Review Fastron Techno 15W-50 di Yamaha NMAX setelah 600 km, bukan vampir


Tidak terasa oli mesin Fastron Techno 15W-50 + minyak goreng di Yamaha NMAX sudah terpakai 600 km. Ganti olinya di 425 km, sekarang sudah 1024 km. Dari uji drop test terlihat oli masih baik:

Kelihatan nggak ada tetesan karena memang dari prosedur yang benar itu harus dibiarkan kering dulu. Tapi ada ciri olinya menyebar itu pertanda fuel dilution. Dan dilihat dari warna yang masih basah juga terlihat sudah menjadi hijau:

Padahal warna asli olinya adalah kuning:

Walau NMAX disebut motor vampir, penulis tidak melihat penurunan volume oli. Volume oli terlihat tetap:

Masih terlihat mepet batas. Sebelumnya oli mesin penulis tambahi minyak goreng hingga oli mencapai batas maksimal di meteran oli tersebut. Jadi motor penulis sementara ini belum menjadi vampir oli.

Cuma penulis kepikiran dengan fuel dilutionnya. Padahal penulis sudah pakai pertamax. Apa pakai pertamax oktannya kurang tinggi? Dipakai di rpm rendah, tendangan mesin nggak ada yang hilang, dak dak dak letupan mesin tetap terasa walau saat boncengan. Start mesin juga langsung jreng nggak nunggu lama. Rpm mesin saat idle juga stabil, nggak naik turun, nggak pakai jeda.

Apa masalahnya ya?

8 respons untuk ‘Review Fastron Techno 15W-50 di Yamaha NMAX setelah 600 km, bukan vampir

  1. Kalau cuma 600km kayaknya belum mungkin vampir deh pak. Di Vixion lightning saya dulu (CMMIW, engine vixion dan nmax itu sebenarnya banyak miripnya) itu dia mulai nyusut ketika interval 1500-2000km an.
    Dan enjinnya juga masih kinyis2, fresh from the dealer, juga belum ‘waktunya’ kayaknya pak

    Tapi di kasus vixion saya itu, sehabis ganti blok vixion old 3c1 (yang menurut testimoni, kualitas bagus), kayaknya masalahnya dah berkurang signifikan. Dipake lama sih jelas oli nyusut, tapi cuma dikit dan wajar, dan gak seekstrim blok 1pa yang 2000km saja bisa habis 300cc olinya.

    Suka

  2. kayaknya mesin metic 155 VVA yamahmud ini jangan dikasih 100% pertamax kecuali buat long trip keluar kota dg kecepatan tinggi, dicampur dg pertalite separuh aja barangkali gejala FD berkurang, sepertinya mesin ini kayaknya disetting supaya bisa minun bensin oktan rendah meskipun CR 10.5 : 1

    Suka

    • Iya, baru kepikiran apa segitu besarnya efek ethanol 10% ya. Soalnya kan disebut bahan bakar nabati itu lebih mudah fuel dilution. Mungkin bukan pakai pertalite, tapi mau coba premium sekalian. Cuma sekarang lagi cari posisi pro capacitor yang pas. Ada selang radiator bikin ribet.

      Suka

  3. Kenapa fuel dilution lebih parah di motor injeksi yang (mestinya) pembakaran lebih sempurna? Saya punya 2 motor karbu nggak pernah olinya berubah jadi hijau padahal sering isi pertamax. Dan di motor injeksi saya sering temui oli langsung jadi hijau padahal baru 500 km. Dibawa ke bengkel resmi dibilangnya normal.

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.