Mesin motor berisik kok tetap dibiarin saja sih?


Satu yang mengganggu kenyamanan berkendara saat ini adalah suara mesin motor yang sekarang ini seperti besi sedang diamplas. Makin lama bukan makin baik tapi makin mewabah. Mudah sekali cari motor berisik di jalan.

Dan sekarang ini yang berisik begitu bukan cuma Honda saja, tapi Yamaha juga.

Padahal sebenarnya mudah sekali sekali membuat mesin motor jadi lebih senyap. Nggak perlu harus pakai pro capacitor, nggak perlu harus menambahkan minyak goreng di oli mesin. Kuncinya yang pertama adalah dengan sadar bahwa oli rekomendasi / oli bawaan motor itu jelek.

Untuk selanjutnya lebih mudah. Tinggal cari oli yang bisa bikin suara mesin motor tetap halus walau lama dipakai, walau ganti olinya lama, walau habis dipakai kencang atau macet.

Tapi sayang sepertinya sekarang ini orang sudah pada menganggap bahwa mesin berisik itu bukan suatu masalah, tapi sebagai salah satu fitur dari motor.

Padahal enggak.

20 respons untuk ‘Mesin motor berisik kok tetap dibiarin saja sih?

  1. Halo Om. lama ga mampir. Mau nanya persoalan klasik yang sudah terasa basi tapi baru kali ini kepo, perkara k45a vs kpp thailand

    sebenarnya handling k45a yg dikatakan terasa meningkat dari kpp, apakah paling besar dari penggunaaan rangka tralisnya (alasan ini agak kurang gimana menurut feeling saya, secara basis mesin yang digunakan hampir tidak ada perubahan konstruksi, apakah perubahan rangka ngefek segitunya ?) ?

    ataukah k45a yg diberikan link dan wheelbase lebih pendek yang berpengaruh banyak ? bagaimana kalau cbr kpp dipakaikan set swingarm + link k45a ?

    sedang galau ingin memburu cbr kpp tp tergiur handling k45a

    Suka

    • Halo 🙂

      Yang bilang handling k45a lebih baik dari kpp siapa? Karena kalau dari sisi berat motor, bukannya lebih unggul kpp?

      Handling itu biasanya lebih mengacu ke kemiringan setang atau panjang garpu setang depan. Kadang ada yang tidak suka dengan model setang yang terlalu lincah. Wheelbase memang bisa berpengaruh juga sih, tapi mestinya nggak sebesar desain setang. Sementara itu link menurut saya lebih ke kenyamanan, bisa digantikan dengan suspensi yang baik.

      Suka

      • Dari hasil blogger dan media pada ngereview sih pada bilang k45a lebih enak ditekuk, lebih anteng saat di tikungan dan sisi belakang motor tidak se”ngebuang” kpp. Semua bilang begitu.

        Makanya saya bingung, ini efek beda rangka, suspensi berlink atau apa ya.. K45a lebih berat 5kg, dimensi juga lebih besar. Tapi hasil test pada lebih vote k45a

        Suka

        • Apa perbandingan berikut?
          Test Ride Honda CBR 150R K45: Bye Bye CBR CBU, R15 Inilah Lawan Sepadanmu…!

          Teringat hal tersebut, sebelum jalan, KBY bertanya apakah sang CBR CBU ini sehat? Mang Eno mengiyakan dan menjamin kesehatan mesinnya, bahkan knalpot dan ban sempat dikembalikan terlebih dahulu ke standarnya. So ini adalah standar vs standar. Ternyata hal yang sama juga KBY rasakan pada CBR Repsol CBU mang Eno, akselerasi terasa berat, RPM berkitir tidak diiringin kecepatan motornya (seperti kopling yang sudah minta ganti), dan handlingnya, atau tepatnya bannya…maaf, kacau.

          Saat menemui kontur jalan yang elevasinya berlainan, sang ban dan buritan serasa ikut bergeser… ada apa ini… dan itu terjadi berkali kali, bahkan mang Eno pun mengamininya. Well oke, CBR 150 lokal KBY tes pada jalan aspal rata dengan campuran pasir dan kerikil di atas, namun saat cornering, sang sasis dengan implementasi Pro-Link Suspension di belakang merupakan ramuan yang tepat. Tidak seperti milik CBU yang membuat kita ragu-ragu saat KBY menemukan tikungan panjang di atas flyover menuju area Pasar Senen. Ini kah efek regular suspension vs Pro-Link? bisa jadi.

          Kalau menurut saya itu jelas suspensi sudah soak. Ngebuang itu ciri bila suspensi underdamped atau single action.

          Perbandingan jelas nggak fair karena nyobanya motor bermasalah milik eno anderson atau mazped. Bukan dibandingkan dengan motor baru.

          Suka

          • Saya merhatikannya sih di
            1. https://tmcblog.com/2014/09/09/test-ride-all-new-honda-cbr150r-oleh-tmcblog-nikung-lebih-responsif/

            “Handling, Boleh dibilang lebih Lincah dari CBR150R CBU Thailand . . . gak percaya? Silahkan cobain sendiri dah . . .memang kalo ngomongin masalah nikung nggak ada parameter ukurannya, cuma berdasarkan feeling saja bahwa ini motor enak dibawa Nikung dengan rolling speed, signifikan terasa lebih enak dibanding CBR150R CBU dalam kondisi yang sama sama standar . . . kira kira kenapa Yaaa ?”

