Mengenal sifat shockbreaker dengan mesin shock dyno, bukan untuk suspensi bawaan motor matik


Topik ini tentu saja tidak relevan untuk kebanyakan suspensi motor di Indonesia, terutama motor matik atau suspensi merek Jepang buatan lokal yang teknologinya sampai sekarang masih kuno pakai single action.
Skok motor matik banyak yang single action, apa maksudnya?

Kalau sudah single action, nggak bisa diapa apain, mau dibuat empuk atau keras sama nggak enaknya.

Topik ini cuma relevan untuk suspensi aftermarket, atau suspensi double action yang ingin ditingkatkan kemampuannya. Intinya kalau sama suspensi bawaan motor terasa puas, nggak usah ribet deh. Tapi kalau sudah pakai suspensi aftermarket dan ingin meningkatkan kemampuannya, maka harus tahu bagaimana mengetahui kemampuan dari suspensinya.

Untuk tahu suspensi itu sudah bagus atau tidak kita sering ditawari untuk dyno suspensi dengan mesin shock dyno.
Shock Tuning 101: Dyno your Dampers for Optimized Handling

Yang terkenal biasanya mesin dyno Roehrig:
Roehrig Shock Dyno

Sebenarnya apa yang akan ditunjukkan oleh mesin dyno untuk suspensi tersebut?

Mesin shock dyno itu bekerja dengan menggerakkan suspensi secara naik turun dengan kecepatan tertentu. Mesin nanti akan mengukur hambatan dari suspensi. Dari hubungan kecepatan gerakan dan hambatan yang terjadi akan ada dua macam grafik yang dihasilkan. Yang satu bentuk agak bulat (force vs position), yang satu bentuk grafik garis (force vs velocity):
Shock Series: 03 – Dyno Sheets

Berikut detil penjelasan reaksi suspensi untuk yang model bulat:
Reading Shock Dyno Plots

Yang model bulat itu sering dipakai untuk mengetahui apakah ada masalah pada suspensi. Seperti misalnya berikut ini, suspensi yang rusak dan mengalami hambatan saat kompresi awal yang terlalu tinggi:
Reading Shock Dynamometer Results

Grafik ini juga bisa dipakai untuk membedakan suspensi ori dan palsu:

Yang berikut adalah ketika suspensi mengalami hysteresis, yang sepertinya merupakan pertanda bahwa hambatan suspensi tidak konsisten dan berubah seiring pergerakan suspensi (tanda suspensi jelek):

Hysteresis bisa terjadi salah satunya karena ada gelembung udara:
DAMPING ROD FORKS and EMULATORS

Ditunjukkan bahwa ini membuat reaksi suspensi menjadi terlalu ekstrem, meningkat tajam yang bisa menyebabkan sakit:

Hysteresis ini juga bisa dideteksi dengan model grafik yang satu lagi, yaitu force vs velocity:

Berikut contoh suspensi yang disebut harganya mahal dan canggih padahal mengalami hysteresis (mahal belum tentu baik):

Suspensi yang minim hysteresis akan mempunyai grafik seperti berikut:

Grafik force vs velocity merupakan grafik yang sering dipakai untuk tuning atau menyetel suspensi. Perhatikan bahwa pada sumbu X adalah kecepatan gerakan suspensi. Normalnya gerakan suspensi makin cepat maka hambatan akan meningkat secara logaritmik:

Kebanyakan suspensi bawaan / murahan seperti itu. Karena memang konstruksinya sederhana:

Di suspensi yang aftermarket, walau lebih murah, biasanya akan lebih maju, akan dibedakan antara respon suspensi di gerakan lambat dan cepat:
Alasan mengapa skok bagus bisa bikin melewati polisi tidur di kecepatan tinggi tidak mental

Konstruksinya pun lebih rumit:
Shock Gold Valve Installation VALVING with SHIM ID ADAPTERS

Berkat itu reaksi dari suspensi pun menjadi lebh fleksibel:

Gerakan suspensi lambat itu mempengaruhi handling, sementara gerakan suspensi cepat itu mempengaruhi reaksi terhadap benjolan atau lubang:
WHAT IS A SHOCK DYNO?

Beberapa suspensi juga dilengkapi dengan setelan sehingga bisa dipergunakan untuk membuat suspensi berperilaku lebih dekat ke yang dibutuhkan:

Jadi bisa dilihat sendiri bahwa suspensi itu tidak sederhana. Untuk hambatan suspensinya saja harus pakai banyak setelan. Level ini tentunya sudah sangat sangat jauh meninggalkan levelnya suspensi bawaan motor matik merek Jepang. Dan tujuannya bukan cuma untuk handling saja, tapi juga untuk kenyamanan dan keselamatan. Ban yang bisa tetap melekat aspal itu kan lebih baik handlingnya, lebih nyaman dan lebih aman.

Namun tentu yang lebih ideal adalah bila suspensi dituning secara khusus sesuai dengan kebutuhan kita. Karena belum tentu setelan tersebut bisa membuat suspensi bekerja sesuai dengan kebutuhan kita. Apalagi yang setelannya cuma satu. Oleh karena itulah ada suspension tuner.

Suspensi yang bagus ternyata nggak butuh pakai setelan rebound atau compression

Tuning suspensi sendiri merupakan sesuatu yang rumit:
Shock Absorber Tuning – Our Model for Tuning for Balance with Shocks.

Tapi sekali lagi, kalau sama suspensi bawaan puas, atau kalau beli aftermarketnya semerek dengan bawaan, nggak usah diributin. Paling si pabrikannya juga seumur hidup nggak pernah melakukan tuning macam begini. Buktinya lihat saja model suspensinya, masih nggak beda dari puluhan tahu lalu, dalaman suspensi juga kayaknya nggak beda jauh antara yang harganya 2 juta dengan yang 100 ribu. Apalagi mereka masih pakai semboyan “keras itu pasti lebih stabil”. Lha wong memilihkan per yang pas untuk rider Indonesia saja nggak mampu, ada saja keluhan keras dan sakit pinggang di motor maxi yang dijual di Indonesia.

Kalau penulis sih puas sudah ganti suspensi, yang walau jauh lebih murah tapi sekarang sangat disyukuri sudah beli. Jadi bisa benar benar merasakan nikmatnya motor. Memang masih belum 100% puas, tapi bye bye sakit pinggang. Bye bye motor gonjang ganjing.

2 respons untuk ‘Mengenal sifat shockbreaker dengan mesin shock dyno, bukan untuk suspensi bawaan motor matik

  1. Belum lama ini saya beli suspensi 500ribuan buat pcx lokal yg ga banget.. ternyata malah lebih enak.. kalo boleh nyebut mereknya ntc.. lah lantas pabrikan ngasih sokbreker ga ngenakin ke konsumen itu yg kelas berapa ya? 100ribuan atau malah 50ribuan secara pabrik kan bikin/order banyak ke vendor.. asal biar ada shocknya aja gitu.. kurang ajar emang..

    Disukai oleh 1 orang

    • sip, iya, kebanyakan suspensi aftermarket memang teknologinya lebih tinggi. Ordernya pasti ke pabrikan merek Jepang juga. Dan si pabrik ini teknologi suspensinya kuno. Cari untungnya memang mengerikan. Suspensi jelek tapi dijual ratusan ribu hingga jutaan.

      Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.