Lho oli Repsol sekarang kok lumayan? Di NMAX, Prima XP kalah sama Mesran


Penulis sebelumnya terkesan dengan Prima XP, karena bisa membuat suara mesin halus banget di saat idle:
Mesran B40 setelah 380 km jadi oli mesin, PFT 15W50 setelah 1500 km jadi oli transmisi, kerasnya NMAX

Namun ternyata Prima XP tetap punya kelemahan yang membuat penulis jadi merasa harus ganti oli dan memberi kesempatan kedua untuk oli Repsol 20W50:

Kelemahan Prima XP adalah ternyata shear stabilitynya kurang bagus. Oli menjadi encer setelah motor dipakai. Jadi ketika sampai tujuan suara mesin menjadi kasar:

Tapi uniknya, setelah idle, suara mesin menjadi halus lagi.

Sepertinya ini terjadi karena pada Prima XP ini mengandung banyak aditif ZDDP ataupun Boron, sehingga saat mesin idle suara mesin bisa lebih halus. Namun aditif VI Improvernya sepertinya kurang bagus sehingga oli menjadi encer ketika mengalami shear atau ketika motor dipakai jalan. Ini juga tanda aditif EPnya kurang. Tapi bisa dimaklumi karena oli yang penulis pakai bukan yang untuk motor matik.

Mungkin yang lebih lengkap adalah Enduro Matic yang 20W40. Tapi penulis tidak akan pakai enduro.

Sebelumnya pada saat menggunakan oli Mesran B40, penulis tidak mengalami hal ini. Suara mesin tetap konsisten walau sehabis dipakai kencang. Suara mesin saat tiba di tempat tujuan tidak banyak beda bila dibanding saat berangkat. Namun fuel dilution (bensin bocor ke oli mesin) membuat suara mesin makin hari makin kasar. Prima XP sepertinya punya lebih banyak aditif anti aus sehingga suara kasar berkurang saat idle.

Sebelumnya penulis kepikiran untuk pakai oli Total sebagai pengganti, namun ternyata ada yang bilang oli Total itu kurang bagus. Sehingga penulis tunda dulu. Penulis akan coba lihat dulu pilihan oli Total yang ada.

Penulis lihat ada oli Repsol dan penasaran. Bungkusnya beda dari yang pernah penulis coba dulu. Yang penulis coba dulu botolnya biru.

Yang sekarang oranye. Dan yang membuat penulis tertarik adalah ada logo SNI:

Logo SNI menjamin paling tidak oli kompatibel dengan seal dan kekentalan sesuai dengan yang tertulis di bungkusnya. Bisa jadi memang olinya itu rebranding. Yang jelas oli merupakan produk baru, produksi November 2019. Ya sudah, penulis pun ganti. Penulis beli yang 800 ml lalu penulis penuhi botolnya dengan minyak goreng tropical.

Lalu rasanya bagaimana?

Untuk sementara ini rasanya masih lumayan. Tidak terdeteksi perilaku ala Prima XP. Suara mesin tetap konsisten halusnya walau sudah dipakai kencang. Walau memang suara mesin saat idle tidak bisa sehening Prima XP (walau mungkin ini cuma perasaan) tapi suara masih termasuk hening karena saat dibleyer tidak terdengar suara kasar dari piston. Suara mesin tidak makin kasar saat dibleyer. Ini jelas tanda positif.

Hal ini penulis tetap rasakan walau umur oli sudah lebih dari 100 km. Mengingat Prima XP penulis ganti di 450 km, maka ini tanda positif.

7 respons untuk ‘Lho oli Repsol sekarang kok lumayan? Di NMAX, Prima XP kalah sama Mesran

  1. Maaf OTT.. Motor ane 2tak, kompresinya 6.8:1 secara cocoknya pake premium tp di forum2 katanya pengaruh campuran oli samping dan bahan bakar buat oktan premium jadi turun, yg awalnya 88 krn tercampur olsam jd turun oktan nya, makanya di sarankan min pake pertamax jd misalnya sdh tercampur dgn olsam kadar oktan yg turun tidak terlalu jauh.. Pertanyaan nya apa benar oli samping dapat menurunkan kadar oktan didalam bensin?
    Ohh iya, oli mesin ane coba campur dgn migor kok persneling jadi keras ya (motor 2t)? Ane pake mesran super 20w-50+migor 100cc… Apakah yg oli mesin+migor cuma cocok buat motor 4t?
    Makasih sebelumnya.. 🙏

    Suka

    • Oktan turun ga signifikan pengaruhnya buat 2tak bro.. kecuali 2tak ente hi-performance .. yg terpenting kadar takaran olsam dan bensin sesuai.. malah buat 2tak kaum kita2 sih premium lebih cocok.. pertalite bikin kerak.. Pertamax mubazir..
      *Berdasarkan pengalaman miara nsr sp jadul

      Suka

    • Wah nggak sadar kelewatan jawabnya. Maaf. Rasanya oktan bensin yang direkomendasikan itu sudah memperhitungkan saat dicampur dengan oli samping juga. Oli samping untuk motor 2 tak mestinya juga diperhatikan kemampuan bakarnya juga. Pastinya bisa menurunkan oktan bensin. Tapi kan dari awalnya pembakaran sudah memperhitungkan bensinnya juga. Lagipula kan rasio oli itu 1:50 atau kalau kebut kebutan 1:40. Rasanya rasionya cukup keicl.

      Ada juga yang mengeluh pindah gigi jadi keras waktu pakai minyak goreng, tapi katanya cuma pertamanya saja, berikutnya tidak ada masalah. Perlu diperhatikan juga yang bikin keras apa, karena bisa jadi butuh disetel baut untuk persnelingnya.

      Suka

      • Aditif Migor di 2tax ga begitu kerasa.. mungkin karena sifat efisiennya motor 2tax yg ga nyiksa oli mesin.. tapi nyiksa bensin..

        Suka

        • mungkin juga, terima kasih infonya. Iya, karena memang katanya yang bikin kasar suara mesin atau kehambatnya itu karena gesekan piston. Dan gesekan piston di 2 tak itu tergantung sama oli sampingnya.

          Suka

          • Karna 2tax ga butuh oli naik.. no keteng no klep..
            sedang pada 4tax oli harus ngubek atas bawah ini menjadikan oli cepat stress.. alhasil spec oli 2tax ga nuntut se hi-grade 4tax.. kontaminasi oli pun minim.. ga gampang butek kaya 4tax..

            Suka

Bagaimana menurut bro?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.