            Namun perlu EA’s Blog akui, Ergonomi yang Nyaman plus Ability Handling sang All New CBR melewati corner di Sirkuit JI-Expo tersebut, Memang terbukti mantap. . .

            2.https://enoanderson.com/2014/09/08/honda-all-new-cbr150r-vs-cbr150r-cbu-ability-performa-handling/

            “Dari analisa saat EA’s Blog test langsung, Kombinasi Sasis Inovative Truss Frame plus Monoshock with Pro-Link mampu memberikan improve kenyamanan dan handling, dibanding CBR CBU yang notabene sudah menggunakan Sasis Twinspar. . . So, Bagi yang Mengatakan Sasisnya All New CBR150R Downgrade (Dalam sisi handling), Sepertinya Harus nyobain dulu tuh yaa. . . Padahal, Kita ketahui bersama, Karakter Twinspar-Perimeter Frame seharusnya bisa lebih maknyus. . . Tapi, untuk kasus Sport Fairing Anyar dari Honda ini, EA’s Blog angkat jempol deehh. . . 😀”

            “Nah, Bagaimana dengan handling CBR CBU yang Kang Eno Test ?? Jujur saja Brosist, Motor ini kurang nyaman untuk diajak bersusah payah di lintasan/trek rusak. . . Jangankan untuk trek demikian, Untuk melewati jalanan aspal halus dengan kontur ketinggian yang berbeda, Handling CBR CBU dengan Ban Standardnya justru patut dipertanyakan (baca : gak enak). . . Awalnya sih sempet ngira kalau ban nya kurang nitrogen, So saat dibawa ke kediaman mang Kobay hari minggu kemarin, EA’s Blog isi aja tuh anginnya. . . Ehh, gak taunya Hasilnya, Sama sajaaa….. -_-

            Bahkan untuk hal ini, Mang KBY (Kobayogas.com) pun mengiyakan hal tersebut saat beliau mengetes sendiri motornya. . . Velg Sehat, Sasis Sehat, Ban Standard masih tebal, Suspensi joss, Tapi mengapa Handling CBR CBU justru demikian ? Sepertinya IMHO , Motor ini memang tidak didesain untuk kontur jalanan Indonesia yang….. You Know Laah Brosist….”

            3.https://azizyhoree.wordpress.com/2014/10/10/spy-report-cbr-150-k45-memang-nampol/

            Nah masalahnya di sini saya ga nemuin artikel Om Aziz nyobain/compare k45a dengan kpp. Padahal beliau user dan bengkel spesialis cbr

            Suka

    • Oh berarti link itu lebih ke cara mengakali kinerja supaya suspensi lebih baik, tanpa menggunakan “suspensi bawaan” dengan spek lebih baik ?

      Suka

      • link itu untuk merubah sifat suspensi dari linier menjadi progresif. progresif itu membuat per lebih fleksibel terhadap perubahan beban.

        Kalau suspensi bawaan kurang baik, maka tetap hasilnya kurang baik. Tapi biasanya suspensi motor sport lebih baik dari motor matik.

        Suka

        • maap maap Om, lebih fleksibel gimana ya maksudnya ? kurang nangkep. tapi penggunaan link pada suspensi pasti membuat handling lebih baik ya ?

          Suka

          • lebih fleksibel maksudnya bisa pilih seenaknya mau progresif atau linier respon suspensinya. Bila progresif rider terlalu berat atau terlalu ringan kenyamanan atau handling tidak jauh beda. Medan juga bisa lebih fleksibel, nggak cuma untuk jalan rata saja, tapi bisa untuk offroad.

            Sekarang ini dipercaya bahwa suspensi yang linier itu lebih mudah dimaksimalkan, apalagi bila rider dan medan yang dilintasi tetap. Perlu diketahui bahwa suspensi sekarang kebanyakan semi progresif (2 / 3 macam kekerasan). Dan hambatan damper pastinya tidak linier.

            Link suspensi itu adalah sebuah opsi untuk merubah. Handling tetap bergantung pada suspensinya sendiri dan lain lain juga. Pakai link tidak berarti makin baik.

            Di motogp sendiri link juga bisa dirubah tergantung lintasan dan kebutuhan rider. Beda motor bisa beda linknya walau satu tim.
            A look into MotoGP™ suspension | #TechTalk with Simon Crafar

            Jadi belum tentu handling lebih baik.

            Suka

  2. Kualitas logam dalam sparepart mesin berpengaruh ga terhadap suara kasar atau halus sebuah kendaraan ? Soalnya ada vario 2006 dari awal beli sampai sekarang selalu pakai oli federal matic, yang suara knalpotnya ngebass lebih besar dari pada suara mesin dan cvt. Sedangkan nex 2012 sudah lama pakai oli mobil atau diesel, yang kedengaran suara knalpot lebih senyap tapi suara mesin dan cvt lebih terdengar jelas. Dua motor tersebut sama-sama ganti oli tiap 1500km dan BBM selalu pertalite kalau premium tersedia ya isi premium. Kondisi diservice juga sama kalau ada yang harus diganti sparepartnya ya ganti.

    Suka

    • Iya berpengaruh. Honda thailand beda dari honda lokal. Yamaha atau Suzuki dulu beda dengan sekarang, dst. Tapi kalau bedanya sampai parah mungkin olinya kurang bagus. Karena saya yakin bahwa walau partnya jelek, kalau olinya melindungi pasti suara mesin bakal tetap bagus. Seperti contohnya Honda Beat saya. Suaranya lebih halus dari motor orang lain yang masih baru sekalipun.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.