Mesran B40 setelah 380 km jadi oli mesin, PFT 15W50 setelah 1500 km jadi oli transmisi, kerasnya NMAX


Akhirnya lega juga sudah mencoba Mesran B40. Oli terpakai hingga 380 km di Yamaha NMAX. Berikut warna olinya:

Alasan penulis memilih menggunakan oli Mesran B40 adalah untuk mendapatkan konsistensi performa, untuk meyakinkan bahwa olinya tidak mengandung aditif VI improver, aditif yang bisa bikin oli nggak terlalu kental pada suhu dingin atau nggak terlalu encer di suhu panas.

Selama penggunaan memang oli mesran B40 ini terasa konsisten. Mau dipakai siang atau sudah gelap konsisten terus. Habis dipakai kencang atau sedang eco riding tidak terasa terlalu berbeda. Dari sisi kekentalan terasa bisa lebih tahan terhadap shear. Shear stability bagus, artinya kekentalan oli tidak terlalu terpengaruh dengan kocokan kocokan yang dialami di dalam mesin. Jelas jauh dari oli macam Shell Advance AX-5 yang langsung encer begitu motor digeber top speed beberapa detik.

Namun tidak baiknya, SAE yang cuma 40 ini kurang kuat untuk melawan fuel dilution yang ternyata sepertinya masih juga terjadi walau penulis sudah pakai bensin premium. Fuel dilution itu ketika bensin masuk ke ruang oli mesin dan tercampur dengan oli mesin. Efeknya adalah membuat oli mesin makin encer. Kalau di oil drop test (pastikan sudah kering banget / tunggu satu jam sebelum dinilai) maka oli menjadi sangat menyebar / nggak ada batas lagi.
Prosedur uji drop test oli mesin yang benar akan bisa dipakai untuk menguji selain oksidasi juga fuel dilution, kerak, dan bocoran air atau coolant

Fuel dilution bisa terjadi karena banyak hal:
Best Tests to Detect Fuel Dilution

Perhaps the most common reason fuel dilution occurs is due to a process known as blow-by. If the piston rings are damaged or dirty, they may not seal properly. During combustion, any unburned fuel may leak past the rings and get into the oil. Another way this can take place is through defective fuel injection. If the fuel isn’t properly atomized, it may not burn completely and will have a better chance of entering the oil.

Once fuel is in the oil, it begins to affect both the oil and the engine. The most notable change in the lubricating oil will be a decrease in viscosity. Fuel thins the oil to the point where it cannot support the load in the engine or build a sufficient film to keep the engine parts separated.

Disebut bisa terjadi karnea ring piston yang rusak atau kotor. Juga kalau semprotan bahan bakar kurang tersebar, bila bensinnya menggumpal terlalu besar. Efek dari fuel dilution teruama adalah oli jadi encer. Dan kalau sudah terlalu encer, lapisan olinya (film strength) tidak lagi kuat mencegah logam saling bergesekan langsung.

Dan memang penulis rasakan makin hari oli tetap makin encer. Dan akhirnya kemarin setelah berkendara di tengah hari, penulis merasakan bahwa kasarnya mesin sudah tidak bisa ditolerir (untuk standarnya penulis). Dan penulis pun memutuskan untuk ganti oli.

Saat penulis drain, warna oli sudah cukup hitam, tapi tidak sampai hitam sekali. Masih ada bening beningnya. Jelas bahwa oli Mesran B40 masih lebih baik daripada Yamalube Super Matic, yang hitamnya kelam. Cuma pada oli ada glitter tipis tipis yang larut di oli, tapi tidak sampai menimbulkan endapan logam. Sepertinya ini ciri bahwa SAE 40 masih kurang baik untuk melapisi mesin.

Berikut saat ganti oli:

Untuk soal bau. Baunya seperti oli yang sudah separuh mau berakhir masa pakainya. Ada bau knalpot.

