Perubahan persepsi konsumen, motor makin otomatis makin jantan?


Sekarang ini sudah ada pendapat bahwa motor matik pun bisa jantan. Walau memang sepertinya masih tetap ada saja yang masih tetap ngotot bahwa motor laki yang ada koplingnya itu yang jantan. Real man use clutch katanya.

Dulu itu kopling ibarat burung. Motor tidak ada koplingnya ibarat orang nggak ada burungnya, bukan laki laki.

Tapi perkembangan akhir akhir ini bikin penulis harus bilang bahwa yang begitu itu sudah nggak relevan lagi. Minim untuk Indonesia. Ini karena mereka mereka ini yang bilang motor dengan kopling itu paling macho, ternyata justru sangat menggemari fitur yang justru membuat kopling menjadi tidak berguna.

Fiturnya adalah quickshifter, dan dalam taraf lebih kecil ada slipper clutch, traction control dan ABS.

Sebelumnya penulis sudah membahasnya:
Real man use manual clutch itu kuno sekarang jamannya fast man use quickshifter
Motor sport jadi seperti bebek atau matik karena fitur riding mode atau quick shifter tapi tetap dianggap jantan

Menurut penulis relevan topik ini diangkat kembali karena kan sekarang motor yang termasuk memasyarakat di Indonesia, motor kelas 250 cc sudah dijual dengan dilengkapi quickshifter.

Soal perubahan mental dll, sudah penulis jelaskan di artikel tersebut, yang sekarang ini ingin penulis bahas adalah sensasinya. Mengapa sih motor pakai kopling itu dianggap laki?

Menurut penulis motor dengan kopling dianggap laki banget karena bila salah bisa celaka atau merusak motor. Jadi lelaki yang bener laki itu asumsinya adalah yang bisa menaklukkan tantangan. Bisa melakukan sesuatu dengan hebat. Sehingga akhirnya motor laki itu dianggap laki karena naik motor laki membutuhkan skill., cuma laki yang bisa naik motor laki. Cowok yang sanggup naik motor laki dianggap macho juga.

Dan ini tidak hanya untuk dipuji orang lain, tapi untuk kepuasan sendiri juga: “Gue beneran laki karena gue bisa pakai motor laki tanpa salah”. Jadi kepuasan bila kita bisa pas melakukan shift down sehingga seiring suara gerungan mesin yang tiba tiba, ban bisa mengeluarkan suara cit cit cit terus menerus, tanda bahwa grip ban sudah mendekati limit tapi tidak selip.

Sekarang?

Itu sudah tidak ada lagi. Sekarang ini motor laki nggak butuh skill untuk itu. Sudah banyak fitur modern yang bisa mencegah rider celaka atau merusak motor bila melakukan kesalahan. Fitur slipper clutch bikin motor lebih aman dan tidak rusak ketika misalnya seorang rider jalan kencang dan langsung pindah ke gigi 1. Amaaan

Fitur ABS membuat rider yang cara ngeremnya ngawur masih tetap bisa aman tetap berada di atas motor, nggak ndelosor. Fitur traction control bikin rider yang kurang bisa mengendalikan throttle masih bisa nyantai mengendarai tanpa selip.

Fitur quickshifter bikin rider nggak perlu lagi perlu kemampuan untuk menyesuaikan rpm pakai blipper atau lepas gas. Nggak usah dipikirin. Anggap motor matik, isinya tinggal gas. Ganti gigi seenaknya, tinggal soal selera.

Dan karena perubahan selera, yang begitu tetap dianggap tantangan, tetap dianggap laki.

Yang unik, salah satu alasan orang (sekarang ini) mengatai motor matik itu nggak jantan adalah motor matik itu gampang ndelosor. Padahal sebenarnya nggak juga, gampang ndelosor itu karena teknik ngeremnya yang salah. Teknik yang kalau di motor laki itu tidak membahayakan karena motor laki itu memang dibuat lebih stabil dan lebih toleran terhadap kesalahan pengereman.

Menyebut motor matik motor yang tidak jantan karena tidak mampu menaklukkan tantangan motor matik. Motor matik dianggap lebih berbahaya. Jadi gampang ndelosor = bukan motor laki. Sudah benar benar bergeser konsepnya ya? Padahal dulu itu motor laki disebut motor laki karena lebih menantang, lebih membutuhkan skill. Sekarang sebaliknya. Motor matik yang lebih menantang, tapi disebut nggak jantan.

Soal rem, penulis tetap berpendapat ngerem belakang duluan yang aman, rem depan dipakai baru setelah motor jadi mengayun ke depan. Penulis tidak pakai ilmu ngerem ngawur ajaran sekolah safety riding Indonesia.
Safety riding: penjelasan fans JDDC soal teknik pengereman JDDC yang paling unik sedunia,

Versi audio:

btw, barusan ada balapan antara mio dan RX King, dan yang menang adalah mio. Yang jantan mio apa rx king?
RX King Jet Darat Di-KO Mio BPJS dalam Balap Liar

Menurut penulis sih, motor yang bisa nyaman dikendarai laki laki itulah yang beneran motor laki. Kalau dinaiki tapi justru bikin burung sakit, ya itu bukan motor untuk laki laki.
Motor sport dengan tangki besar terlihat jantan tapi justru mengurangi kejantanan?

Tapi termasuk juga motor yang ruang kakinya terlalu sempit untuk dipakai laki laki. Dan beberapa motor matik seperti itu.

Jelas bukan motor laki juga.

11 respons untuk ‘Perubahan persepsi konsumen, motor makin otomatis makin jantan?

  1. itu orang yang naek panigale 1098 burung bisa kepanggang pak bukan sakit lagi. tapi biar keliatan laki cocoknya naik motor 2tak, yg sport atau yg bebek

    Suka

  2. Pembahasan yang menarik om, kebetulan lagi pengen cari motor yang terjangkau dan nyaman di pakai lama (2 – 3 jam) untuk area dalam kota, minta referensi nya ya om, terimakasih

    Suka

    • Kalau motor yang nyaman terjangkau rasanya pilihan pas sekarang ini adalah Suzuki Nex II. Empuk dan nyaman. Apalagi bila sudah diganti bandul setangnya dengan yang lebih berat. Selain itu cuma soal oli mesin. Suspensi belakang mungkin mudah soak, tinggal ganti dengan suspensi YSS DTG atau DBS ori kalau ingin yang lebih murah.

      Naik sedikit ada Lexi. Naik lagi ada NMAX. Tapi harus dimodif ganjal stopper engine mounting dan ganti suspensi YSS DTG atau DBS. Sama ganti bandul setang juga.

      Honda nyaman mungkin cuma PCX. Perlakuannya sama dengan NMAX.

      Suka

  3. matic gampang ndlosor klo gak bisa bawa nya. gw pernah ngebut naek vario beberapa waktu lalu. dan pas gas di depan ada org lngs belok ke kanan mendadak. alhasil hard brake sampe ban ngunci, ban belakang menjadi liar maju kedepan, lepas rem biar ban balik lg terus gaspoll lg.

    Suka

  4. Beli kendaraan secara cash walaupun yg beli perempuan baru bisa disebut jantan..
    Bayar pajak terus walaupun ga ngerasain manfaatnya baru bisa dibilang jantan..
    Taat berlalu lintas, ga seenaknya di jalan baru bisa dititel jantan..
    Perubahan mindset : jantan adalah pola pikir kedewasaan bukan lagi bentuk kelamin atau derajat kekuatan fisik..

    Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.