Review sport damper atau spring buffer, terbukti jelas bukan peredam suspensi


Penulis memutuskan untuk beli sport damper atau spring buffer, yang menurut penulis lebih cocok disebut ganjal per:

Kalau lihat deskripsinya, terkesan hebat banget fungsinya:
– PEREDAM GETARAN MOTOR
– Peredam guncangan per sepeda motor
– Menjaga fungsi shockbreaker agar tidak mentok terutama pada saat beban berat, sehingga memperpanjang umur shockbreaker.
– Membantu memperlambat rebound shockbreaker, sehingga mengurangi gejala ayunan yang bisa mengakibatkan kendaraan membuang ke kanan atau ke kiri.
– Meningkatkan stabilitas kendaraan saat di tikungan dan kecepatan tinggi.
– Mengurangi getaran pada kendaraan.
– Meredam suara bising ban.

1. Menjadikan Motor Lebih Nyaman,
2. Kestabilan Terjaga ( baik dijalan Lurus, ditikungan, jalan tdk rata maupun bergelombang)
3. Lebih Menahan & Tarikan lebih enteng
4. Mengatasi Secara Dini Bocor/ Matinya shock breaker
5. Membantu Kerja shock bila membawa beban berat.
6. Shock breaker akan menjadi awet dan tahan lama.

Yang menurut penulis nggak masuk akal adalah ada kata kata meredam, memperlambat rebound shockbreaker, mengurangi getaran, mereredam suara bising ban. Yang jualan pun ada yang berani pakai kata kata shock.

Apa benar begitu?

Penulis sendiri niatnya sih cuma untuk ganjal pernya NMAX. Karena penulis ingin setel suspensinya dalam kondisi paling empuk ketika dipakai sendirian. Sekarang masih dalam kondisi terpakai 2/3 ketika dipakai sendirian. Pinginnya bisa 100% dan bila butuh boncengan akan pakai ganjal per itu.

Tapi sayang diberi beda warna sama penjual. Mintanya hitam (di saat order tertulis masih ada stok 55 unit) tapi malah dapatnya warna merah dan kuning. Sudah gitu masih minta bintang 5. terserah deh. Toh cuma sekali ini saja butuhnya. Dan penulis juga bakal review apa adanya. Kasih hiburan sedikit untuk yang jual sama sedikit warning untuk yang mau beli.

Ya sudah, pasang di NMAX batal. Dan penulis pun pasang di Honda Beat saja. Yang kebetulan pernya terlalu empuk (preload kurang banyak) dan shock breaker sudah soak, sudah ngeslong nggak ada hambatannya sama sekali. Jelas butuh ganti. Padahal istri sudah ditawari beli skok lagi nggak mau karena dianggap dipakai masih enak.

Berikut saat sport damper terpasang di suspensi Honda Beat:

Yang penulis beli merupakan model yang paling murah dari bahan poly urethan. Ada merek CR7 seperti yang penulis beli. Ada juga merek Kitaco. Selain itu ada juga yang dari karet seperti merek pro shock atau balance damper. Harga yang dari karet lebih mahal. Ada yang 35 ribu ada yang 60 ribu. Tentu lebih mahal lagi bila beli dari drop shipper atau makelar. Yang CR7 saja harganya bisa bervariasi dari 11,5 ribu rupiah hingga 86 ribu rupiah. Penulis coba tanya offline harganya 35 ribu. Penulis pun pilih yang harganya 13 ribu demi untuk dapat warna hitam. Tapi sayang bohongan. Dapatnya warna warni.

Kalau untuk mobil harganya lebih fantastis lagi. Ada yang sampai lebih dari 3 juta untuk 4 buah, 1 buah untuk tiap per depan belakang, kiri dan kanan. Padahal penulis pernah jumpai rekomendasi untuk memasang lebih dari 1 untuk tiap sisinya!

Bagaimana hasil uji cobanya?

Sebelumnya penulis sudah pesimis dengan klaim klaim dari sport damper ini:
Kelemahan dari ganjal per, efek negatif ke suspensi dan resiko mobil tidak stabil saat kencang di jalan tidak mulus
Sport damper / ganjal per itu nggak masuk akal untuk motor apalagi untuk mobil, ada unsur penipuan

Setelah coba sendiri, beli pakai uang sendiri terbukti bahwa memang benar kecurigaan tersebut.

