sehingga motor menjadi lebih aman dan layak dipakai.

Suspensi NMAX itu selain keras pernya, bagian shockbreakernya juga parah.

Sayangnya banyak orang yang membela suspensi yang tidak layak tersebut. Dibilang kalau nggak keras nanti liar dan tidak terkendali.
Daily ride Honda PCX 150 2018, haujek!!

Namun kelebihan suspensi yang lebih stiff ada saat MR bermanuver, lebih terkendali dan suspensi tidak bergerak liar karena terlalu empuk.

Pembaca yang jeli bakal memperhatikan bahwa contoh motornya salah. Ngomongin NMAX kok pakai contoh PCX. Enggak kok, karena menurut penulis sama saja.

Ada minim 3 blogger yang menyebut suspensi PCX itu sangat keras:
Ternyata di PCX dan ADV ada juga stopper yang di NMAX bikin sakit pinggang, solusinya sama?

Contoh lain:
Supra GTR 150 Daily Vlog dan Review : Responsif di putaran bawah dan tengah

Suspensi Lumayan keras dan untuk hal ini OB sangat maklum, karena kalo terlalu empuk maka bisa membuat motor tidak stabil di kecepatan tinggi

Ingin bantingan Honda Vario 125 lebih stabil?. Solusi berikut patut dicoba…

Diluar urusan beban….handling kuda besi juga tidak akan semumpuni motor bersuspensi keras. Bantingan rada ngayun atau mantul. Gejala tersebut tidak dijumpai pada jaran wesi dengan suspensi keras.

Eco Riding dan Penghematan Bahan Bakar

tapi klo terlalu empuk nanti rebondnya lumayan kenceng lho, kalo lagi miring bikin nggak stabil.

Penulis heran mengapa banyak orang yang berpikiran seperti itu. Apa mereka sudah pernah coba sendiri membandingkan?

Pengalaman penulis terus terang nggak sampai seujung kuku dari pada blogger atau vlogger motorist yang sudah pernah mengendarai ratusan jenis motor. Tapi penulis sudah pernah mengendarai motor yang pakai skok “racing” yang keras banget.

Apa motornya stabil di tikungan? Ya jelas enggak lah. Motor malah jumpalitan ke sana ke mari. Mau coba itu di tikungan? Cari mati namanya. Penulis malah lebih berani mengendarai motor suspensi empuk yang skoknya sudah soak, jalan lebih kencang di tikungan yang sama. Penulis juga beberapa kali beli suspensi murah yang jelas jauh lebih empuk tapi justru jauh lebih stabil dari skok “racing” tersebut saat di tikungan.

Keras lebih stabil itu cuma propaganda dari pabrik skok yang sampai sekarang teknologinya nggak maju maju. Penulis yakin banget ada skok aftermarket untuk NMAX atau PCX yang lebih empuk dari aslinya, tapi sekaligus lebih stabil dari aslinya (dan penulis berharap bisa beli dengan harga murah).

Yang berikut ini merupakan contoh masalah yang terjadi karena penggunaan teknologi suspensi yang seharusnya sudah tidak dipakai lagi:
Penyebab Dan Cara mengatasi Shockbreaker Belakang Yang Terlalu Empuk

Jika shockbreaker terlalu empuk bila motor melewati jalan yang tidak rata atau guntukan tentu si pembongceng akan merasa terpental ke atas dan bisanya akan di iringi suara daaakk yang berasal dari skok belakang

Cerita tersebut merupakan contoh yang mestinya sering dialami oleh pengguna Honda Beat sekeluarga. Penyebabnya bukan karena suspensi terlalu empuk, tapi karena hambatan suspensi sudah tidak ada. Maklum skok buatan pabrik yang bersangkutan itu umurnya pendek (tapi banyak yang nggak sadar).

Biar Makin Empuk, Ini Solusi Murah Buat Sokbreker Belakang Matic

“Banyak yang mengeluhkan kalau shockbreaker Yamaha NMAX dan Yamaha Aerox 155 dan New PCX itu keras saat sendiri bisa mentok (bottoming) saat boncengan,” buka Ali, pemilik Prima Sokbreker, bengkel spesialis sokbreker motor.

Cerita tersebut merupakan contoh desain single action yang sudah berpuluh tahun lamanya (alias kuno banget) tetap dianut oleh pabrik dengan merek Jepang tersebut. Single action itu artinya bagian shock breaker hanya menghambat gerakan satu arah saja. Biasanya yang dihambat adalah waktu kembalinya.

Kejadian biasanya terjadi saat suspensi masih baru, saat hambatan masih ada. Hambatan ini akan membuat suspensi makin lama makin pendek karena suspensi dipaksa memendek sementara baliknya lambat. “Solusi” yang diambil oleh “ahli” pabrik skok Jepang tersebut adalah dengan pasang per yang lebih keras.

