Sama sama tulisannya sintetik, harga oli mesin bisa beda 4 kali lipat, mengapa? + Kelemahan PAO


Kadang kita jumpai bahwa suatu oli yang sama sama sintetik itu harganya bisa beda jauh banget. Bahkan di contoh berikut bisa beda sampai 4 kali lipat:

Sebenarnya apa yang terjadi?

Memang sekarang ini jaman serba nggak jelas, karena barang dijual itu tanpa diberitahukan apa isinya. Ada keunggulan atau cacat barang jualan, semua disembunyikan. Ada spesifikasi, tapi bisa dibilang useless tidak berguna. Pembeli itu cuma bisa yakin setelah beli sendiri.

Yang bikin beda dari kedua produk di atas adalah walau sama sama sintetik, yang satunya dibuat dari bahan PAO:

Data tersebut merupakan hasil uji dari superlab oleh Chautelia Nandya:
Daftar oli mesin PCMO, HDEO dan MCO yang cocok atau tidak cocok untuk kopling basah beserta informasi base oilnya

Unik banget kan disebut dua duanya sama sama 100% SYNTHETIC? Itulah kondisi produk oli mesin saat ini.

Padahal pakai PAO tapi di bungkus nggak dituliskan PAOnya:

Ini bakal bikin untuk kompetitor yang jualan barang nggak pakai PAO. Juga bikin untung yang sudah pakai bahan PAO tapi nggak pakai ester.

Di sisi pabrikan jadi bisa ganti resep seenaknya. Karena di bungkus nggak ada tulisan PAOnya. Apalagi dari sisi sifatnya, oli mineral pun bisa dibikin mendekati sifat oli PAO. Bisa jadi lebih murah biaya produksinya:
Oli mesin hasil proses Gas to Liquid masuk kategori grup 3 tapi kemampuan mendekati PAO, apa ini alasan mengapa oli sintentik sekarang banyak yang beralih dari pakai PAO menjadi pakai VHVI?

Yang apes tentu konsumen yang berpikir bahwa kalau olinya pakai bahan PAO pasti bagus. Beli karena dipikir bahannya masih PAO, padahal sudah ganti mineral yang diproses sintesis.

Atau beneran pakai bahan PAO, tapi PAOnya tanpa ester. Padahal harusnya PAO itu ditambahi ester biar film strengthnya tinggi.

Karena PAO itu punya kelemahan di lubricity dan daya larut aditif.

Lubricity itu adalah kemampuan oli bikin licin.

Untuk mencegah gesekan langsung logam dengan logam. Mencegah aus. Lubricity itu tergantung pada film strength dari cairan olinya, seberapa kuat lapisan olinya menahan beban. Kalau sudah nggak kuat, fungsi cairan oli ini digantikan oleh film strength padatan aditif anti aus dan aditif EP semacam molybdenum.

Memang ada yang bilang bahwa PAO itu nggak beda dari oli lainnya. Semua oli sama sama bipolar katanya:

Disuruh baca buku kimia organik dan buku Perry katanya. Kalau untuk penulis sih aneh. Penulis yakin betul bahwa buku Perry itu bukan buku tentang oli tapi tentang cara buat pabrik. Itu buku pegangan kuliah teknik kimia. Walau ada kata kata kimia di teknik kimia, fokusnya adalah buat mesin pabrik.

Oleh karena itu penulis nggak heran ketika tidak menemukan penjelasan relevan soal bipolar di buku Perry:
Bahas film strength oli mesin kok disuruh UoA dan lihat buku kitabnya teknik kimia

Jelas bukan buku soal oli. Lha wong cari PAO saja tidak ada di buku itu:

Dari referensi pun menjelaskan bahwa sifat polar dari bahan oli itu beda beda:

Mungkin kurang jelas terbaca. Referensi tersebut menjelaskan bahwa sifat polar dari PAO itu kalah sama oli grup I, grup II atau sama ester. Ya sudahlah, memang banyak kejadian seperti ini.

Lalu apa yang harus dilakukan konsumen?

Menurut penulis nggak usah terlalu maniak dengan oli PAO. Lihat apa ada untungnya menggunakan oli PAO. Keunggulan dari PAO itu adalah masa pakai oli yang lama. Bila ternyata nggak bisa awet, tidak ada gunanya pakai PAO.

Seperti contohnya yang terjadi di motor Yamaha NMAX penulis. Oli yang menurut penulis bagus pun cuma bisa tahan 1000 km. Rugi dong pakai oli 400 ribu. Oleh karena itu penulis coba eksplorasi. Dan untuk sementara pakai oli 42 ribuan, Prima XP 20W50:
Mesran B40 setelah 380 km jadi oli mesin, PFT 15W50 setelah 1500 km jadi oli transmisi, kerasnya NMAX

4 respons untuk ‘Sama sama tulisannya sintetik, harga oli mesin bisa beda 4 kali lipat, mengapa? + Kelemahan PAO

  1. Gulf formula G tuh yg dijual oleh blogger si anu maniak suzuki, katanya mengandung PAO bikin Long Drain 10 ribu km klo dipake di Nmax🤣🤣🤣

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.