Sepertinya NMAX lebih cocok pakai SAE 50. Selain itu sepertinya perlu ada tambahan aditif EP, yang dibutuhkan ketika oli sudah mulai berakhir masa pakainya. Tapi apa ada ya oli dengan kekentalan SAE 50 tapi pakai moly? Biasanya aditif moly itu lebih umum ada di oli khusus motor matik, atau beberapa oli mobil.

Kalau nggak ada (yang murah), wah rasanya terpaksa pakai aditif oli nih. Repot juga karena aditif EP itu bikin kerak. Yang jadi alasan mengapa penulis menghindari oli khusus matik. Dan lagi yang lebih dibutuhkan mesin aluminium seperti NMAX adalah aditif boron. Aditif aftermarket apa yang pakai boron ya?

Jadi dilema. Karena ada glitter lebih cocok dikurangi dengan aditif EP semacam moly dan boron, tapi aditif nanti nambah kerak yang bikin mesin nggak lega. Sekarang ini napas mesin terasa lega karena sudah cukup lama bebas dari oli khusus matik. Suara knalpot itu bisa tegas thump thump katanya.

Sekarang ini motor pakai oli Prima XP 20W50. Bukan apa apa, kebetulan Mesran Super 20W50 nggak ada yang 1 liter. Harga 42.500 rupiah. Penulis juga ingin coba Castrol GTX, Halvoline, Total, dst. Penulis ingin beli secara offline. Akan penulis anggap bagus bila bisa bikin suara mesin tetap halus hingga 1000 km.

Berikut suara knalpot dan mesinnya, oli mesin Prima XP, 15%nya minyak goreng Tropical. Standar semua, cuma ditempeli 3 pro capacitor dan 2 cemenite mini.

Halusnya seperti saat masih baru tuh. Lebih halus dari saat habis ganti oli PFT 15W50 ataupun habis ganti oli Mesran B40. Kalau Yamalube Supermatic mah jangan dibahas, nggak level bro, masih tetap kasar. Sampai sampai ketika habis servis pertama dan diganti olinya dengan Yamalube Supermatic, penulis sempat berpikir bahwa ini motor tidak akan bisa sehalus ketika baru terima dari dealer. Tapi ternyata sekarang sudah halus lagi :).

Apa di Prima XP ada aditif anti aus yang tidak ada di Mesran ya? Di bungkus ada tulisannya smart shield technology:

Kalau benar begitu. Maka penulis “terpaksa” lebih merekomendasikan Prima XP 20W50 daripada Mesran Super. Penulis merekomendasikan Mesran Super karena film strength oli grup I (Mesran pakai bahan oli grup I) lebih baik, sementara Prima XP itu grup II yang film strengthnya lebih lemah:

Bila ternyata di Prima XP ada aditif yang dibutuhkan, tapi tidak berlebihan seperti yang terjadi di oli khusus motor matik, maka Prima XP lebih bagus daripada Mesran Super. Toh film strength Prima XP bisa ditingkatkan dengan minyak goreng. Ibarat PAO ditambahi ester biar makin licin.

RPM mesin sampai sekarang masih stabil. Gredeg tidak dirasakan. Vampir oli belum terdeteksi.

Sebenarnya sih penulis pinginnya menambah minyak goreng lebih banyak. Namun karena SAE minyak goreng itu sekitar SAE 20, rasanya lebih pas bila dicampurkan dengan oli SAE 60. Tapi apa ada ya oli SAE 60 yang murah?

Penulis juga penasaran dengan bagaimana nasib oli transmisi. Repot juga karena sulit untuk diketahui kondisinya. Nggak bisa di ambil contohnya. Sulit didengar suara kasarnya. Ya sudah penulis drain saja.

Setelah 1500 km pemakaian, oli Fastron Techno 15W50 terlihat masih cukup bagus kondisinya. Rasanya masih layak dipakai hingga 4000 km. Umur yang termasuk cukup pendek untuk oli transmisi. Harus jadi catatan juga bahwa oli yang dipergunakan melebihi rekomendasi. Disarankan 150 ml, diisi 250 ml.