Hasilnya adalah kalau dikendarai jadi keras banget. Kalau masih baru bisa mentok. Kalau sudah setahun terasa makin hancur hancuran. Kalau di “upgrade” sama tukang skok, bisa dipastikan mentok saat boncengan bakal terjadi lebih parah. Maklum, tukang skoknya masih sama sama kolotnya dengan si pabrik skok Jepang tersebut.
tips: yang harus diwaspadai pada tukang servis skok, janji palsu dan teknik

 

Mitos bahwa skok empuk nggak stabil itu sebenarnya merupakan fakta bagi mereka yang masih setia pakai merek tersebut (atau merek Jepang satunya lagi):
Yamaha XMAX Goyang Pantat? Ini Solusinya

Salah satu keunggulan shock Yamaha XMAX yaitu kadara keempukannya. Namun permasalahnnya, shock breaker super empuk itu punya rebound atau langkah balik yang terlalu cepat. Sehingga kurang cocok untuk pengendara yang senang menggeber motor dalam kecepatan tinggi. Saat melintasi jalan tak rata dan menikung dalam kecepatan tinggi, bagian belakang sepeda motor menjadi terlalu mengayun.

Konon masalah tersebut bisa diatasi dengan sub tank. Yamahanya pernah mengklaim seperti berikut:
Mengetahui Cara Kerja Suspensi Tabung Yamaha NMax

Kalau ada subtank, kecepatan naik-turunnya suspensi jadi lambat. Otomatis handling lebih enak dan roda di aspal mencengkeram lebih baik,” terang Slamet Kasianom, Senior Technical PT YIMM.

Tapi itu tidak penulis rasakan. Baliknya skok terbukti masih tetap kencang. Nggak beda jauh lah dari skok yang umurnya sudah mulai habis. Mentulnya masih cepat. Tapi mungkin penulis harus bersyukur juga. Karena kalau dipaksakan mantulnya pelan, pasti kalau boncengan mentok (maklum masih teknologi kuno).

Perilaku yang sama juga muncul di produk aftermarketnya juga:
Shock PCX XMAX Shock belakang KYB ZETO ZT5150PRZ KAYABA ZETO

Hasil test ternyata terlalu empuk. Cocok untuk yang suka lewatin jalan rusak karna jadinya sangat nyaman. Tapi buat yg cari stabilitas, ini kurang cocok..

Antara yang ori dengan yang aftermarket komentarnya nggak jauh beda. Tapi jadi pertanyaan juga untuk mereka yang tetap beli skok aftermarket dengan merek yang sama dengan yang ori. Sudah tahu yang ori itu bermasalah, ngapain beli aftermarket dari pabrikan yang sama? Ya pastinya bermasalah juga.

Contoh tersebut bisa terjadi karena hambatan skoknya kurang. Kalau hambatan skok cukup, motor bakal tetap stabil. Dan ini yang jadi beda antara suspensi modern dan suspensi ketinggalan jaman.

Yang berikut ini juga sama:
Review KYB Zeto Nmax, Alternatif Bagi yang Ingin Kenyamanan

Impresi menggunakan suspensi ini redamannya empuk, untuk rider berbobot 65 kilogram dengan bawaan sekitar 10 kilogram. Kami memposisikan preload pada titik nomor dua. Jelas hal ini membuat berkendara jadi lebih nyaman, khususnya saat melewati jalanan keriting. Namun konsekuensinya, motor akan goyang-goyang jika melibas tikungan dengan cepat.

Kalau untuk yang cerita berikut, terasa ngayun saat di sirkuit, menurut penulis bukan salah suspensi tapi salah engine hanger alias stopper:
Ini Beberapa Perubahan pada Yamaha NMax 2018

Memang benar ada perbedaan, shock-nya terlalu empuk, jadi sangat terasa ‘ngayun’-nya. Manuvernya terlalu lincah dan terasa pas saat mencoba di trek sebanyak 3 putaran sirkuit. Namun ini bukan menjadi patokan karena bobot badan setiap pengendara akan berbeda, kebetulan dari Carmudi mempunyai berat badan di bawah 100 kg.

Penulis simpulkan itu karena ada cerita berikut di motor yang pakai stopper juga:
Mengatasi ‘rubber link’ yg geser pada new vario 125/150

Banyak keluhan diutarakan oleh para pemilik motor new vario yg merasa mtrnya goyang dombret sewaktu diajak jalan, terutama saat melibas tikungan.

Dari foto tampak terlihat rubber link sudah geser keluar dr posisi seharusnya. Ini yg menyebabkan motor goyang geboy.

Penerapan stopper di Vario, stopper masuk rongga di rangka:
Solusi mengatasi jedak jeduk bagian belakang vario 125 _150

Stopper membuat motor lebih stabil di tikungan. Ingat di PCX dan ADV sama lho ya:
Parah, di Honda PCX dan ADV pun ada desain yang bikin sakit pinggang juga!

 

Mungkin ada yang berpendapat bahwa pabrik skok Jepang tersebut tidak menerapkan teknologi baru karena harganya bakal melonjak tajam? Atau karena mereka kurang duit untuk investasi?