Untuk khusus yang penulis beli, ternyata tidak sesuai dengan klaim, sport damper tersebut tidak betulan universal. Karena ternyata terbukti jarak kerenggangan antar per tidak cocok untuk pemasangan damper tersebut, kurang lebar damperya:

Dipaksa di rapatkan di atas bisa, tapi akhirnya nggak rata, ada yang rapat banget, ada yang renggang.

Mungkin ada yang bilang kalau beli yang versi karet, bisa pilih kerenggangan, pakai ukuran berapa centimeter yang dibutuhkan. Sama saja, diameter per itu nggak sama. Yang di motor penulis diameternya lebih besar dari gap yang disediakan:

Kalau diameter lebih besar, maka otomatis sport dampernya bakal lebih mudah lepas dari pernya.

Kebetulan sih di suspensi DBS yang terpasang NMAX, ukurannya bisa pas:

Cuma ada kendala juga kalau pas, saat pasang jadi ada yang keselip selip, bagian pinggiran jadi terlipat:

Padahal itu bahan polyurethane. Kalau yang karet pastinya lebih mudah lagi terlipat.

Untuk soal peredaman juga tidak terbukti. Pada video penulis bisa dilihat dari 19:30. Penulis tunjukkan bagaimana rusaknya suspensi Honda Beat.
review: Mematahkan mitos sport damper bisa meredam suspensi, ternyata aslinya cuma ganjal per saja

Setelah dipasang dampernya apa makin stabil? Apa teredam?

Ya enggak lah. Selain suspensi jadi makin keras, makin cepat mentulnya, tetap saja nggak stabil, nggak teredam, nggak makin lambat goyangannya.

Jadi banyak klaim dari sport damper atau spring buffer itu yang tidak terbukti. Dan rasanya sport damper jadi laris itu karena banyak orang yang tidak paham kerja suspensi. Berikut ini saat penjual sport damper kabur dari diskusi saat ketahuan ia pasang sport damper di mobil baru yang pemiliknya awam suspensi:

Pemiliknha awam, beli per untuk sport tapi shockbreaker dibiarkan standar. Ya jelas nggak nyaman. Karena nggak matching. Kalau pembaca lihat mobil tersebut di artikel yang lain, maka kelihatan jelas mobilnya makin kencang ayunannya setelah lewat jalan tidak enak.

Memang bukannya sport damper itu nggak ada gunanya. Kalau misal kebetulan suspensi motor terlalu empuk atau desain ala skok Jepang yang gampang mentok saat jalan tidak rata, maka pasang sport damper bisa membantu mencegah mentok.

Kalau untuk motor sulit untuk dijadikan solusi sementara karena kalau cari ukuran pas, bakal sulit untuk memasang dengan baik. Mudah resiko mbeleset.

Kalau untuk mobil pasangnya lebih mudah. Mobil tinggal di dongkrak maka per pasti akan lebih panjang. Kalau di motor, panjang per tetap walau disandar tengah.

Cuma tetap jadi pertanyaan ketika sport damper mendapat tekanan yang sangat besar. Apakah pembatas tepian mampu mencegah sport damper terlepas? Karena bila tidak terpaksa harus pakai kabelties. Tentu bukan solusi ekonomis kalau harus pakai kabelties tiap kali butuh.

Ada juga yang memanfaatkan sport damper untuk membuat suspensi rusak jadi terasa lebih nyaman. Menurut penulis lebih baik beli suspensi / shock breaker baru daripada pasang sport damper. Apalagi untuk mobil. Harga sport damper terlalu mahal untuk fungsinya. Mending beli shockbreaker murah. Bila ada tukang skok yang bagus, bisa juga di serviskan.

Jadi rekomendasinya, beli sport damper hanya bila butuh saja, bila per terlalu empuk dan tidak ada setelan preload. Perhatikan kerenggangan per juga. Sport damper CR7 kerenggangannya yang pas adalah 1,6 cm. Soal diameter pernya, pasrah saja. Nggak ada pilihan.

2 respons untuk ‘Review sport damper atau spring buffer, terbukti jelas bukan peredam suspensi

  1. Ente beli kok yang murahan tho bro, beli yang sesuai kebutuhan, bukan versi universal.
    Teori tanpa bukti nyata artikel ente cuman artikel halu…. sakit hati sama sales damper ya?

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.