Suspensi YSS itu keras jelas karena salesnya bodoh, tapi sama tukang skok dibilang YSS nya yang ngawur?


Fakta membuktikan bahwa banyak pengguna suspensi belakang YSS yang menyebut suspensi ini keras:

Hal ini tidak lepas dari kebodohan sales YSS yang menyatakan per untuk suspensi di Indonesia itu wajib keras karena jalan tidak bagus (padahal testmoni di atas jelas menunjukkan bahwa banyak yang tidak sependapat):
Suspensi YSS Thailand untuk Indonesia Ternyata Dibikin Beda

“Khusus yang Indonesia, makanya kan ada yang ‘for export’, itu dusnya, packaging-nya berbeda,” kata Teddy Hartono, CEO Mitra2000. “Jadi memang yang untuk Indonesia, kan kita memang banyak jalan rusak ya. Jadi strut sama pernya berbeda. Pernya dibuat harus sedikit lebih keras supaya tidak mentok,” kata Teddy.

Tapi walau bilang keras tapi nggak semua suspensi YSS keras. Omongannya nggak konsisten. Orang yang membeli suspensi YSS itu ibarat membeli kucing dalam karung. Seperti beli lotre. Hoki hokian. Kalau pas hoki bakal dapat empuk, nyaman dan stabil. Kalau pas apes bakal dapat keras, keras dan stabil. Dan nggak ada hubungannya dengan harga.

Kalau sales sih pasti bilang model lebih mahal lebih empuk. Padahal beli yang mahal belum tentu akan dapat yang empuk. Beli mahal belum tentu enak. Karena keras empuknya skok YSS itu random. Nggak ada pakemnya. Bahkan salesnya sendiri pun nggak ngerti. Lengkapnya bisa dilihat di:
aftar nilai spring rate suspensi YSS untuk matik, kerasnya per ngacak banget!

Pakai contoh Aerox. Di merek Ohlins ukuran per untuk aerox itu 9-12. Skok murahnya YSS, DTG Evo punya per ukuran 14. Masih cukup empuk. Yang mahal G-Series atau G-Sport malah justru pernya ukuran 18. Lebih mahal tapi lebih keras. Dijamin tidak nyaman.

Tapi ada juga yang sebaliknya, seperti di NMAX. Ohlins jual per ukuran 12-19 kalau berat rider < 80kg. YSS murah, DTG Evo, ukuran pernya 14-25. Termasuk keras. Tapi yang lebih mahal, tipe Z-Series, ukuran pernya 13-18, alias sama empuknya dengan punya Ohlins.

Lebih mahal belum tentu lebih nyaman. Setelan rebound atau kompresi juga kadang nggak berguna. Apalagi kalau cuma sebelah (kompresi thok atau rebound thok). Kalau per dari awal sudah keras, mau preload disetel seperti apapun, mau compression disetel seperti apapun, mau rebound disetel seperti apapun, nggak akan bisa nyaman.

 

Yang rugi jelas konsumen. Karena konsumen sudah mengeluarkan uang jutaan, tapi yang didapat adalah suspensi yang tidak layak pakai. Memang nggak semua, tapi banyak juga yang kecewa.

Sayangnya, hal ini diperparah dengan pemahaman yang nggak kalah ngawurnya diantara tukang servis skok. Padahal biasanya konsumen akan mencoba memperbaiki di tukang servis skok. Namun di tukang servis skok, bukannya per yang dibenahi, tapi ada yang malah merusak desain shockbreaker YSS yang jelas jelas sudah lebih baik dari punya pabrikan.

Punya YSS untuk motor matik itu sama dengan yang untuk motor sport, sudah double action. Tapi eh malah dikonversi jadi single action. Yang gasnya bisa menekan piston sehingga bisa keluar sendiri juga malah dimatikan. Payah:

Ingat penulis pernah tes dalamannya YSS DTG juga:

Perilakunya sama dengan yang dijelaskan di video si tukang skoknya. Dan bila si tukang skok bilang desain double action itu nggak nyaman, maka yang penulis rasakan itu justru suspensi YSS paling nyaman dari semua suspensi motor yang pernah penulis coba. Dibanding dengan orinya Honda Beat apalagi, ibarat langit dan bumi.
Beda suspensi matik Honda dengan YSS DTG ibarat langit dan bumi, mengapa nggak buat versi YSS sih?

Aneh juga dibilang bahwa YSS itu salah desain. Karena kalau sales Indonesianya nggak bodoh, maka YSS pasti akan terkenal sebagai suspensi nyaman. Seperti diakui juga oleh tukang skok berikut:

HIDROLIK suspension specialist: Kalau menurut saya. Kalau buat harian itu paling enak yss mas.. Merek2 lain gt biasanya akan berasa keras kalau masuk jalan yg berlubang. Kalau direbound bisa2 aja. Tapi kalau enak buat harian, saya ndak jamin. Kalau harus enak,harus ganti per juga pada proses upgradenya

Dan apakah dengan “kebijakan” seperti itu tidak terjadi suspensi mentok?

Ya tetap terjadi. Karena sales Indonesia itu menjual seenaknya, dengan tidak memberikan rekomendasi berat badan, dan diperparah dengan beberapa suspensi itu preloadnya sangat sangat terbatas, maka ada saja yang belinya terlalu empuk. Harusnya beli yang agak keras karena berat badan di atas rata rata, tapi dikasih sales yang untuk orang ringan.

Jadi karena kebodohan sales ini maka yang punya berat badan ringan bisa dapat yang terlalu keras, yang punya berat badan berat bisa dapat yang terlalu empuk.

Per di suspensi YSS itu bisa dibaca di label di pernya:

Angka kerasnya per adalah 2 angka di tengah:

Padahal kalau beneran serius jualan suspensi, mereka pastinya tahu bahwa menjual suspensi yang serius itu akan mempertimbangkan berat badan konsumen. Per disesuaikan beban yang ditanggung.

Minim seperti yang ditawarkan Ohlins:

Tapi entah, salesman Ohlins di Indonesia apa menerapkan ini juga atau sama bodohnya.

Kalau punya YSS sih berantakan. Kalau nggak lihat data macam berikut ini, bakal seperti adu nasib:
Daftar nilai spring rate suspensi YSS untuk matik, kerasnya per ngacak banget!

Walau ada yang bilang bahwa dari tokonya akan menjelaskan spesifikasi suspensi kepada konsumen, tapi lihat gelagat sekarang ini, salesnya YSS sendiri (khusus Indonesia) nggak tahu bahwa ukuran per itu harus sesuai berat badan yang pakai.

6 respons untuk ‘Suspensi YSS itu keras jelas karena salesnya bodoh, tapi sama tukang skok dibilang YSS nya yang ngawur?

  1. Saya pernah beli YSS untuk bebek, rasanya sama saja dengan aslinya. Berarti kurang beruntung ya hehehe..
    Makanya saya belum pernah lagi pakai aftermarket

    Suka

  2. Sy sempet punya yss G series 340 dipassng d verza

    Ahelah cuman kepake sebulan doang , dipake sendirian klo ktmu jalan bumpy njedag , dipake di jalan gronjal keras tapi njedag , dipake boncengan jadi ceper (dan makin njedag) , krasa enaknya cuman di jalan halus tanpa tambalan dan tikungan panjang aspal mulus

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.