Entahlah. Yang jelas penulis bisa mendapatkan suspensi yang bisa dipastikan perilakunya tidak seperti buatan pabrik skok Jepang tersebut dengan harga yang beberapa kali lebih murah, dengan tampilan yang jelas jauh lebih baik finishingnya dan material pembuatan yang jelas lebih mahal bahan bakunya. Dipakai sendiri empuk. Dipakai di tikungan stabil. Dipakai boncengan nggak mentok. Sesuatu yang sebenarnya penulis harapkan bisa terwujud dengan skok yang harganya 1,28 juta. Tapi sayangnya tidak. Penulis merasa wajib untuk ganti skok di NMAX juga.

15 respons untuk ‘Mitos skok empuk bikin nggak stabil di tikungan itu trik pabrik skok teknologi kuno menutupi kelemahan

    • Motor dual purpose tidak bisa ‘menikung’ bro kodratnya hehe
      Kalo motor domisili kota-kota, pilihan sy adalah empuk, krn kota hampir gak ada tikungan, tapi poldurnya sadis² (ini shock dodol pilihannya empuk atau keras doang yah)
      Kalo luar kota iya sih, di jalanan aspal mulus penuh tikungan, masuk kampung jalan offroad
      Nah pertanyaannya, siapa yg ngeributin ini? Orang luar kota kah?
      Owh ternyata kebanyakan yg hariannnya makai motor kota-kota, tapi sering buat turing luar kota kkkk
      Bagaimana solusinya biar dapat empuk tapi enak buat turing? Ganti motor laki/naked!!

      Suka

  1. kalo dari kesehatan juga suspensi keras ga bagus, kawan saya turun berok krn pake motor yg shocknya keras. tiga tahun yg lalu tulang punggung sy pernah kecetit krn motor saya shocknya keras, sampe skrg pun sakitnya belum hilang.

    Suka

  2. Lha dulu pas muncul artikel reviu Suzuki Arashi di Tabloid Motorplus, sok belakang Suzuki Arashi yang notabene serumpun dengan Shogun itu dibilang sangat empuk, tapi waktu dites nikung di Sentul berboncengan dengan kecepatan (yang tertulis di tabloid) 120 km/jam, motor itu dibilang stabil dan ga ada gejala goyang atau liar.. hal serupa juga saya alami pas ganti sok Suzuki Shogun dengan parts non orisinal Suzuki yang bentuk dan warnanya sama persis dengan aslinya, di mana produk kawenya sekalipun tetap enak digunakan di segala sikon lalin, apalagi jika saya pakai yang ori.

    Berarti yang bilang sok empuk ga cocok buat stabilitas nikung, itu adalah orang2 yang lahir pada saat era downgrade onderdil alias jaman krismon..

    Dengan demikian, kesimpulannya, biarpun sok empuk kalau bagus atau berkualitas tetep enak dan stabil dipakai nikung.. sebaliknya walaupun keras seperti gagang linggis, pas dipakai nikung juga terasa ban gimbal (ini keluhan rekan2 user Namex di komunitas saya terhadap sok bawaan Namex).

    Suka

    • Wah, nggak tahu ada review seperti itu. Setuju. Sepertinya standar kenyamanan itu sudah turun drastis mulai dari makin mendominasinya merek tertentu. Iya, generasi baru standarnya makin turun, sementara yang generasi tua terbawa arus jadi lupa motor dengan skok enak itu bagaimana.

      Iya, NMAX dengan skok bawaan dipakai menikung itu nggak bisa dibilang stabil.

      Suka

  3. Yang jelas mnurut ane..ketidaknyaman tsb trtutupi dg kebanggaan naik motor matic premium, jadi.. ya nggk nyamanpun nggk jadi masalah yg penting bangga.., krn kecenderungan orang sekarang ketika naik motor adalah KEBANGGAAN

    Disukai oleh 1 orang

  4. Bgini empuk itu memang nyaman keras itu lbh stabil n predictable, tpi kebanyakan terlalu mengeneralisasi
    Setiap kondisi jalan membutuhkan setting suspensi yg berbeda, jika jalanan bumpy ya gak pas pakai setting firm, bakalan loncat2
    Harus d buat lbh empuk, sebaliknya jika aspal sirkuit ya harus firm, jdi feel rider bsa konsisten
    Masalahnya suspensi gak sesimple itu, ada setelan preload, ada tipe double action n single action, ada per yg single rate atau progresif
    Itu beda lagi feel nya
    Tpi secara general fungsi suspensi adalah meredam ketidak rataan jalan agar posisi kendaraan tetap flat atau 0

    Suka

    • Iya. Banyak yang menggeneralisasi. Yang orang banyak tidak tahu itu shockbreaker punya peranan sangat penting. Nggak cuma pernya saja yang penting. Empuk dan stabil itu sesuatu yang mungkin.

      Untuk balapan tergantung dari pilihan ridernya. Karena seperti WSBK yang mesinnya kalah spek dari MotoGP katanya juga pakai skok jauh lebih empuk dari MotoGP.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.