Untuk selanjutnya, oli transmisi diisi dengan 200 ml Prima Xp 20W50 dan 100 ml minyak goreng. Mungkin bakal di cek lagi setelah 4 ribu km. Atau mungkin bakal terpaksa dibiarkan diganti oli sama bengkel resmi di servis yang akan dilakukan 1500 km lagi,

12 respons untuk ‘Mesran B40 setelah 380 km jadi oli mesin, PFT 15W50 setelah 1500 km jadi oli transmisi, kerasnya NMAX

  1. […] Seperti contohnya yang terjadi di motor Yamaha NMAX penulis. Oli cuma bisa tahan 1000 km. Rugi dong pakai oli 400 ribu. Oleh karena itu penulis coba eksplorasi. Dan untuk sementara pakai oli 42 ribuan, Prima XP 20W50: Mesran B40 setelah 380 km jadi oli mesin, PFT 15W50 setelah 1500 km jadi oli transmisi, kerasnya NMA… […]

    Suka

  2. Maju terus prof.walau jarang komen,aku pengikut blog anda.ulasan yang masuk akal dan tidak terkesan lebay,menjadi pembeda dengan blog lain.aku suka

    Suka

  3. klo mesran super utk perlindungan mesin thd keausan pd mtor bebek std sdh mumpuni belum om? Pemakaian skitar 1000km tanpa migor…
    Skalian tanya nih, ring piston itu bergesekan langsung dgn dinding silinder ya om, kecuali ring oli?

    Suka

      • ga kelamaan om itu? Soalnya sy drain di 1000an km udh item jg sih, mkanya jaga2 aja kl performa oli udh turun..
        Maksud saya ring piston bergesekan langsung dg silinder itu tanpa terlumasi oli gitu, terutama ring kompresi.. kl ring oli kan masih bawa oli..

        Suka

        • Soalnya rasanya untuk motor bebek itu fuel dilution nggak separah motor matik Yamaha. Tapi kalau sudah hitam perlu waspada, apa ada suara kasarnya?

          Ring oli itu sepertinya untuk membatasi oli dan tidak untuk menghilangkan oli. Karena tentunya kalau sama sekali tanpa pelumasan, maka mesin mudah baret. Berikut ada animasinya. Ring oli disebut berguna untuk membuang kelebihan oli:

          Suka

          • klo kasar sih ndak juga om, cuma emg lebih halus wktu baru gnti oli… Mkanya ane waspada aja drain langsung toh belinya mesran curah cm 25ribu..
            Nah itu di video, kan oli masuk ke antara ring oli kan, trus tugas ring kompresi 1 dan 2 buat jaga kompresi jgn smpe oli tembus.. nah jd ujung ring komp 1 & 2 bergesekan dgn liner langsung kan.. kalau terlumasi ya ntar oli tembus ruang bakar?

            Suka

            • ok. Sulit juga menentukan warna hitam. Mungkin bisa diperhatikan keencerannya juga. Kalau pakai oil drop test, maka warna abu abu setelah olinya kering disebut sudah tidak layak pakai. Tapi saya sendiri ganti oli sebelum itu terjadi.

              Iya, memang sepertinya oli itu tembus ruang bakar. Saya mengamati oli dengan aditif moly membuat pembakarang kurang lega. Kerak di ruang pembakaran juga bisa dipengaruhi oli yang dipakai. Oli juga mempengaruhi bau asap knalpot.

              Suka

  4. Sebenarnya sih penulis pinginnya menambah minyak goreng lebih banyak. Namun karena SAE minyak goreng itu sekitar SAE 20, rasanya lebih pas bila dicampurkan dengan oli SAE 60. Tapi apa ada ya oli SAE 60 yang murah?….

    Mbok ya dicoba yang SAE 10w-60 sekalian review bermanfaat untuk banyak orang mas bro! mungkin harga mahal tapi effortless sesuai dengan keinginan dan fungsi bisa mantep ga penasaran lagi dan yang kantongnya pas untuk B40, 5/10w-30, 5/10w-40, 20w-50 toh sudah ada reviewnya bisa memilih dengan pemakaian short drain tiap 1000 km yang penting mesin awet dan josss 🙂

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.